Bergerak 3 Kali Membatalkan Shalat? – Syaikh Abdus Salam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Bergerak 3 Kali Membatalkan Shalat? – Syaikh Abdus Salam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Para ulama—semoga Allah merahmati mereka—telah menjelaskan, bahwa banyak bergerak tanpa adanya kebutuhan, membatalkan salat.

Banyak bergerak ketika salat membuat salatnya batal, jika tidak ada keperluan. Para ulama telah menetapkan batasan untuk banyaknya gerak ini. Sebagian mereka menjadikan batasannya adalah dengan tiga gerakan berturut-turut, karena tiga adalah jumlah jamak paling sedikit. dan sebagian lain berkata, dan ini adalah yang paling kuat dalilnya, bahwa gerakan yang membatalkan salat adalah gerakan yang apabila orang yang tidak salat melihat orang yang salat dengan banyak bergerak ini, dia akan menyangka bahwa orang itu tidak sedang salat, maka barang siapa yang banyak berbuat sia-sia dalam salatnya, semisal dengan memainkan sorbannya, pakaiannya, rambutnya, jenggotnya, dan hal lainnya yang mengalihkan fokusnya dari salat, seperti ponsel dan sejenisnya, maka ketika itu dia tidak khusyuk lagi, sehingga salatnya itu tidak sah, karena salah satu pembatal salat adalah …, apa? Yaitu banyak bergerak ketika salat! Adapun gerakan yang jumlanya sedikit, akan kita bahas setelah ini, dalam pembahasan lanjutan.

================================================================================

وَقَدْ بَيَّنَ الْعُلَمَاءُ رَحِمَهُمُ اللهُ تَعَالَى

أَنَّ كَثْرَةَ الْحَرَكَةِ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ مُبْطِلَةٌ لِلصَّلَاةِ

كَثْرَةُ الْحَرَكَةِ فِي الصَّلَاةِ مُبْطِلَةٌ إِنْ كَانَتْ فِي غَيْرِ حَاجَةٍ

وَقَدْ جَعَلُوا لِهَذِهِ الْحَرَكَةِ قُيُودًا

فَبَعْضُهُمْ جَعَلَ الْقَيْدَ فِيهَا وَالضَّابِطَ أَنْ تَكُونَ ثَلَاثَ حَرَكَاتٍ مُتَوَالِيَاتٍ

لِأَنَّهَا أَقَلُّ الْجَمْعِ

وَقَالَ بَعْضُهُمْ: وَهُوَ أَظْهَرُ دَلِيلًا

أَنَّ الْحَرَكَةَ الَّتِي تُبْطِلُ الصَّلَاةَ هِيَ الْحَرَكَةُ

حِيْنَمَا يَنْظُرُ غَيْرُ الْمُصَلِّي لِهَذَا الْمُصَلِّي الَّذِي يُكْثِرُ الْحَرَكَةَ

لَمَا ظَنَّ أَنَّهُ فِي الصَّلَاةِ

فَمَنْ يُكْثِرُ الْعَبَثَ فِي صَلَاتِهِ

بِعِمَامَتِهِ وَثَوْبِهِ وَشَعْرِهِ وَلِحْيَتِهِ وَسَائِرِ الْأُمُورِ

الَّتِي تَكُونُ مُلْهِيَةً مَعَهُ مِنْ جَوَّالٍ وَنَحْوِهِ

فَإِنَّهُ حِيْنَئِذٍ لَيْسَ بِخَاشِعٍ

وَلَا يَكُونُ… وَلَا تَكُونُ صَلَاتُهُ صَلَاةً صَحِيحَةً

لِأَنَّ مِنْ مُبْطِلَاتِ الصَّلَاةِ مَاذَا؟

كَثْرَةُ الْحَرَكَةِ فِيهَا

وَأَمَّا قِلَّةُ الْحَرَكَةِ فَسَتَأْتِيْ مَعَنَا

بَعْدَ قَلِيْلٍ فِي المُتَمِّمَاتِ

 

