Benteng Kokoh dari Segala Keburukan – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Tiga surat yang agung ini, Saudara-saudara,kita membutuhkannya, bahkan sangat membutuhkannya. Ia sebagaimana surat al-Quran yang lain. Oleh sebab itulah, tiga surat ini terdapat dalam zikir-zikir,sehingga disyariatkan agar seseorang senantiasa membacanyapada zikir-zikir pagi dan sore, yang keduanya adalah ujung siang. Dengan zikir itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga orang itu dari segala keburukan. Nabi shallallahu ‘alaihi …

Baca selengkapnya…Benteng Kokoh dari Segala Keburukan – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Apa Makna “Rabb” – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Adapun, “Tuhan (Rabb) semesta alam.” Ar-Rabb terkadang bermakna “yang memperbaiki”.Sebagaimana firman Allah, “… anak-anak tirimuyang berada dalam pemeliharaanmu, … ” (QS. An-Nisa: 23)Maksudnya yang engkau rawat merekadan engkau perbaiki urusan mereka. Dikatakan, “Rabīb-nya si Fulan,”artinya orang yang memelihara dan mengurusinya.Termasuk juga apa yang sekarang kalian dengar, “Kementerian Pendidikan”,yaitu yang mendidik manusia. Si Fulan adalah murabbī, …

Baca selengkapnya…Apa Makna “Rabb” – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Tafsir al-Fatihah (3): Alhamdulillahirobbil’alamin – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-Fatihah: 2)Artinya, segala puji hanya untuk Allah,Tuhan seluruh alam. Kata “ar-Rabb” bisa bermakna:Sang Pemilik Yang Maha Menciptakan, Yang Maha Mengadakan,dan Yang Maha Mengatur. “Ar-Rabb” bisa bermakna “pemilik” saja.Seperti ketika Anda berkata, “Aku pemilik rumah.”“Aku pemilik buku.”“Aku pemilik mobil.”Artinya yang memilikinya. “Ar-Rabb” bisa juga bermakna Yang Memperbaiki dan …

Baca selengkapnya…Tafsir al-Fatihah (3): Alhamdulillahirobbil’alamin – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Tafsir al-Fatihah (2): Makna Bismillahirrohmanirrohim – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Firman-Nya Subẖānahu wa Ta’ālā:“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 1)Artinya, “Aku memulai dengan menyebut nama Allah,”atau “Aku membaca dengan menyebut nama Allah,”atau “Aku mulai dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Allah artinya Yang Disembah dan Yang Diibadahikarena rasa cinta, takut, dan harap kepada-Nya.Yang Mahasuci lagi Mahatinggi. …

Baca selengkapnya…Tafsir al-Fatihah (2): Makna Bismillahirrohmanirrohim – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Beda Asmaul Husna: Al-Kholiq, Al-Bari’ dan Al-Mushowwir – Syaikh Shalih Al-Ushaimi #NasehatUlama

Beda Asmaul Husna: Al-Kholiq, Al-Bari’ dan Al-Mushowwir – Syaikh Shalih Al-Ushaimi #NasehatUlama

Di sini, penulis rahimahullahu menyebutkan beberapa Asmaul Husna, yaitu tiga nama yang disebutkan dalam al-Quran dan terhimpun dalam satu kalimat, yaitu dalam akhir surat al-Hasyr. Nama-nama ini adalah al-Kholiq, al-Bari’, dan al-Mushowwir.

Tiga nama ini memiliki kesamaan dalam perkara yang ditetapkan, yaitu penciptaan. Jadi, nama al-Kholiq, al-Bari’, dan al-Mushowwir pada dasarnya memiliki makna penciptaan. Namun, di antara tiga nama itu, terdapat perbedaan makna yang tipis.

AL-KHOLIQ:
Adapun nama al-Kholiq berkaitan dengan penciptaan secara umum, yang berupa penetapan (at-Taqdir).

AL-BARI’:
Sedangkan al-Bari’ berkaitan dengan pembedaan penciptaan antara satu makhluk dengan makhluk yang lain (yang tidak sejenis). Sehingga makna al-Bari’ lebih khusus daripada makna penciptaan secara umum.

AL-MUSHOWWIR:
Sedangkan al-Mushowwir adalah penyempurnaan perincian, dengan membedakan bentuk antara satu makhluk dengan makhluk lain (yang sejenis). Penyempurnaan pembedaan, dengan membedakan bentuk satu makhluk dengan yang lain (yang sejenis).

