Lihatlah Akhirnya

فَلَا يُنْظَرُ إِلَى نَقْصِ الْبِدَايَةِ وَلَكِنْ يُنْظَرُ إِلَى كَمَالِ النِّهَايَةِ “Jangan pandang kekurangan di awal namun lihatlah kesempurnaan di akhirnya.” (Minhaj As-Sunnah an-Nabawiyyah 2/430) Ini adalah kaedah penting dalam berbagai hal, diantaranya:  Pertama: Akhir Ramadhan. Manfaatkan akhir Ramadhan semaksimal mungkin. Ingat yang jadi tolok ukur adalah akhir yang bagus dan berkualitas. Semangat yang hanya biasa …

Baca selengkapnya…Lihatlah Akhirnya

Malu di Akhirat

Abu Laits as-Samarqandi mengatakannya,  وَأَمَرَ بِحَدِّ الزَّانِيَيْنِ فِي الدُّنْيَا فَمَنْ لَمْ يُقَمْ حَدُّهُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّمَا يُضْرَبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِسِيَاطٍ مِنْ نَارٍ عَلَى مَشْهَدِ الْخَلَائِقِ  “Allah perintahkan agar pelaku zina dihukum di dunia. Pelaku zina yang belum mendapatkan hukuman sesuai syariat di dunia akan dihukum pada hari Kiamat dengan dicambuk menggunakan cambuk dari api neraka …

Baca selengkapnya…Malu di Akhirat

Manisnya Ibadah

Ada seorang yang bertanya kepada Wuhaib bin al-Ward, “Apakah orang yang bermaksiat kepada Allah itu bisa merasakan manisnya ibadah kepada Allah?”. Jawaban beliau,  لَا، وَلَا مَنْ هَمَّ بِالْمَعْصِيَةِ “Orang yang bermaksiat itu tidak bisa merasakan manisnya ibadah. Bahkan orang yang berniat hendak melakukan maksiat itu tidak bisa merasakan manisnya ibadah.” (Syu’abul Iman karya al-Baihaqi no …

Baca selengkapnya…Manisnya Ibadah

Manusia Berbahagia

Dikutip oleh asy-Syathibi al-Maliki bahwa Abu Ali al-Hasan bin Ali az-Zaujazani mengatakan,  مِنْ عَلَامَاتِ السَّعَادَةِ عَلَى الْعَبْدِ تَيْسِيْرُ الطَّاعَةِ عَلَيْهِ وَمُوَافَقَةُ السُّنَّةِ فِيْ أََفْعَالِهِ وَصُحْبَتُهُ لِأَهْلِ الصَّلَاحِ وَحُسْنُ أَخْلَاقِهِ مع الْإِخْوَانِ وَاِهْتِمَامُهُ لِلْمُسْلِمِيْنِ وَمُرَاعَاتُهُ لِأَوْقَاتِهِ “Diantara orang yang beruntung dan bahagia adalah diberi kemudahan untuk melakukan ketaatan, tindak tanduknya sesuai dengan tuntunan Nabi, berkawan dekat …

Baca selengkapnya…Manusia Berbahagia

Manusia Mulia

Ayub as-Sikhtiyani mengatakan,  لَا يَنْبُلُ الرَّجُلُ حَتَّى يَكُوْنَ فِيْهِ خَصْلَتَانِ الْعِفَّةُ عَمَّا فِيْ أَيْدِي النَّاسِ وَالتَّجَاوُزُ عَمَّا يَكُوْنُ مِنْهُمْ  “Seorang itu tidak akan menjadi mulia kecuali setelah memiliki dua hal, tidak mengharapkan belas kasihan dari orang lain dan memaafkan gangguan dari orang lai.” (Min Akhbar As-Salaf ash-Shalih hlm 331) Ada dua ciri manusia mulia karena …

Baca selengkapnya…Manusia Mulia

Masuk Surga Karena Dosa

Salah satu ulama Salaf mengatakan,  إن العبد ليعمل الذنب يدخل به الجنة ويعمل الحسنة يدخل بها النار “Sungguh ada orang yang melakukan dosa namun malah masuk surga. Sebaliknya ada yang melakukan amal kebaikan malah masuk neraka.” (Ibnul Qayyim dalam al-Wabil ash-Shoyyib hal 13) “Ketika buah dari amal kebaikan adalah bangga dan sombong maka nerakalah dampaknya.”  …

Baca selengkapnya…Masuk Surga Karena Dosa