Ini pertanyaan yang agung. Pembahasannya memerlukan waktu yang panjang, yaitu: bagaimana aku bisa menjadi pemilik hati yang selamat (Qalbun Salim)?
Perkara ini, tidak diragukan lagi, memerlukan perjuangan (mujahadah) yang besar. Tidak ada yang lebih berat untuk diobati oleh manusia daripada hatinya, karena hati itu sangat sering berbolak-balik. Karena hati juga sangat mudah terpengaruh, sementara faktor-faktor yang memengaruhi manusia di sekitarnya sangatlah banyak.
Maka perkara ini memerlukan mujahadah (perjuangan). Bahkan, terkadang manusia memerlukan waktu yang panjang untuk mengobati hatinya yang sakit. Dan kita semua demikian, kecuali orang yang dirahmati Allah ‘Azza wa Jalla.
Di antara sarana terbesar untuk mengobati hatimu adalah: berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menelaah ilmu yang bermanfaat, dan bersungguh-sungguh dalam meraihnya. Tidak ada cara untuk mengobati dirimu yang sebanding dengan ini: perbanyaklah berzikir kepada Allah, perbanyaklah pula membaca Al-Qur’an. Jadikan untuk dirimu wirid harian dari Al-Qur’an.
Janganlah lalai dari Kitabullah, karena ia mampu melembutkan hati yang beku seperti batu, melembutkan hati yang keras seperti batu cadas. Maka bersungguh-sungguhlah membaca Al-Qur’an dan merenungkannya. Bersungguh-sungguhlah pula mempelajari ilmu yang bermanfaat.
Di antara ilmu yang paling agung adalah tauhid. Jadikan hatimu terikat dengan ilmu ini. Banyaklah membaca tentang tauhid: ayat-ayatnya, hadis-hadisnya, dan penjelasan para ulama dalam menetapkannya. Sebab, hal itu akan membantumu meraih hati yang selamat (Qalbun Salim), insya Allah.
Fokuslah kepada para ulama, yang mereka termasuk dokter-dokter hati, yaitu para ulama yang mengobati penyakit-penyakit hati. Maka para ulama, menelaah ucapan-ucapan mereka mengandung obat bagimu, insya Allah. Di antara ulama yang paling utama dalam hal ini adalah Ibnul Qayyim rahimahullah, dan siapa saja yang menempuh jalan ini, seperti Ibnu Rajab, Ibnu Sa’di, dan ulama semisal mereka. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga memiliki beberapa risalah yang bermanfaat dalam pembahasan perkara hati. Beliau memiliki kitab Amradhul Qulub, At-Tuhfah Al-‘Iraqiyyah, Qa’idah fil Mahabbah, dan beberapa risalah lainnya. Begitu pula kitab Al-Istiqamah.
Kitab-kitab semacam ini, jika engkau memiliki hubungan dengannya, sering membacanya, dan sering menelaahnya, saya kira hal ini akan bermanfaat, insya Allah. Akan tetapi, sarana terbesar untuk mengobati dirimu adalah Kitabullah. Sarana terbesar untuk mengobati dirimu adalah Kitabullah ‘Azza wa Jalla. Maka bersungguh-sungguhlah terhadapnya.
Renungkan pula Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kitab-kitab hadis, terutama yang berkaitan dengan hadis-hadis pelembut hati dan adab, tidaklah disusun hanya untuk orang awam saja, sebagaimana disangka oleh sebagian penuntut ilmu.
Kitab-kitab itu bukan hanya untuk orang awam, dan bukan hanya untuk dibacakan kepada masyarakat umum setelah Salat Ashar. Justru orang yang paling layak memperhatikan kitab-kitab seperti ini adalah para penuntut ilmu. Hendaknya mereka membaca kitab-kitab tersebut.
Dalam Riyadhush Shalihin, apa isi Riyadhush Shalihin? Tiada di dalamnya selain sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penulisnya telah menyusunnya dalam bab-bab yang rapi untukmu, dan sangat memperhatikan hadis-hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sahih, kecuali sedikit saja. Adapun secara umum, isi kitab Riyadhush Shalihin adalah hadis-hadis sahih. Maka kitab semacam ini seharusnya memiliki hubungan denganmu. Bacalah dan renungkanlah isinya.
