Baca 3 Surat Ini Sebelum Tidur dan Setelah Shalat – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Baca 3 Surat Ini Sebelum Tidur dan Setelah Shalat – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama Tiga surat ini disyariatkan untuk dibaca sebelum tidur. Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari riwayat Aisyah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau datang ke tempat tidurnya, beliau menghimpun kedua tangannya, kemudian meniup ke kedua tangannya, dan membaca “Qul huwallahu ahad” …

Baca selengkapnya…Baca 3 Surat Ini Sebelum Tidur dan Setelah Shalat – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Apakah Para Nabi Mimpi Basah? -Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Apakah Para Nabi Mimpi Basah? -Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama Mimpi basah berasal dari setan, oleh sebab itu para Nabi tidak mimpi basah! Mimpi basah berasal dari setan, oleh sebab itu para Nabi tidak mimpi basah. Mimpi basah, jelas berasal dari setan. Demikian. =============================================================================== الِاحْتِلَامُ مِنَ الشَّيْطَانِ وَلِذَلِكَ الْأَنْبِيَاءُ لَا يَحْتَلِمُوْنَ الِاحْتِلَامُ مِنَ الشَّيْطَانِ وَلِذَلِكَ الْأَنْبِيَاءُ …

Baca selengkapnya…Apakah Para Nabi Mimpi Basah? -Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Ternyata Ini Makna Istiqamah – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Ternyata Ini Makna Istiqamah – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, …” (QS. Al-Ahqaf: 13) Hasan Al-Bashri—semoga Allah merahmatinya—berkata, “Orang yang mengatakan ‘Tuhan kami adalah Allah,’ ada banyak, …” Setiap Muslim mengatakan, “Tuhanku adalah Allah.” Beliau kemudian berkata, “… adapun orang-orang yang istiqamah, hanya sedikit.” …

Baca selengkapnya…Ternyata Ini Makna Istiqamah – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

7 Amalan agar Terhindar dari Azab Kubur – Syaikh Shalih al-Luhaidan #NasehatUlama

7 Amalan agar Terhindar dari Azab Kubur – Syaikh Shalih al-Luhaidan #NasehatUlama Ahsanallahu ilaikum. Ia bertanya, “Apakah ada amalan yang jika dikerjakan seseorang, maka akan melindunginya dari azab dan kengerian alam kubur?” Ya, ada! (1) selalu istiqamah dalam ketaatan, (2) menghindari perbuatan ghibah dan namimah (adu domba), (3) selalu berusaha membersihkan diri dari hal-hal najis …

Baca selengkapnya…7 Amalan agar Terhindar dari Azab Kubur – Syaikh Shalih al-Luhaidan #NasehatUlama

Apakah Iblis adalah Malaikat – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Apakah Iblis adalah Malaikat – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama Allah berfirman, “Kemudian mereka bersujud, kecuali Iblis… ” (QS. Al-Baqarah: 34) Kata “kecuali” (إِلَّا) di sini adalah Istitsnāʾ Munqatiʿ, dan telah kita bicarakan di pembahasan surat al-Baqarah, “kecuali” (إِلَّا) di sini bermakna “tetapi”, bermakna “tetapi”. Ini bukan Istitsnāʾ Muttaṣil, karena Iblis bukan dari golongan malaikat. Iblis …

Baca selengkapnya…Apakah Iblis adalah Malaikat – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Agar Doa Mustajab: Yakin dan Husnuzhan – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Agar Doa Mustajab: Yakin dan Husnuzhan – Syaikh Abdus Salam asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Namun, hal yang paling penting dari semua ini, bahwa jika seseorang berbaik sangka kepada Allah, maka, salah satu sikap termulia adalah sangkaan bahwa Allah akan mengabulkan doanya. Sungguh, orang yang berbaik sangka kepada Allah, niscaya dia akan berbaik sangka bahwa Allah akan mengabulkan doanya.

“Bukankah Dia yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya?” (QS. An-Naml: 62) Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan!” (HR. Tirmizi) Ini menunjukkan bahwa berbaik sangka kepada Allah adalah sebab dikabulkannya doa.

Barang siapa berbaik sangka bahwa Allah mengabulkan doanya, niscaya Allah akan mewujudkan apa yang dia harapkan, memberikan apa yang dia minta, mencukupinya dari apa yang dia risaukan, dan melindunginya dari apa yang dia takutkan.

Semua itu tidak lain karena dia yakin bahwa doanya akan dikabulkan, dan sangkaan baiknya kepada Allah, sehingga Allah mengampuni dosanya jika dia memohon ampun, menerima taubatnya jika bertaubat dan kembali kepada-Nya, mengabulkan doanya jika berdoa, dan mencukupi kebutuhan yang dia inginkan.

================================================================================

لَكِنْ مِنْ أَهَمِّ هَذِهِ الْأُمُورِ

أَنَّ الْمَرْءَ إِذَا ظَنَّ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا

فَإِنَّ مِنْ أَجَلِّ أَحْوَالِهِ أَنْ يَظُنَّ بِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

فِي إِجَابَةِ الدُّعَاءِ

فَإِنَّ مُحْسِنَ الظَّنِّ بِاللهِ

يُحْسِنُ الظَّنَّ بِهِ سُبْحَانَهُ فِي الْإِجَابَةِ

أَمَّن یُجِیبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ

وَيَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى عَلَيهِ وَسلَّمَ

ادْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ

وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ حُسْنَ الظَّنِّ بِاللهِ

سَبَبٌ لِإِجَابَةِ الدُّعَاءِ

فَمَنْ ظَنَّ بِاللهِ خَيْرًا فِي إِجَابَةِ دُعَائِهِ

حَقَّقَ اللهُ لَهُ رَجَاءَهُ

وَأَعْطَاهُ سُؤْلَهُ

وَكَفَاهُ مَا أَهَمَّهُ

وَأَعَاذَهُ مِمَّا أَغَمَّهُ

وَمَا ذَاكَ إِلَّا بِسَبَبِ إِيْقَانِهِ بِالْإِجَابَةِ

بِحُسْنِ ظَنِّهِ بِرَبِّهِ

فَيَغْفِرُ اللهُ لَهُ ذَنْبَهُ إِذَا اسْتَغْفَرَ

وَيَقْبَلُ مِنْهُ تَوْبَتَهُ إِذَا تَابَ وَأَنَابَ

وَيُجِيبُ دَعْوَتَهُ إِذَا دَعَا

وَيَكْفِيهِ حَاجَتَهُ إِذَا رَجَا