Jadi, Allah ‘Azza wa Jalla adalah al-Kholiq, al-Bari’, al-Mushowwir. Dia menciptakan makhluk dengan ketetapan dari-Nya, dengan ketetapan secara umum dalam penciptaannya. Kemudian membedakan antara satu jenis makhluk dengan jenis lainnya. Kemudian membedakan bentuk tiap makhluk yang masih dalam satu jenis.

Sebagai contoh, Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan penciptaan binatang-binatang. Kemudian Allah membedakan antara jenis-jenis binatang tersebut. Sehingga, singa bukanlah citah (cheetah), bukan pula harimau, meskipun semuanya termasuk binatang buas. Kemudian binatang yang masih satu jenis itu, seperti jenis singa atau jenis citah (cheetah), Allah menjadikan setiap individu binatang-binatang sejenis tersebut memiliki bentuk tersendiri. Dan ini adalah tanda kesempurnaan kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala.

======================================================================================================

ذَكَرَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى هُنَا مِنْ أَسْمَاءِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

ثَلَاثَةَ أَسْمَاءٍ وَقَعَتْ فِي الْقُرْآنِ عَلَى نُسَقٍ وَاحِدٍ فِي آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ

هِيَ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ

وَهَذِهِ الْأَسْمَاءُ الثَّلَاثَةُ تَشْتَرِكُ فِي أَمْرٍ مُقَدَّرٍ وَهُوَ الْإِيْجَادُ

فَمَعَانِي الْخَلْقِ وَالْبَرْءِ وَالتَّصْوِيرِ كُلُّهَا تَجْتَمِعُ فِي أَصْلِ الْإِيجَادِ

إِلَّا أَنَّ بَيْنَهَا فَرْقًا لَطِيفًا

فَالْخَلْقُ يَتَعَلَّقُ بِالْإِيجَادِ الْعَامِّ وَهُوَ التَّقْدِيرُ

وَالْبَرْءُ يَتَعَلَّقُ بِفَصْلِ الْمُقَدَّرَاتِ مِنَ الْمَوْجُودَاتِ بَعْضِهَا عَنْ بَعْضٍ

فَهُوَ أَخَصُّ مِنَ الْمَعْنَى الْعَامِّ

وَالتَّصْوِيرُ تَتْمِيمٌ لِلْفَصْلِ بِالتَّفْرِيْقِ بِالصُّوَرِ

تَتْمِيمٌ لِلْفَصْلِ بِالتَّفْرِيقِ لِلصُّوَرِ

فَاللهُ عَزَّ وَجَلَّ خَالِقٌ بَارِئٌ مُصَوِّرٌ

فَهُوَ خَلَقَ الْأَشْيَاءَ بِتَقْدِيرِهَا

تَقْدِيرًا عَامًّا فِي إِيْجَادِهَا

ثُمَّ فَصَلَ نَظَائِرَهَا بَعْضَهَا عَنْ بَعْضٍ

ثُمَّ فَرَّقَ بَيْنَهَا بِالصُّوَرِ

فَالْحَيَوَانَاتُ مَثَلًا قَدْ قَدَّرَهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ مَوْجُوْدَاتِهِ

ثُمَّ فَرَقَ بَيْنَ هَذِهِ الْحَيَوَانَاتِ بِمَا جَعَلَ مِنْ أَنْوَاعِهَا وَبَرَأَ

فَالْأَسَدُ غَيْرُ الْفَهْدِ غَيْرُ النَّمِرِ مَعَ كَوْنِهَا مِنَ السِّبَاعِ جَمِيْعًا

ثُمَّ فِي الْجِنْسِ الْوَاحِدِ كَالْأُسُوْدِ مَثَلًا أَوِ الْفُهُودِ مَثَلًا

جَعَلَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْ هَذِهِ الْكَائِنَاتِ صُورَةً تَخْتَصُّ بِهِ

وَهَذَا دَالٌّ عَلَى كَمَالِ قُدْرَةِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

 

Jangan Kau Foto Kecuali Darurat dan Penting – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama

Jangan Kau Foto Kecuali Darurat dan Penting – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama (Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh) Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh. (Aku mencintaimu karena Allah, wahai Syaikh!) Semoga Allah mencintaimu! (Wahai Syaikh, saya punya pertanyaan di luar tema episode dan yang berkenaan dengan bulan Ramadhan) (Yakni tentang hukum merekam acara, dengan video dan …

Baca selengkapnya…Jangan Kau Foto Kecuali Darurat dan Penting – Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid #NasehatUlama