MENYIA-NYIAKAN PAHALA RAMADHAN? – Syaikh Hasan bin Abdul Hamid Bukhari Ramadhan

Keenam, di antara petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadan adalah perhatian besar terhadap Shalat Malam (Tarawih).

Tentu kita tahu, beliau selalu menegakkan Shalat Malam di sepanjang tahun, benar bukan? Jika sepanjang tahun beliau selalu Shalat Malam, lalu apa bedanya saat Ramadan? ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah (jumlah rakaat) di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan lebih dari sebelas rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Namun, Ramadan dan Shalat Malam di dalamnya adalah hal yang berbeda dibandingkan hari-hari lainnya dalam setahun. Mengapa demikian? Karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan Shalat Malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wahai saudaraku, amalan dengan pahala sebesar ini, siapa yang mau menyia-nyiakannya?!

=====

مِنْ هَدْيِهِ سَادِسًا عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فِي رَمَضَانَ الِاعْتِنَاءُ بِالْقِيَامِ طَيِّبٌ، وَهُوَ كَانَ يَقُومُ طِيلَةَ السَّنَةِ، صَحَّ؟

كَانَ طِيلَةَ السَّنَةِ يَقُومُ اللَّيْلَ، مَا الْفَرْقُ؟ تَقُولُ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً لَكِنَّ رَمَضَانَ وَالْقِيَامَ فِيهِ شَيْءٌ مُخْتَلِفٌ عَنْ بَاقِي أَيَّامِ السَّنَةِ لِيش؟ لِقَوْلِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

يَا أَخِي، مَنْ يُفَرِّطُ فِي هَذَا؟

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.