Akankah Kamu Selamat dari Kematian?

Akankah Kamu Selamat dari Kematian?

Suatu ketika Al-Hasan Al-Bashri menjenguk temannya yang sakit dan menanyakan keadaannya.

Temannya berkata, “Aku ingin makan tapi tak mampu menelan. Dan ingin minum tapi tak mampu menelannya juga.”

Al-Hasan menangis dan berkata:

على الاسقام والأمراض أسست هذه الدار وهبك تصح من الأسقام وتبرأ من الأمراض هل تقدر أن تنجو من الموت؟

“Dunia ini memang dibangun di atas kesakitan dan penyakit. Kalaupun kamu selamat dan sehat dari penyakit, akankah kamu selamat dari kematian?”

Mendengar itu orang-orangpun menangis… (Az-Zuhd karya Ibnu Abidunya hal. 257)

Maka janganlah merasa tenang dari kematian..
Karena semua kita pasti akan meninggal..
Dan kembali kepada Allah..
Lantas dimanakah amalmu?

Penulis: Ustadz Badrusalam, Lc.

Kita Semua Akan Ditolong Selama Kita Kembali Kepada Allah

Kita Semua Akan Ditolong Selama Kita Kembali Kepada Allah

Renungan di tengah wabah Covid-19

Yakinlah bahwa kita semua akan ditolong dan dikuatkan Allah dalam menghadapi musibah ini, selama kita kembali kepada Allah dan mentaati-Nya

LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Tentunya dengan tetap melakukan usaha lahir dan batin yang kita mampu.

Ingatlah firman Allah Ta’ala:

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِين

“Mengapa penduduk suatu negeri tidak BERIMAN, sehingga imannya bisa memberikan manfaat kepada mereka. Lihatlah kaumnya Nabi Yunus, ketika mereka BERIMAN, Kami hilangkan dari mereka AZAB DUNIA yang menghinakan, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Yunus: 98)

Ingat juga perkataan Syeikhul Islam rahimahullah:

“Banyak orang yang sakit bisa sembuh tanpa pengobatan, mereka sembuh dengan doa yg mustajab, ruqyah yang manjur, kekuatan hati, dan tawakkal yang baik.” (Al-Fatawa 21/563)

Penulis: Ustadz Dr. Musyaffa Addariny

Nasihat Seorang Penggali Kubur

Nasihat Seorang Penggali Kubur

“Saudaraku, perhatikanlah dan renungkanlah. Dunia ini tidak lebih dari sebuah tipu daya yang memperdaya. Orang-orang berebut dan berlomba menumpuk kekayaan sehingga lupa kewajiban. Bahkan boleh jadi ia lupa bahwa suatu saat ia akan dikuburkan. Ketika sudah dikuburkan, semua manusia, baik kaya maupun miskin, sama saja; ia dikubur di atas tanah dan dibungkus dengan kain kafan berwarna putih. Harta yang diusahakannya dengan susah payah, kini menjadi bahan rebutan keluarganya. Isteri yang dicintainya, boleh jadi sebentar lagi akan dinikahi laki-laki lain. Maka, hati-hatilah dengan dunia ini. Jangan sampai kamu terperdaya karenanya.
Apabila kelak kamu mencari harta, jangan lupa kewajiban kepada yang Maha Kuasa. Apabila kelak menjadi seorang pejabat, jangan pernah lupa kepentingan rakyat. Apabila kelak menjadi seorang ulama, jangan lupa orang-orang melarat. Karena yang justru akan menyelamatkan kamu bukan kedudukan, jabatan akan tetapi kebaikan dan kepedulian kepada orang lemah; yang menyelamatkan kamu bukan tabungan yang numpuk di bank, akan tetapi uang recehan yang kamu berikan kepada orang-orang yang membutuhkan”.

[Dari: Ustadz Jafar Shalih Hafidzahullah Ta’ala]

Cerminan Dirimu

Perilaku yang baik sangat penting untuk semua orang. Diantarnya cara Anda bersikap pada orang lain termasuk mewakili nilai-nilai karakter Anda dan menunjukkan identitas pribadi siapa Anda.

Contoh kecilnya lagi. cobalah ketika bertemu seseorang  dengan menjabat tangannya, ucapkanlah salam dan senyumlah dengan ketulusan.

Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi]

Cerminan tingkah laku tidak hanya dari perilaku badan tapi dari lisanpun itu akan mencermin kita.

Jadi, seberapapun ilmu Anda menjulang langit, tapi perilaku dan akhlak begitu buruk itu akan menjatuhkan harga diri. Dan orang tidak memerlukan apa-apa yang kamu punya kecuali hanya perasaan kebencian.

Karena ilmu dan akhlak adalah satu kesatuan. Dengan ilmu menguatkan hujjah dan dengan akhlak menjadikan hikmah.

– Akhukum Minanurrohman –

Tidak Mudah Berfatwa

Tidak Mudah Berfatwa

Imam Syafi’i rahimahullah pernah ditanya permasalahan, namun beliau hanya diam saja. Maka dikatakan padanya, “Sampai kapan engkau menjawabnya wahai Imam?”

Maka beliaupun berkata,

حتى أدري الفضل في سكوتي، أو في الجواب

“Sampai aku mengetahui lebih utama mana diamku atau jawabanku. (Ibnu Shalah,  adabul mufti wal mustafti, 74)

Sungguh betapa berhati-hatinya beliau dalam berfatwa, karena fatwa itu sangat berat yang menyangkut hajat umat islam.

Maka diantara nasehat yang disampaikan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah kepada penuntut ilmu, dalam syarah hilyah thalibil ilmi, beliau mengatakan, “Pikirkanlah sebelum engkau ucapkan, apakah ucapan itu mempunyai faedah atau tidak. Sebagai mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرًا أو ليصمت

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berbicaralah dengan baik atau diam.. (HR. Bukhari dan Muslim)

Akhukum Minanurrohman

Sumber bacaan: https://www.alukah.net/sharia/0/88086/

Sakitnya Sama, Dosisnya Sama Tapi Sembuhnya Berbeda

Ada kejadian yang membuat orang terheran, beberapa orang mempunyai keluhan dan sakit sama setelah berobat ia dikasih dosis sama. Tapi setelah itu, hanya 1 orang yang sembuh, sisanya mencari alternatif obat lain.

Lantas kita akan berpikir, kenapa bisa seperti itu?

Teringatlah kita dengan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286)

Allah memberikan sesuatu kepada hambanya sesuai dengan kapasitas hamba tersebut, sama halnya dengan sakit, setiap orang berbeda tingkatan dalam sakitnya. Walaupun ada sepuluh orang di diagnosis berpenyakit sama, namun tiap orang punya level sakit berbeda dan cara sembuhpun juga berbeda-beda.

Nabi  tegaskan dalam sabdanya,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit pasti ada obatnya. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Muslim)

Disinilah letak rahasia agar kita selalu berhusnudzon kepada Allah, penyakit itu pasti ada obatnya dengan izin Allah ta’ala. Hanya saja jika kita belum sembuh-sembuh. Terus cari, dan jangan berputus asa.

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)

=Akhukum Minanurrohman=

Bisikan Setan, Takut Miskin!

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

[الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالفَحْشَاءِ] {البقرة:268}

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu, dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir). (QS. Al-Baqarah:268)

Banyak orang terjatuh dalam langkah setan karena ingin mendapatkan keuntungan sesaat, mencuri, korupsi, riba, merampok dst. Dia tidak peduli walau membahayakan dirinya.

Atau tatkala ada kelapangan harta, muncul sifat rasa rakus dan kikir padanya, lalu enggan berinfaq. Dalam hatinya terjangkit was-was jika hartanya akan berkurang dia akan miskin.

Bermula dari bisikan setan!!

إنَّ للشَّيطانِ لمَّةً بابنِ آدمَ وللملَك لمَّةً فأمَّا لمَّةُ الشَّيطانِ فإيعادٌ بالشَّرِّ وتَكذيبٌ بالحقِّ وأمَّا لمَّةُ الملَك فإيعادٌ بالخيرِ وتصديقٌ بالحقِّ فمن وجدَ ذلِك فليعلم أنَّهُ منَ اللهِ فليحمدِ اللَّهَ ومن وجدَ الأخرى فليتعوَّذ باللَّهِ منَ الشَّيطانِ الرَّجيمِ ثمَّ قرأ : الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ الآيةَ
الراوي : عبدالله بن مسعود | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح الترمذي
الصفحة أو الرقم: 2988 | خلاصة حكم المحدث : صحيح

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya setan memiliki bisikan pada anak adam, malaikat juga memiliki bisikan. Adapun bisikan yang dikobarkan oleh syaitan ia senantiasa menghasut kepada keburukan dan mendustakan kebenaran. Dan adapun bisikan yang datang dari pada Malaikat ia senantiasa mendorong kepada kebaikan dan menguatkan kebenaran. Maka barang siapa yang mendapati dalam hatinya bisikan yang mengajak kepada kebaikan dan membenarkan yang benar, ketahuilah bahwa bisikan ( petunjuk ) itu berasal dari Allah maka hendaklah ia bersyukur kepada Allah. Dan barang siapa mendapati dalam hatinya bisikan lain ( dari setan ) hedaklah ia berta’awudz (berlindung) kepada Allah dari setan yang terkutuk. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat, “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu, dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir).” (QS: Al Baqarah: 268 ). (HR. Tirmidzi)

=Minanurrohman=

Bagaimana Amalan Orang Kafir Nonmuslim di Dunia?

Benarkah amalan orang kafir tidak bermanfaat baginya ?

bermanfaat di dunia namun tidak di akhirat.

عن أنس قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: إن الله لا يظلم مؤمناً حسنة يعطى بها في الدنيا، ويُجزى بها في الآخرة وأما الكافر فيُطعم بحسنات ما عمل بها لله في الدنيا، حتى إذا أفضى إلى الآخرة لم تكن له حسنة يُجزى بها
[رواه مسلم: 2808].

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu a’laihi wa sallam bersabda,

“Sungguh Allah tidak menzhalimi kebaikan seorang beriman, ia akan diberi balasan di dunia, dan di akhirat akan diberi pahala.

adapun seorang kafir ia akan diberi atas kebaikan-kebaikannya di dunia saja. nanti bila sampai di akhirat tidak akan ada kebaikannya yg beri ganjaran” (HR Muslim : 2808)

Allah ta’ala berfirman :

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورً

Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka (kafirin) kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al-Furqan :23).

Repost Ustadz Heri Abu Uwais

Amalan Orang Kafir (Nonmuslim) di Akhirat

Amal yang tertolak, walaupun dia menghajikan ratusan orang atau membangun masjid dimana-dimana…

Siapa mereka?

(وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ)

Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka…[Surat Muhammad 8]

Orang kafir menyangka dia telah berbuat baik dan kebenaran, namun Allah menolak amalan-amalan mereka.. Disebabkan mereka mendustakan apa yg diturunkan Allah

(ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ)

Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. [Surat Muhammad 9]

Repost Abu Najmah Minanurrohman