Tips Apakah Kamu Mendapatkan Rukuk Bersama Imam – Syaikh Sa’ad Al-Khatslan #NasehatUlama

Wahai Syaikh, ada yang bertanya: bagaimana saya tahu apakah saya mendapatkan rukuk bersama imam? Sebab ada orang yang ragu karena ia baru datang di saat akhir rukuknya imam. Mungkin ia tidak bisa melihat imam dari posisi ujung shaf, sehingga, ia tidak tahu apakah imam sudah bangkit dari rukuk atau belum.

Makmum masbuq harus memiliki dugaan kuat (ghalabatuzh-zhann) bahwa ia sempat mendapati posisi rukuk bersama imam, sebelum imam tersebut bangkit dari rukuknya. Hal ini dapat diketahui dengan tanda-tanda. Apabila shaf shalat pendek sehingga ia bisa melihat posisi imam di depannya, maka ia harus sudah berada dalam posisi rukuk sebelum imam bangkit dan berdiri tegak. Ia harus memiliki dugaan yang kuat dalam kondisi tersebut.

Namun, jika posisinya jauh dari imam sehingga tidak dapat melihatnya langsung, maka ia harus jeli memperhatikan tanda-tanda lainnya. Apabila ia sempat melakukan takbiratul ihram saat berdiri, lalu bertakbir lagi untuk rukuk, dan sempat membaca zikir “Subhaana robbiyal ‘azhiim” minimal satu kali, sedangkan imam masih dalam posisi rukuk (belum bangkit), maka dengan itu ia mendapatkan rukuk bersama imam.

Namun, jika ia ragu apakah mendapatkan rukuk bersama imam atau tidak, maka hukum asalnya adalah ia dianggap tidak mendapatkannya. Hukum asalnya ia tidak mendapatkan rakaat tersebut. Oleh sebab itu, ia wajib mengganti rakaat itu setelah imam salam dari shalatnya.

=====

يَا شَيْخَنَا أَحَدُهُمْ يَقُولُ كَيْفَ أَعْرِفُ أَنِّي أَدْرَكْتُ الرُّكُوعَ مَعَ الْإِمَامِ؟ لِأَنَّ الْبَعْضَ يَشُكُّ فِي ذَلِكَ يَأْتِي عَلَى آخِرِ رُكُوعِ الْإِمَامِ وَيَكُونُ رُبَّمَا لَا يَرَى الْإِمَامَ فِي طَرَفِ الصَّفِّ فَلَا يَدْرِي هَلْ هُوَ رَفَعَ أَوْ لَا

الْمَسْبُوقُ لَا بُدَّ أَنْ يَغْلِبَ عَلَى ظَنِّهِ أَنَّهُ أَدْرَكَ الرُّكُوعَ مَعَ الْإِمَامِ قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ الْإِمَامُ وَيُعْمَلُ فِي هَذَا الْقَرَائِن فَإِنْ كَانَ الصَّفُّ قَصِيرًا وَيُمْكِنُهُ أَنْ يَرَى الْإِمَامَ أَمَامَهُ فَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ يَرْكَعَ قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ الْإِمَامُ قَبْلَ أَنْ يَسْتَوِيَ الْإِمَامُ قَائِمًا وَيَغْلِبَ عَلَى ظَنِّهِ هَذَا

وَإِذَا كَانَ بَعِيدًا عَنِ الْإِمَامِ وَلَا يَرَى الْإِمَامَ فَيُعْمَلُ الْقَرَائِنُ فَإِذَا أَتَى يَعْنِي كَبَّرَ قَائِمًا ثُمَّ كَبَّرَ تَكْبِيرَةَ الرُّكُوعِ وَقَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ مَرَّةً وَاحِدَةً وَالْإِمَامُ لَمْ يَرْفَعْ بَعْدُ فَيَكُونُ بِهَذَا قَدْ أَدْرَكَ الرُّكُوعَ

وَلَكِنْ إِذَا شَكَّ هَلْ أَدْرَكَ الْإِمَامَ أَوْ لَمْ يُدْرِكْهُ فَالْأَصْلُ عَدَمُ الْإِدْرَاكِ الْأَصْلُ أَنَّهُ لَمْ يُدْرِكْ هَذِهِ الرَّكْعَةَفَعَلَيْهِ أَنْ يَقْضِيَهَا بَعْدَ سَلَامِ الْإِمَامِ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.