Saya teringat guru kami, Syaikh Rabi’ bin Hadi, semoga Allah memberinya taufik. Saya pernah mendengar beliau berkata dalam sebuah majelis, Di awal masa aku mulai istiqamah,” saat itu beliau masih pemuda belia, beliau berkata, “Dahulu aku membaca kitab Riyadhush Shalihin dan Al-Adzkar.” Beliau berkata, “Aku belum fokus membaca kitab-kitab Ibnul Qayyim atau yang lainnya. Aku hanya membaca dua kitab ini. Aku membacanya sambil menangis.” Beliau berkata, “Aku membaca seraya menangis.” Itu terjadi di awal masa meniti jalan ilmu, saat masih pemuda belia. Beliau berkata, “Aku membaca dua kitab ini dan menangis karena tersentuh oleh hadis-hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Maka jadikanlah dirimu memiliki hubungan dengan kitab-kitab semacam ini, terutama pada bab-bab tentang rasa takut kepada Allah (khauf), harapan kepada-Nya (raja’), dan pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua ini adalah sebab-sebab yang akan membantumu, dengan taufik Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk memperbaiki hatimu.
Juga dengan memperbanyak ketaatan, karena iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Kenalilah celah-celah yang dilalui setan untuk masuk kepadamu, lalu berusahalah menutupnya. Itu adalah pintu-pintu yang menjerumuskan menuju Jahanam. Kita berlindung kepada Allah darinya.
Jadikan hidupmu sebagai perjuangan dan upaya untuk menutup pintu-pintu itu, mendaki tingkatan-tingkatan iman, dan berpindah dari keadaan yang baik menuju keadaan yang lebih baik.
Perhatikanlah di mana posisimu dalam tingkatan-tingkatan agama. Jika engkau baru berada pada tingkatan Islam, mintalah kepada Allah untuk naik tingkatan agar menjadi golongan ahli iman. Kemudian bersungguh-sungguhlah lebih kuat lagi. Semoga Allah memberimu taufik untuk naik menuju tingkatan ihsan.
Ini perkara-perkara besar yang seharusnya diperhatikan oleh manusia. Inilah hakikat hidupmu. Inilah tujuan hidupmu. Engkau tidaklah diciptakan sekadar untuk makan, minum, meraih ijazah, belajar, bekerja, menikah, atau perkara-perkara semacam itu.
Hidup bagimu adalah ajang perjuangan (mujahadah). Engkau terus mendaki tingkatan-tingkatan kebaikan, keimanan, dan tauhid hingga detik terakhir dalam hidupmu. Saat itulah engkau akan menjumpai apa yang telah engkau amalkan. Engkau akan mendapati amalmu di hadapanmu, di negeri akhirat sana.
Saya memohon kepada Allah agar memperbaiki hati-hati kita. “Wahai Rabb kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang beriman, pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat).” (QS. Ibrahim: 41).
=====
هَذَا سُؤَالٌ عَظِيمٌ، وَالْكَلَامُ فِيهِ يَحْتَاجُ إِلَى وَقْتٍ طَوِيلٍ وَهُوَ: كَيْفَ أَكُونُ صَاحِبَ قَلْبٍ سَلِيمٍ؟
