Rahasia Agar Rumah Tangga Langgeng dan Tidak Bercerai: Cinta Saja Tidak Cukup!

“…Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah), karena bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19).

Di antara “kebaikan yang banyak” itu adalah ketika suami atau istri melihat akhlak yang mulia pada pasangannya. Serta melihat adanya kesalehan dalam beragama pada dirinya. Termasuk kebaikan yang banyak itu adalah ketika istrinya melahirkan anak-anak yang saleh baginya.

Saudara-saudaraku, ada tipe wanita yang memang dianugerahi kesuburan untuk memiliki banyak anak. Dan bisa jadi akan melahirkan orang-orang besar (tokoh-tokoh umat). Di antara kebaikan lainnya adalah perlakuan baik sang istri kepada kedua orang tua suaminya.

Ini merupakan poin penting yang harus diperhatikan oleh para istri. Hari ini ia adalah seorang istri, tapi kelak ia akan menjadi seorang ibu. Kelak, ia pun akan mengharapkan perlakuan baik dari menantunya (istri dari anak-anaknya). Jika ia mengharapkan hal itu di masa depan, maka hendaklah ia memulainya sekarang terhadap mertuanya.

Betapa banyak suami yang tetap bersabar mendampingi istrinya—meski ia tidak mencintainya hanya karena sang istri begitu baik dalam memperlakukan kedua orang tua suaminya. Oleh sebab itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (istri). Jika ia tidak menyukai salah satu perangainya, tentu ada perangai lain yang ia sukai.” (HR. Muslim).

Saudara-saudaraku, setiap orang harus memandang urusan ini dengan adil, baik ia sebagai suami maupun istri. Apabila Apabila sisi kebaikannya masih lebih banyak daripada keburukannya, maka sepantasnya ia bersabar terhadap pasangannya tersebut. Sebab standar kebenaran bukan sekadar pada apa yang Anda sukai atau benci. Bisa jadi Anda menyukai sesuatu yang buruk, dan membenci sesuatu yang baik. Berikan dalilnya! “Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci…” “…dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu.” “…dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 216).

Maka, hasil akhir dari segala urusan ada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla, bukan di tangan manusia. Manusia, Saudara-saudaraku, sering kali hanya melihat apa yang ada di depan mata. Hanya terpaku pada saat ini saja. Namun, saudara-saudara, sepantasnya kita bersikap tenang dan menunggu bagaimana akhir dari sebuah urusan. Hendaknya setiap pasangan bersabar menghadapi satu sama lain. Sebab, di dalam kesabaran itu terdapat kebaikan yang besar bagi keduanya.

=====

فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

وَمِنَ الْخَيْرِ الْكَثِيرِ أَنْ يَرَى أَحَدُهُمَا مِنَ الْآخَرِ خُلُقًا طَيِّبًا وَأَنْ يَرَى مِنْهُ صَلَاحًا فِي دِينِهِ وَمِنَ الْخَيْرِ الْكَثِيرِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تُنْجِبَ لَهُ أَوْلَادًا صَالِحِينَ فَبَعْضُ النِّسَاءِ يَا إِخْوَانِي وَلُودٌ وَقَدْ تُنْجِبُ أَيْضًا رِجَالًا وَمِنَ الْخَيْرِ حُسْنُ مُعَامَلَتِهَا لِوَالِدَيْهِ

أَيْضًا وَهَذِهِ نُقْطَةٌ مُهِمَّةٌ تَنْتَبِهُ لَهَا النِّسَاءُ الْيَوْمَ هِيَ زَوْجَةٌ وَغَدًا سَتَكُونُ أُمًّا وَغَدًا تَنْتَظِرُ أَيْضًا مِنْ نِسَاءِ أَوْلَادِهَا حُسْنَ الْمُعَامَلَةِ فَإِذَا كَانَتْ تُرِيدُ هَذَا أَوْ سَتُرِيْدُهُ مُسْتَقْبِلًا فَلْتَعْمَلْهُ الْآنَ

وَكَمْ مِنَ الرِّجَالِ صَبَرَ عَلَى الْمَرْأَةِ وَهُوَ لَا يُحِبُّهَا لِحُسْنِ مُعَامَلَتِهَا لِوَالِدَيْهِ وَلِهَذَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَفْرِكُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا خُلُقًا آخَرَ

يَنْبَغِي أَنْ يَنْظُرَ الْإِنْسَانُ بِعَدْلٍ يَا إِخْوَانُ إِلَى هَذِهِ الْأُمُورِ سَوَاءٌ الرَّجُلُ أَوِ الْمَرْأَةُ فَإِذَا كَانَتْ مَحَاسِنُهُ أَكْثَرَ مِنْ مَسَاوِئِهِ فَيَنْبَغِي الصَّبْرُ مِنْهَا أَوْ مِنْهُ وَالْمِعْيَارُ لَيْسَ فِي أَنْ تُحِبَّ أَوْ أَنْ تَكْرَهَ فَقَدْ تُحِبُّ مَكْرُوهًا وَتَكْرَهُ مَاذَا؟ مَحْبُوبًا أَعْطُونِي دَلِيلًا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

فَالْعَوَاقِبُ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَيْسَتْ فِي أَيْدِ الْبَشَرِ النَّاسُ يَا إِخْوَانُ دَائِمًا نَظْرَتُهُمْ نَظْرَةٌ يَعْنِي آنِيَةٌ فِي اللَّحْظَةِ لَكِنْ يَنْبَغِي يَا إِخْوَانِي التَّأَنِّي وَانْتِظَارُ عَوَاقِبِ الْأُمُورِ فَيَصْبِرُ أَحَدُ الزَّوْجَيْنِ عَلَى الْآخَرِ فَإِنَّ فِي الصَّبْرِ خَيْرًا لَهُمَا جَمِيعًا

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.