Cara yang benar dalam mencari kesembuhan dengan Al-Qur’an. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada.” (QS. Yunus: 57)
Kesembuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an ini hanyalah dapat diperoleh dengan metode ini, yaitu metode yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.
Adapun metode mengobati hati dengan Al-Qur’an adalah dengan tadabur. Apabila ia sampai pada suatu ayat dan mendapati dirinya sangat memerlukan ayat tersebut, misalnya terdapat kekurangan pada dirinya dalam sisi tertentu, atau ada sesuatu yang tidak beres pada sisi tertentu, atau terdapat kekurangan iman pada sisi tertentu, maka ia berhenti pada ayat yang memuat berbagai petunjuk tentang sisi yang masih kurang pada dirinya.
Ia mengulang-ulang ayat tersebut dan mentadaburi makna-maknanya, petunjuk-petunjuknya, dan berbagai kandungan yang ditunjukkannya, hingga hatinya sembuh, hingga hatinya memperoleh kesembuhan.
Misalnya, sebagian orang memiliki rasa takut, dan keadaan seperti ini banyak terjadi sekarang, yaitu rasa takut yang tidak wajar. Adapun rasa takut yang wajar, itu perkara yang ringan. Namun, orang ini memiliki rasa takut yang tidak wajar, yaitu ia takut terhadap hal-hal yang hanya ada dalam bayangannya. Ia takut terhadap berbagai waswas yang dibisikkan oleh setan, sehingga engkau mendapatinya berada dalam kegelisahan.
Seandainya orang ini berhenti dan merenungi firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Sesungguhnya itu hanyalah setan yang menakut-nakuti kalian dengan para pengikutnya… Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman.”(QS. Ali ‘Imran: 175) Lalu ia terus mengulanginya, mengulanginya, mengulanginya, mengulanginya, dan merenungkannya, serta merujuk kitab-kitab tafsir para imam salaf untuk memahami berbagai petunjuk yang terkandung di dalamnya, niscaya ayat itu akan menumbuhkan iman di dalam hatinya. “Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman.”(QS. Ali ‘Imran: 175)
Demikian pula dalam perkara tawakal, raja’ (berharap kepada Allah), memohon pertolongan kepada Allah, dan kesabaran. Misalnya ketika tertimpa musibah, ia membaca: “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155) Betapa besar pelipur lara yang terdapat dalam ayat ini bagi orang yang tertimpa musibah ketika ia mengulang-ulangnya: “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali).’” (QS. Al-Baqarah: 155–156)
Demikian pula terhadap ayat-ayat Al-Qur’an secara umum, ia menerapkan cara yang bermanfaat ini, sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim. Ibnul Qayyim berkata: “Membaca satu ayat dengan tadabur lebih baik daripada membaca satu kali khatam tanpa pemahaman dan tanpa tadabur.”
=====
الطَّرِيقَةُ الصَّحِيحَةُ لِلِاسْتِشْفَاءِ بِالْقُرْآنِ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ
هَذَا الشِّفَاءُ الَّذِي فِي الْقُرْآنِ إِنَّمَا يُحَصَّلُ بِهَذِهِ الطَّرِيقَةِ هَذِهِ الطَّرِيقَةِ الَّتِي ذَكَرَهَا الْإِمَامُ ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ
وَطَرِيقَةُ الْمُدَاوَاةِ لِلْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ وَإِذَا وَصَلَ إِلَى آيَةٍ وَجَدَ أَنَّهُ مُحْتَاجٌ إِلَيْهَا مِثْلَ أَنْ يَكُونَ عِنْدَهُ تَقْصِيرٌ فِي جَانِبٍ مُعَيَّنٍ أَوْ خَلَلٌ فِي جَانِبٍ مُعَيَّنٍ أَوْ نَقْصٌ فِي الْإِيمَانِ فِي جَانِبٍ مُعَيَّنٍ يَقِفُ عِنْدَ الْآيَةِ الْمُشْتَمِلَةِ عَلَى الْهِدَايَاتِ فِي هَذَا الْجَانِبِ الَّذِي هُوَ مُقَصِّرٌ فِيهِ
وَيُكَرِّرُهَا، وَيَتَدَبَّرُ فِي مَعَانِيهَا وَهِدَايَاتِهَا وَدَلَالَاتِهَا حَتَّى يُشْفَى قَلْبُهُ حَتَّى يَحْصُلَ لِقَلْبِهِ الشِّفَاءُ
يَعْنِي مَثَلًا بَعْضُ النَّاسِ عِنْدَهُ خَوْفٌ، وَهَذَا كَثِيرٌ الْآنَ خَوْفٌ غَيْرُ طَبِيعِيٍّ الْخَوْفُ الطَّبِيعِيُّ أَمْرُهُ سَهْلٌ لَكِنْ عِنْدَهُ خَوْفٌ غَيْرُ طَبِيعِيٍّ يَعْنِي يَخَافُ مِنْ أَوْهَامٍ، يَخَافُ مِنْ وَسَاوِسَ يُلْقِيهَا الشَّيْطَانُ
فَتَجِدُهُ فِي قَلَقٍ لَوْ أَنَّ هَذَا وَقَفَ عِنْدَ قَوْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ وَأَخَذَ يُرَدِّدُهَا وَيُرَدِّدُهَا وَيُرَدِّدُهَا وَيُرَدِّدُهَا وَيَتَأَمَّلُ فِيهَا وَيَسْتَعِينُ بِكُتُبِ التَّفْسِيرِ لِأَئِمَّةِ السَّلَفِ فِي مَعْرِفَةِ هِدَايَاتِهَا، تُثْمِرُ فِي قَلْبِهِ إِيمَانًا فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
وَهَكَذَا فِي بَابِ التَّوَكُّلِ، فِي بَابِ الرَّجَاءِ، فِي بَابِ الِاسْتِعَانَةِ، فِي بَابِ الصَّبْرِ يَعْنِي فِي الْمَصَائِبِ مَثَلًا يَقْرَأُ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ كَمْ فِيهَا مِنْ تَسْلِيَةٍ لِلْمُصَابِ لَمَّا يُرَدِّدُهَا؟ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
وَهَكَذَا فِي عُمُومِ آيَاتِ الْقُرْآنِ يَفْعَلُ هَذِهِ الطَّرِيقَةَ النَّافِعَةَ الَّتِي ذَكَرَهَا ابْنُ الْقَيِّمِ يَقُولُ: قِرَاءَةُ آيَةٍ بِتَدَبُّرٍ خَيْرٌ مِنْ قِرَاءَةِ خَتْمَةٍ بِلَا تَفَهُّمٍ وَلَا تَدَبُّرٍ