الْأَمْرُ لَا شَكَّ يَحْتَاجُ إِلَى قَدْرٍ كَبِيرٍ مِنَ الْمُجَاهَدَةِ وَمَا عَالَجَ الْإِنْسَانُ شَيْئًا أَشَدَّ عَلَيْهِ مِنْ قَلْبِهِ لِأَنَّهُ كَثِيرُ التَّقَلُّبِ وَلِأَنَّهُ كَثِيرُ التَّأَثُّرِ، وَلِأَنَّ الْمُؤَثِّرَاتِ فِيمَا حَوْلَ الْإِنْسَانِ كَثِيرَةٌ جِدًّا
فَالْمَقَامُ يَحْتَاجُ إِلَى مُجَاهَدَةٍ وَرُبَّمَا يَحْتَاجُ أَيْضًا إِلَى وَقْتٍ طَوِيلٍ يُعَالِجُ الْإِنْسَانُ هَذَا الْقَلْبَ الْمَرِيضَ وَكُلُّنَا ذَلِكَ إِلَّا مَنْ رَحِمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
وَمِنْ أَعْظَمِ مَا تُعَالِجُ بِهِ قَلْبَكَ ذِكْرُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، وَمُطَالَعَةُ الْعِلْمِ النَّافِعِ وَالِاجْتِهَادُ فِي تَحْصِيلِهِ فَمَا عَالَجْتَ نَفْسَكَ بِمِثْلِ هَذَا: أَكْثِرْ مِنْ ذِكْرِ اللهِ، مِنْ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ اجْعَلْ لِنَفْسِكَ وِرْدًا مِنَ الْقُرْآنِ
لَا تُهْمِلْ كِتَابَ اللهِ، فَإِنَّهُ يُرَقِّقُ قَلْبًا جَامِدًا مِثْلَ الْجَلْمَدِ، يُرَقِّقُ قَلْبًا قَاسِيًا مِثْلَ الْجَلْمَدِ فَاجْتَهِدْ فِي تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَالتَّأَمُّلِ فِيهِ، وَاجْتَهِدْ فِي تَعَلُّمِ الْعِلْمِ النَّافِعِ
وَمِنْ أَعْظَمِ ذَلِكَ: التَّوْحِيدُ اجْعَلْ قَلْبَكَ مُعَلَّقًا بِهَذَا الْعِلْمِ وَاقْرَأْ فِيهِ كَثِيرًا فِي آيَاتِهِ، فِي أَحَادِيثِهِ، فِي كَلَامِ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي تَقْرِيرِهِ فَإِنَّ هَذَا يُكْسِبُكَ ذَلِكَ إِنْ شَاءَ اللهُ
وَرَكِّزْ عَلَى الْعُلَمَاءِ الَّذِينَ هُمْ مِنْ أَطِبَّاءِ الْقُلُوبِ الَّذِينَ يُعَالِجُونَ عِلَلَ الْقُلُوبِ فَهَؤُلَاءِ النَّظَرُ فِي كَلَامِهِمْ فِيهِ دَوَاءٌ لَكَ إِنْ شَاءَ اللهُ وَعَلَى رَأْسِ أُولَئِكَ: ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ، وَمَنْ سَارَ عَلَى هَذَا الطَّرِيقِ كَابْنِ رَجَبٍ، وَابْنِ سَعْدِيٍّ، وَأَمْثَالِ هَؤُلَاءِ شَيْخُ الْإِسْلَامِ ابْنُ تَيْمِيَّةَ رَحِمَهُ اللهُ لَهُ عِدَّةُ رَسَائِلَ نَافِعَةٍ فِي مَسْأَلَةِ الْقُلُوبِ عِنْدَهُ أَمْرَاضُ الْقُلُوبِ، وَعِنْدَهُ التُّحْفَةُ الْعِرَاقِيَّةُ، وَعِنْدَهُ قَاعِدَةٌ فِي الْمَحَبَّةِ، وَعِنْدَهُ عِدَّةُ رَسَائِلَ، كِتَابُ الِاسْتِقَامَةِ أَيْضًا
مِثْلُ هَذِهِ الْكُتُبِ لَوْ كَانَ لَكَ بِهَا صِلَةٌ وَقِرَاءَاتٌ وَجَوْلَاتٌ، أَظُنُّ أَنَّ هَذَا سَيَنْفَعُ إِنْ شَاءَ اللهُ لَكِنْ أَعْظَمُ مَا تُعَالِجُ بِهِ نَفْسَكَ كِتَابُ اللهِ أَعْظَمُ مَا تُعَالِجُ بِهِ نَفْسَكَ كِتَابُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَاحْرِصْ عَلَيْهِ
وَتَأَمَّلْ أَيْضًا فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهَذِهِ الْكُتُبُ الْمُصَنَّفَةُ فِي الْحَدِيثِ، لَا سِيَّمَا الَّتِي تَتَعَلَّقُ بِأَحَادِيثِ الرَّقَائِقِ وَالْآدَابِ، هَذِهِ لَيْسَتْ مُصَنَّفَةً لِلْعَوَامِّ فَحَسْبُ كَمَا يَظُنُّ ذَلِكَ مَنْ يَظُنُّهُ مِنْ طَلَبَةِ الْعِلْمِ
هَذِهِ لَيْسَتْ لِلْعَوَامِّ، وَلَيْسَتْ لِلْقِرَاءَةِ بَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ لِلْعَامَّةِ فَقَطْ بَلْ أَوْلَى النَّاسِ الَّذِينَ يَنْبَغِي أَنْ يَعْتَنُوا بِهَذِهِ الْكُتُبِ طَلَبَةُ الْعِلْمِ، أَنْ يَقْرَؤُوا فِيهَا
