Membantah Orang Tua Itu Durhaka

Yazid bin Abu Habib mengatakan,  إِيْجَابُ الْحُجَّةِ عَلَى الْوَالِدِيْنِ عُقُوْقٌ “Membantah ucapan orang tua itu bentuk durhaka kepada orang tua.” (Birrul Walidain karya Ibnul Jauzi) Membantah atau menyanggah perkataan orang tua yang menyebabkan ortu tersinggung atau bahkan marah adalah salah satu bentuk durhaka. Seringkali hal ini kita nilai remeh dan sepele padahal dosanya demikian besar, …

Baca selengkapnya…Membantah Orang Tua Itu Durhaka

Mengungkit Kebaikan Yang Diperbolehkan

Syaikh al-Babili, seorang ulama fikih bermazhab Syafi’i yang wafat tahun 1077 H mengatakan,  اَلْمَنُّ مِنَ الْوَالِدِ وَالْمُعَلِّمِ لَيْسَ ذَمًّا “Menyebut nyebut kebaikan di masa silam yang dilakukan oleh ortu atau guru ngaji bukanlah tindakan yang tercela.” (Fath Maula al-Mawahib ‘ala Hidayah ar-Raghib 1/12, Muassasah ar-Risalah) Menyebut nyebut atau mengingatkan jasa dan kebaikan yang pernah diberikan …

Baca selengkapnya…Mengungkit Kebaikan Yang Diperbolehkan

Mengutamakan Sholat

إن من توقير الصلاة أن تأتي قبل الإقامة Sufyan bin Uyainah mengatakan, “Diantara bentuk memuliakan (baca: mengutamakan dan menganggap penting) sholat adalah datang ke masjid sebelum iqamah.” (Shifatus Shofwah 2/558) Sasaran pokok syariat sholat berjamaah di masjid adalah kaum laki-laki. Rasa cinta untuk sholat berjamaah di masjid adalah sebuah kebaikan yang perlu mendapat apresiasi.  Namun …

Baca selengkapnya…Mengutamakan Sholat

Betapa Indahnya, Ibadah Pada Saat Aku Tidur di Kasurku

Seorang ulama tabiin, Abul Aliyah mengatakan: الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ مَا لَمْ يَغْتَبْ أَحَدًا وَإِنْ كَانَ نَائِمًا عَلَى فِرَاشِهِ “Orang yang sedang berpuasa itu berada dalam ibadah selama tidak menggunjing siapa pun meski dalam kondisi tidur di kasurnya.” Hafshah binti Sirin mengomentari hal ini dengan mengatakan: يَا حَبَّذَا عِبَادَة وَأَنَا نَائِمَةٌ عَلَى فِرَاشِيْ “Betapa indahnya, ibadah …

Baca selengkapnya…Betapa Indahnya, Ibadah Pada Saat Aku Tidur di Kasurku

Nasehat Dari Segelas Air

Suatu ketika al-Hasan al-Bashri diberi minuman air putih segar. Tatkala beliau memegang gelas berisi air tersebut tiba-tiba beliau pingsan. Gelas pun jatuh dari tangan beliau.  Setelah beliau siuman ditanyakan kepada beliau: “Ada apa wahai Abu Said?” Jawaban beliau: ذَكَرْتُ أُمْنِيَّةَ أَهْلِ النَّارِ حِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لِأَهْل الْجَنَّةِ Segelas air itu mengingatkan diriku dengan angan-angan penduduk neraka …

Baca selengkapnya…Nasehat Dari Segelas Air

Orang Yang Patut Dikasihani

Abdullah bin Mas’ud mengatakan: إِذَا كُنْتَ فِيْ خَلْوَتِكَ لَا تَبْكِي عَلَى خَطِيئَتِكَ وَلَا تَتَأَثَّرُ بِتِلَاوَةِ كِتَابِ رَبِّكَ فَاعْلَمْ أَنَّكَ مِسْكِيْنٌ قَدْ كَلَبَتْكَ خَطِيئَتُكَ “Jika dirimu ketika sepi sendiri tidak bisa menangisi dosa dan emosimu pun tidak terpengaruh oleh bacaan Al-Quran sadarilah bahwa dirimu adalah orang yang patut dikasihani. Dosa-dosa telah membelenggu dirimu.” (Halu as-Salaf ma’al …

Baca selengkapnya…Orang Yang Patut Dikasihani