Apakah rasa lesu dalam beramal saleh setelah Ramadhan merupakan tanda bahwa ibadah tidak diterima? Saya merasa lesu dan khawatir Allah tidak menerima ibadah saya.
Tidak. Itu bukanlah tanda bahwa Allah tidak menerima amal ibadah Anda. Namun, itu adalah tanda lemahnya tekad dan tidak adanya antusias.
Oleh karena itu, setiap insan sepatutnya melatih kesabaran dirinya, serta menuntun dirinya untuk terus beramal saleh. Sebab, Ramadhan pada hakikatnya adalah sebuah madrasah (sekolah). 29 atau 30 hari yang Anda lalui dalam kondisi senantiasa menjalankan berbagai macam ibadah, pastilah memberikan pengaruh positif pada hati dan perjalanan hidup Anda. Maka manfaatkanlah kesempatan tersebut.
Adapun anggapan bahwa orang yang kembali bermaksiat setelah Ramadhan, merupakan tanda amalnya tidak diterima, maka kita tidak memiliki wewenang untuk mengatakan demikian.
=====
هَلِ الْفُتُورُ فِي عَمَلِ الصَّالِحَاتِ بَعْدَ رَمَضَانَ دَلِيلٌ عَلَى عَدَمِ الْقَبُولِ؟ أَنَا أُحِسُّ بِفُتُورٍ وَأَخْشَى أَلَّا يَكُونَ اللَّهُ قَدْ تَقَبَّلَ مِنِّي إِيَّاهَا
فَهَذَا لَا لَيْسَ دَلِيلًا عَلَى أَنَّ اللَّهَ لَمْ يَقْبَلْ مِنْكَ لَكِنَّهُ دَلِيلٌ عَلَى ضَعْفِ الْهِمَّةِ وَعَدَمِ الرَّغْبَةِ
وَلِذَلِكَ يَنْبَغِي لِلْإِنْسَانِ أَنْ يُصَبِّرَ نَفْسَهُ وَأَنْ يَحْمِلَهَا عَلَى الْعَمَلِ الصَّالِحِ لِأَنَّ رَمَضَانَ مَدْرَسَةٌ فِي الْوَاقِعِ ثَلَاثُونَ يَوْمًا أَوْ تِسْعَةٌ وَعِشْرُونَ يَوْمًا تَمْضِي وَأَنْتَ مُتَلَبِّسٌ بِالْعِبَادَاتِ الْمُتَنَوِّعَةِ لَا بُدَّ أَنْ يُؤَثِّرَ عَلَى قَلْبِكَ وَعَلَى مَسِيرَتِكَ فَاغْتَنِمْ هَذِهِ الْفُرْصَةَ
أَمَّا أَنْ نَقُولَ إِنَّ مَنْ عَادَ إِلَى الْمَعَاصِي بَعْدَ رَمَضَانَ فَإِنَّهُ عَلَامَةٌ عَلَى عَدَمِ الْقَبُولِ فَلَا نَسْتَطِيعُ أَنْ نَقُولَ هَذَا