Begini 3 Cara Allah Mengabulkan Doamu – Syaikh Abdus Salam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Begini 3 Cara Allah Mengabulkan Doamu – Syaikh Abdus Salam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Seorang hamba, apabila berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla,

(PERTAMA)
Doanya, adakalanya dikabulkan, sebagaimana yang dia minta,

(KEDUA)
atau doanya naik ke langit, dan beradu dengan qada yang Allah ‘Azza wa Jalla turunkan, yaitu berupa keburukan yang akan menimpanya atau anak-anaknya, sehingga doa itu menolak takdir buruk tersebut, walaupun dia tidak mengetahui takdir buruk itu, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis. Itulah sebabnya Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang menolak takdir, kecuali doa.” (HR. Tirmizi)

Yaitu semua doa, baik doa ketika terjadi sesuatu, atau doa apa pun itu.

(KETIGA)
Kemungkinan ketiga, bahwa Allah ‘Azza wa Jalla akan menyimpan doanya itu, dan menjadikannya simpanan pahala bagi orang yang berdoa itu, pada hari Kiamat.

Oleh karena itu, wahai saudaraku, teruslah engkau berdoa kepada Allah! Jangan kau putus asa, karena, sebenarnya, Allah mengabulkan semua doa yang kau ucapkan. Allah Mahatahu yang terbaik untuk dirimu.

================================================================================

وَالْمَرْءُ إِذَا دَعَا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ

فَإِنَّ دُعَاءَهُ إِمَّا أَنْ يُسْتَجَابَ بِعَيْنِهِ

وَإِمَّا أَنْ يَرْتَفِعَ إِلَى السَّمَاءِ

فَيَخْتَلِجُ مَعَ الْقَضَاءِ الَّذِي نَزَّلَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

مِنْ سُوءٍ عَلَيْهِ وَعَلَى أَبْنَائِهِ فَيَمْنَعُ الدُّعَاءُ الْقَدَرَ السَّيِّئَ

وَإِنْ لَمْ يَكُنِ الْمَرْءُ عَالِمًا بِهَذَا الْقَدَرِ كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ

وَلِذَلِكَ يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

وَلاَ يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلاَّ الْدُعَاءُ

أَيْ مُطْلَقُ الدُّعَاءِ سَوَاءً بِحِينِ الشَّيْءِ أَوْ مُطْلَقُ الدُّعَاءِ

وَالْحَالَةُ الثَّالِثَةُ أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَحْفَظُ هَذَا الدُّعَاءَ

وَيَجْعَلُهُ ذُخْرًا لِلدَّاعِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

 

Amalan Agar Panjang Umur – Syaikh Abdus Salam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Amalan Agar Panjang Umur – Syaikh Abdus Salam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama Di antara sebab-sebab yang bersumber dari Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, yang bisa memperpanjang umur. Para ulama berkata: Perbuatan-perbuatan makruf, yaitu berbuat baik kepada manusia, berderma kepada mereka, dengan harta, kedudukan, waktu, pekerjaan, dll. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib—semoga Allah meridainya—bahwasanya dia berkata, “Sedekah …

Baca selengkapnya…Amalan Agar Panjang Umur – Syaikh Abdus Salam Asy-Syuwai’ir #NasehatUlama

Apa Maksud Kebinasaan Umat Pada Alquran dan Susu ? – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Apa Maksud Kebinasaan Umat Pada Alquran dan Susu ? – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama Ini juga hadits yang sangat agung dalam pembahasan ini, hadits yang diriwayatkan Uqbah bin Amir. Rasulullah bersabda, “Aku khawatir pada umatku terhadap al-Quran dan susu.” “Aku khawatir pada umatku terhadap al-Quran dan susu.” Dan disebutkan dalam riwayat lain dari hadits ini, …