فِي رِيَاضِ الصَّالِحِينَ، مَاذَا فِي رِيَاضِ الصَّالِحِينَ؟ لَيْسَ فِيهِ إِلَّا كَلَامُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَوَّبَهُ لَكَ تَبْوِيبًا، وَاعْتَنَى بِصَحِيحِ حَدِيثِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا نَزْرًا يَسِيرًا وَإِلَّا عَامَّةُ مَا فِيهِ فَأَحَادِيثُ صَحِيحَةٌ فَمِثْلُ هَذَا الْكِتَابِ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ لَكَ بِهِ صِلَةٌ، اقْرَأْ فِيهِ وَتَأَمَّلْ
وَأَذْكُرُ أَنَّ شَيْخَنَا الشَّيْخَ رَبِيعَ بْنَ هَادِي وَفَّقَهُ اللهُ يَقُولُ، سَمِعْتُهُ مَرَّةً فِي مَجْلِسٍ يَقُولُ أَوَّلُ مَا اسْتَقَمْتُ، وَكَانَ شَابًّا صَغِيرًا، يَقُولُ: كُنْتُ أَقْرَأُ فِي رِيَاضِ الصَّالِحِينَ وَفِي الْأَذْكَارِ يَقُولُ: مَا اعْتَنَيْتُ بِقِرَاءَةِ كُتُبِ ابْنِ الْقَيِّمِ أَوْ غَيْرِهِ، إِنَّمَا كُنْتُ أَقْرَأُ فِي هَذَيْنِ الْكِتَابَيْنِ، وَكُنْتُ أَقْرَأُ وَأَبْكِي يَقُولُ: كُنْتُ أَقْرَأُ وَأَبْكِي أَوَّلَ مَا تَنَسَّبَ، وَهُوَ شَابٌّ صَغِيرٌ يَقُولُ: أَقْرَأُ فِي هَذَيْنِ الْكِتَابَيْنِ وَأَبْكِي تَأَثُّرًا بِأَحَادِيثِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَاجْعَلْ لَكَ صِلَةً بِمِثْلِ هَذِهِ الْكُتُبِ فِي أَبْوَابِ الْخَوْفِ وَأَبْوَابِ الرَّجَاءِ وَتَعْظِيمِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَهَذِهِ أَسْبَابٌ تُعِينُكَ بِتَوْفِيقِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى صَلَاحِ قَلْبِكَ
وَالْإِكْثَارُ مِنَ الطَّاعَاتِ الْإِيمَانُ يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ اعْرَفِ الثُّغْرَاتِ الَّتِي يَدْخُلُ الشَّيْطَانُ إِلَيْكَ مِنْ خِلَالِهَا، وَاسْعَ فِي إِغْلَاقِهَا هَذِهِ أَبْوَابٌ تُؤَدِّي إِلَى جَهَنَّمَ نَعُوذُ بِاللهِ مِنْهَا
فَاجْعَلْ حَيَاتَكَ جِهَادًا وَسَعْيًا فِي إِغْلَاقِ هَذِهِ الْأَبْوَابِ، وَالتَّرَقِّي فِي مَدَارِجِ الْإِيمَانِ وَالانْتِقَالِ مِنْ حَسَنٍ إِلَى أَحْسَنَ
انْظُرْ أَيْنَ أَنْتَ فِي مَرَاتِبِ الدِّينِ إِذَا كُنْتَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ فَاسْأَلْ أَنْ تَرْتَقِيَ لِتَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ ثُمَّ اجْتَهِدْ أَكْثَرَ لَعَلَّ اللهَ أَنْ يُوَفِّقَكَ لِتَرْتَقِيَ إِلَى مَرْتَبَةِ الْإِحْسَانِ
هَذِهِ أُمُورٌ عَظِيمَةٌ يَنْبَغِي أَنْ يَعْتَنِيَ بِهَا الْإِنْسَانُ، هَذِهِ حَقِيقَةُ حَيَاتِكَ، هَذِهِ هِيَ الْغَايَةُ مِنْ حَيَاتِكَ مَا خُلِقْتَ لَا لِطَعَامٍ، وَلَا لِشَرَابٍ، وَلَا لِشَهَادَةٍ، وَلَا لِدِرَاسَةٍ، وَلَا لِوَظِيفَةٍ، وَلَا لِزَوَاجٍ، وَلَا لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا
الْحَيَاةُ بِالنِّسْبَةِ لَكَ مُجَاهَدَةٌ تَتَرَقَّى فِي مَدَارِجِ الْخَيْرِ وَالْإِيمَانِ وَالتَّوْحِيدِ إِلَى اللَّحْظَةِ الْأَخِيرَةِ فِي حَيَاتِكَ وَعِنْدَهَا سَتُلَاقِي مَا عَمِلْتَ سَوْفَ تَجِدُ مَا عَمِلْتَ أَمَامَكَ هُنَاكَ فِي تِلْكَ الدَّارِ الْآخِرَةِ
أَسْأَلُ اللهَ أَنْ يُصْلِحَ قُلُوبَنَا رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