Beliau berkata, “Di antara dalil yang terdapat dalam ayat-ayat tentang sifat Allah adalah firman Allah Ta’ala: ‘Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan.’” (QS. Ar-Rahman: 27).
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati diri-Nya bahwa Dia memiliki Wajah. Hal ini termasuk perkara yang telah diketahui berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah, melalui banyak dalil. Wajah-Nya Ta’ala disebutkan memiliki beberapa sifat.
Pertama, Wajah-Nya disifati dengan keagungan dan kemuliaan. Sebagaimana firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala, “Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 27). Kalimat “yang memiliki keagungan dan kemuliaan” merupakan sifat bagi apa? Itu merupakan sifat bagi Wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedua, Wajah-Nya Ta’ala disifati dengan subuhat, yaitu kemegahan, keagungan, dan cahaya. Hal ini ditunjukkan oleh hadis Abu Musa radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Rabb-nya, “Hijab-Nya adalah cahaya. Seandainya Dia menyingkapnya, niscaya subuhat Wajah-Nya akan membakar seluruh makhluk-Nya yang terjangkau oleh pandangan-Nya.” (HR. Muslim).
Dengan demikian, Wajah-Nya Subhanahu wa Ta’ala memiliki subuhat, yaitu kemegahan, cahaya, dan keagungan.
Ketiga, bahwa Wajah-Nya Ta’ala memiliki hijab berupa cahaya, sebagaimana yang telah engkau dengar dalam hadis tadi, “Hijab-Nya adalah cahaya.” (HR. Muslim).
Bagaimanakah hijab ini? Jawablah, wahai sekalian jemaah!
Apakah kita pernah diberi tahu tentangnya? Pernahkah kita melihat sesuatu yang serupa dengannya? Kalau begitu, kita harus diam. Allah lebih mengetahui bagaimana hakikatnya.
Keempat, pada Wajah Allah Ta’ala terdapat rida’ al-kibriya’. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua taman surga dari emas; bejana-bejana dan seluruh isinya terbuat dari emas. Ada pula dua taman surga dari perak; bejana-bejana dan seluruh isinya terbuat dari perak. Tidak ada penghalang antara para penghuni surga dan melihat Rabb mereka, selain rida’ al-kibriya’ pada Wajah-Nya di Surga ‘Adn.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala terhijab dengan rida’ al-kibriya’ Subhanahu wa Ta’ala.
Perkara kelima, kita telah mengetahui bahwa Wajah-Nya Ta’ala akan dilihat di akhirat ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menyingkap hijab tersebut. Dalil-dalil mengenai hal ini mencapai derajat mutawatir.
Penjelasan mengenai perkara ini akan disebutkan dalam pembahasan penulis kitab rahimahullah.
Jadi, Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki Wajah yang mulia, yang memiliki sifat-sifat sebagaimana telah engkau dengar. Dalam riwayat Abu Dawud dan selainnya, pada doa masuk masjid disebutkan, “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dan dengan Wajah-Nya yang mulia…” (HR. Abu Dawud). Dengan demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki Wajah yang mulia.
=====
فَقَالَ: فَمِمَّا جَاءَ فِي آيَاتِ الصِّفَاتِ قَوْلُ اللهِ تَعَالَى: وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَصَفَ نَفْسَهُ بِأَنَّ لَهُ وَجْهًا وَهَذَا مِنَ الْأَمْرِ الْمَعْلُومِ فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ فِي أَدِلَّةٍ كَثِيرَةٍ وَوَجْهُهُ تَعَالَى جَاءَ وَصْفُهُ بِصِفَاتٍ
أَوَّلًا: أَنَّهُ مُتَّصِفٌ بِالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ كَمَا قَالَ سُبْحَانَهُ: وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، هَذَا وَصْفُ مَاذَا؟ وَصْفُ وَجْهِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
ثَانِيًا: أَنَّ وَجْهَهُ تَعَالَى مُتَّصِفٌ بِالسُّبُحَاتِ الَّتِي هِيَ الْبَهَاءُ وَالْعَظَمَةُ وَالنُّورُ وَيَدُلُّ عَلَى هَذَا حَدِيثُ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالْمُخَرَّجُ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَبِّهِ: حِجَابُهُ النُّورُ، لَوْ كَشَفَهُ لَأَحْرَقَتْ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ مَا انْتَهَى إِلَيْهِ بَصَرُهُ مِنْ خَلْقِهِ
فَلِوَجْهِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى سُبُحَاتٌ، بَهَاءٌ وَنُورٌ وَعَظَمَةٌ
ثَالِثًا أَنَّ لِوَجْهِهِ تَعَالَى حِجَابًا مِنْ نُورٍ، كَمَا سَمِعْتَ فِي الْحَدِيثِ الْمَاضِي: حِجَابُهُ النُّورُ
وَكَيْفَ هَذَا الْحِجَابُ؟ أَجِيبُوا يَا جَمَاعَةُ هَلْ أُعْلِمْنَا عَنْهُ؟ رَأَيْنَا مَثِيلًا لَهُ؟ إِذًا عَلَيْنَا أَنْ نَسْكُتَ، اللهُ أَعْلَمُ كَيْفَ هُوَ
رَابِعًا: أَنَّ وَجْهَ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ رِدَاءُ الْكِبْرِيَاءِ فَفِي الصَّحِيحَيْنِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَجَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَلَيْسَ بَيْنَ الْقَوْمِ وَأَنْ يَرَوْا رَبَّهُمْ إِلَّا رِدَاءُ الْكِبْرِيَاءِ عَلَى وَجْهِهِ فِي جَنَّةِ عَدْنٍ فَدَلَّ هَذَا عَلَى أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مُحْتَجِبٌ بِرِدَاءٍ مِنْ كِبْرِيَاءَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَالْأَمْرُ الْخَامِسُ: أَنَّنَا قَدْ عَلِمْنَا أَنَّ وَجْهَهُ تَعَالَى يُرَى فِي الْآخِرَةِ إِذَا كَشَفَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الْحِجَابَ عَنْهُ وَأَدِلَّةُ هَذَا أَدِلَّةٌ مُتَوَاتِرَةٌ وَسَيَأْتِي فِي كَلَامِ الْمُؤَلِّفِ رَحِمَهُ اللهُ بَيَانُ هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ
إِذًا لِلهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَجْهٌ كَرِيمٌ مُتَّصِفٌ بِمَا سَمِعْتَ فِي أَبِي دَاوُدَ وَغَيْرِهِ فِي دُعَاءِ دُخُولِ الْمَسْجِدِ أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ فَهُوَ وَجْهٌ كَرِيمٌ لَهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى