Memerangi Kemiskinan = Memerangi Aurat

Memerangi Kemiskinan = Memerangi Aurat

Ketika Adam dimasukkan ke dalam surga, beliau mendapat jaminan: Tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang, karena tidak memiliki pakaian.

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى ( ) إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى

Kami berkata: “Hai Adam, Sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. ( ) Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. (QS. Thaha: 117 – 118)

Banyak orang koar-koar memperjuangkan anti kemiskinan, perangi kelaparan. Tapi mereka kurang semangat memerangi ’penampakan’ aurat, atau bahkan menjadi pendukungnya.

Nikmat makanan dirasakan oleh manusia dan binatang. Nikmat menutup aurat, tidak bisa dirasakan oleh ’binatang’ [dalam tanda kutip].

Rajin Dzikir dan Membaca al-Quran, Akan Melindungi dari Pemikiran Sesat

Rajin Dzikir dan Membaca al-Quran, Akan Melindungi dari Pemikiran Sesat

Allah menyebut orang yang sesat, sebagai orang yang lalai dalam berdzikir, dan suka mengikuti hawa nafsu.

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28) hfyn hgyt gtyuji
Untuk melindungi diri dari pemikiran sesat, perbanyak dzikir dan membaca al-Quran.

Pernahkah kita saksikan ada acara khataman al-Quran yang diselenggarakan JIL? Adakah tokoh JIL yang ngaku paling ’ilmiah’ itu, yang hafal al-Quran?

Orang bodoh akan Membodohkan orang lain untuk Menutupi Kebodohannya

Orang bodoh akan Membodohkan orang lain untuk Menutupi Kebodohannya

Orang bodoh, untuk menutupi kebodohannya, dia membodohkan orang lain.
Di QS. Al-Baqarah: 67, Allah menceritakan, Ketika Nabi Musa memerintahkan Bani Israil untuk menyembelih sapi, mereka menganggap perintah Musa ini sbg tindakan kebodohan. Padahal bani Israil yg bodoh, krn tidak tahu rahasia dibalik perintah nabinya. Mereka membodohkan Musa untuk menutuppi kebodohannya.

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

(Ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya (bani Israil): “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi.” Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan Kami buah ejekan?” Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang bodoh”.

Dzikir Istimewa yang Membuat Doa Mustajab

Dzikir Istimewa yang Membuat Doa Mustajab

Dari ‘Ubadah bin Shamit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَن تَعارَّ من الليل فقال: لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ، ثم قال: اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي – أو دعا – استُجِيبَ له، فإنْ توضأ وصلى قُبِلتْ صلاتُه

“Barangsiapa yang terjaga di malam hari ketika tidur, kemudian dia membaca:

لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ، اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي

kemudian dia mengucapkan: “Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa)ku”, atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya” (HR. Bukhari 1103, Abu Dawud 5060, Tirmidzi 3414 & Ibnu Majah 3878)

Dzikir di atas sangat ringan, namun membuat doa yang dipanjatkan ketika itu menjadi mustajab. Karena dzikir ini hanya mungkin diucapkan oleh orang yang hatinya selalu bergantung kepada Allah.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan: “Perbuatan yang disebutkan dalam hadits ini hanyalah mampu dilakukan oleh orang telah terbiasa, senang dan banyak berzikir kepada Allah, sehingga zikir tersebut menjadi kebiasaan dirinya sewaktu tidur dan terjaga. Sehingga Allah memuliakan orang yang demikian sifatnya dengan mengabulkan doanya dan menerima shalatnya. (Fathul Baari, 3/40).

Ibadah Ringan yang Nilainya Istimewa

Ibadah Ringan yang Nilainya Istimewa

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

Siapa yang masuk pasar, kemudian dia membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maka Allah akan mencatat untuknya 1 juta pahala, menghapurkan darinya 1 juta dosa, dan mengangkat 1 juta derajatnya. (HR. Turmudzi 3428, Ibn asadsrefre efregftt Majah 2235 dan dinilai hasan oleh al-Albani)

Mengapa dzikir masuk pasar ini pahalanya sangat besar? Karena dzikir ini dibaca pada saat umumnya orang lupa Allah. Orang ini masuk pasar dengan berdzikir, di tengah banyak orang lupa dengan akhirat, sehingga dia menjadi hamba yang istimewa.

Perbanyak dzikir, di saat banyak orang lupa dzikir.