Baca selengkapnya…Apa Maksud Kebinasaan Umat Pada Alquran dan Susu ? – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Benarkah Malaikat Berwujud Cahaya? – Syaikh Shalih Al-Ushaimi #NasehatUlama

Benarkah Malaikat Berwujud Cahaya? – Syaikh Shalih Al-Ushaimi #NasehatUlama

Di antaranya adalah hadis Aisyah—semoga Allah meridainya— dalam Sahih Muslim, yang menyebutkan di dalamnya “Dan malaikat diciptakan dari cahaya.” Inilah maksud dari perkataan penulis, bahwa Allah Ta’ālā menciptakan mereka dari cahaya. Maksud penciptaan mereka dari cahaya adalah asal penciptaan mereka dari cahaya, dan maksudnya bukanlah mereka bertubuh cahaya. Jadi, barang siapa yang mengatakan bahwa malaikat bertubuh cahaya, berdalil dengan hadis ini, maka dia telah keliru!

Yang benar, asal mula penciptaan mereka adalah dari cahaya, seperti asal mula penciptaan manusia dari tanah, dan asal mula penciptaan setan dari api. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang disifati dengan cahaya, kecuali Allah Subẖānahu wa Ta’ālā, adapun selain Allah, yaitu semua makhluk, tidak bisa disifati bahwa mereka adalah cahaya, karena “Sang Cahaya” hanyalah Allah Subẖānahu wa Ta’ālā.
(Cahaya yang dimaksud di sini adalah Cahaya yang merupakan salah satu sifat Allah Ta’ala. Bukan cahaya yang makhluk) Adapun bunyi doa yang terdapat dalam Sahih Muslim “… dan jadikanlah aku cahaya, …” maka yang tepat adalah riwayat ash-Shahihain, “… dan jadikan bagiku cahaya, …” jadi bukan, “… dan jadikanlah aku cahaya, …” dengan huruf Ya’ yang disandarkan pada Fi’il, namun yang benar adalah “… dan jadikan bagiku cahaya, …” Sehingga riwayat ini maknanya, “Berilah aku cahaya yang menjadi petunjuk bagiku.”

Adapun riwayat lainnya yang hanya diriwayatkan oleh Muslim maknanya adalah agar Allah menjadikan makhluk—yakni hamba yang berdoa ini—cahaya. Demikianlah kesimpulan berdasarkan penelitian keseluruhan dalil. Dan hadis-hadis tentang malaikat sangat banyak. Banyak ulama telah mengumpulkannya dalam kitab khusus, di antaranya adalah al-H̱abāʾik fī Aẖbār al-Malāʾikah karya as-Suyuti—semoga Allah merahmatinya—yang telah mengumpulkannya dengan lengkap. Ya. Semoga Allah limpahkan kebaikan untuk Anda.

Di antara dalil lain tentang masalah ini adalah hadis yang pernah aku sampaikan pada kalian, tentang Jibril, yang disebutkan dalam ash-Shahihain bahwa Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku pernah melihat Jibril dalam wujud aslinya sebagaimana Allah ciptakan, dia memiliki enam ratus sayap.”

Nabi menyebutkan bahwa demikianlah wujudnya, bisa diindera, dan beliau tidak menyebutkan bahwa Jibril adalah cahaya. Demikian.

===============================================================================

وَمِنْ ذَلِكَ حَدِيثُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا

فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ وَفِيهِ

وَخُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ

وَهَذَا مَعْنَى قَوْلِ الْمُصَنِّفِ أَنَّ اللهَ تَعَالَى خَلَقَهُمْ مِنْ نُورٍ

وَمَعْنَى خَلَقَهُمْ مِنْ نُورٍ أَيْ ابْتَدَأَ خَلْقَهُمْ مِنْ نُورٍ

وَلَيْسَ الْمُرَادُ أَنَّهُمْ أَجْسَامٌ نَوْرَانِيَّةٌ

فَمَنْ يَقُولُ فِي الْمَلَائِكَةِ أَنَّهُمْ أَجْسَامٌ نَوْرَانِيَّةٌ

اِسْتِنْبَاطًا مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَهُوَ غَلَطٌ

وَإِنَّمَا ابْتُدِئَ خَلْقُهُمْ مِنْ نُورٍ

كَمَا ابْتُدِئَ خَلْقُنَا مِنْ طِينٍ

وَابْتُدِئَ خَلْقُ الشَّيَاطِينَ مِنَ نَارٍ

وَلَا يُوجَدُ شَيْءٌ يُوْصَفُ بِأَنَّهُ نُورٌ إِلَّا اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

وَمَا عَدَا ذَلِكَ مِنَ الْمَخْلُوقَاتِ فَإِنَّهُ لَا يُوْصَفُ بِكَوْنِهِ نَوْرَانِيًّا

لِأَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى هُوَ النُّورُ

وَأَمَّا مَا وَقَعَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ مِنْ لَفْظٍ

وَاجْعَلْنِي نُورًا

فَالصَّوَابُ رِوَايَةُ الصَّحِيحَيْنِ: وَاجْعَلْ لِي نُورًا

وَلَيسَ: وَاجْعَلْنِي نُورًا

بِيَاءِ الْإِضَافَةِ لِلْفِعْلِ وَإِنَّمَا الْمَحْفُوظُ وَاجْعَلْ لِي نُورًا

وَهَذِهِ الرِّوَايَةُ مَعْنَاهَا أَنْ تَجْعَلَ لِيْ نُورًا أَسْتَرْشِدُ بِهِ

وَأَمَّا الرِّوَايَةُ الْأُخْرَى الَّتِي انْفَرَدَ بِهَا مُسْلِمٌ مَعْنَاهَا

أَنْ تَجْعَلَ الْمَخْلُوقَ وَهُوَ الْعَبْدُ الدَّاعِيُّ نُورًا

وَهَذَا هُوَ الَّذِي يَدُلُّ عَلَيْهِ تَتَبُّعُ الْأَدِلَّةِ

وَالْأَحَادِيثُ فِي شَأْنِ الْمَلَائِكَةِ كَثِيرَةٌ جِدًّا

فَقَدْ أَفْرَدَهَا جَمَاعَةٌ بِالتَّصْنِيفِ وَمِنْهَا كِتَابُ الْحَبَائِكُ فِي أَخْبَارِ الْمَلَائِكَةِ

لِلسُّيُوطِيِّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى فَإِنَّهُ جَمَعَ فَأَوْعَى

نَعَمْ

أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكُمْ

وَمِمَّا يَدُلُّ عَلَى الْمَسْأَلَةِ هَذِهِ

الَّتِي ذَكَرْتُهَا لَكُمْ فِي حَدِيثِ جِبْرِيلَ

مَا جَاءَ فِي الصَّحِيحَيْنِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

رَأَيْتُ جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ الَّتِي خَلَقَهُ اللهُ عَلَيْهَا

لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ

فَذَكَرَ أَنَّ هَذِهِ صُورَتُهُ وَأَنَّهَا مُدْرَكَةٌ

وَلَمْ يَذْكُرْ أَنَّهُ نُورٌ نَعَمْ

 

Baca 3 Surat Ini Sebelum Tidur dan Setelah Shalat – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Baca 3 Surat Ini Sebelum Tidur dan Setelah Shalat – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama Tiga surat ini disyariatkan untuk dibaca sebelum tidur. Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari riwayat Aisyah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau datang ke tempat tidurnya, beliau menghimpun kedua tangannya, kemudian meniup ke kedua tangannya, dan membaca “Qul huwallahu ahad” …

Baca selengkapnya…Baca 3 Surat Ini Sebelum Tidur dan Setelah Shalat – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama