Obat Frustrasi: Resep Langit untuk Mengobati Putus Asa & Depresi – Syaikh Abdullah Al-Jarbu’

Kondisi ini akan menyeret seseorang ke dalam penyakit yang sangat berbahaya, jika ia terus membiarkan dirinya larut dalam bisikan waswas dan ketakutan ini. Penyakit ini bernama “Al-Iblas” (putus asa). Orang-orang yang berputus asa.

“Al-Iblas” adalah kondisi yang sangat berbahaya, sebuah gangguan psikologis yang sangat berbahaya. Ketika seseorang merasa dirinya telah terperosok ke dalam berbagai musibah, atau ia merasa takut tertimpa musibah, atau takut pada hal-hal yang sangat mengerikan baginya, sementara ia tidak lagi punya harapan akan adanya jalan keluar dari siapa pun.

Inilah yang disebut dengan “Ablasa” (berputus asa). Istilah “Al-Iflas” adalah bangkrut secara harta, adapun “Al-Iblas” adalah perasaan ketika seseorang merasa tidak ada lagi yang bisa menyelamatkannya. Sebab, ia tidak lagi bersandar kepada Allah, ia tidak menghidupkan hatinya dengan mengenal Allah, atau mungkin pengenalannya terhadap Allah sangatlah lemah. Saat itulah ia berputus asa.

“Al-Iblas” merupakan kondisi frustrasi yang amat dalam, dan perasaan yang membuat seseorang—na’udzubillah—berada dalam kondisi kejiwaan yang mengerikan, penuh kecemasan, dan ketakutan. Ia melihat masa depan di depannya begitu gelap gulita. Ia tidak lagi mengharap adanya jalan keselamatan. Ia merasa tidak punya siapa pun untuk tempat bertawakal dan bersandar, atau berharap bisa selamat dari kemelut tersebut. Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya.

Namun, obat dari semua penyakit ini hanyalah dengan mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan menghamba melalui nama dan sifat tersebut, serta senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Sangkaan baik yang lahir dari pemahaman terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah. Inilah yang akan memperbaiki hati, kemudian iringilah dengan doa, kembali bersimpuh dan memohon kepada Allah. “Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya salat itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45).

Ia memohon pertolongan melalui sabar, shalat, doa, ibadah, dan sedekah. Artinya, ia menghadapkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. Ia melakukan segala amal saleh yang ia yakini dapat mengundang ridha Allah. Membuat Allah ridha, dengan beristighfar. Istighfar itu memiliki pengaruh yang luar biasa, dalam mencegah hukuman atas dosa-dosa, dan dalam menyelamatkan hati dari noda dan gelapnya dosa, serta menjauhkan dari waswas dan gangguan psikologis berbahaya yang dapat merusak jiwa, seperti rasa dendam, dengki, putus asa, kegelisahan, kesedihan, dan rasa bersalah yang berlebihan.

Semua penyakit hati ini akan disembuhkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla jika seseorang menempuh jalan keimanan, serta berlindung kepada Allah Sang Maha Pengasih, niscaya ia akan mendapatkan yang kebaikan besar. Ia akan mendapati hatinya penuh optimisme, bercahaya, dan semakin dekat kepada Allah. Ia merasa bahagia dengan janji pahala di sisi Allah, dan senantiasa berharap kepada-Nya.

Inilah hati yang kuat, karena ia bersandar kepada Allah Yang Maha Kuat. Inilah hati yang dikokohkan oleh Allah. Inilah hati yang dikuatkan ikatannya oleh Allah. Hati seperti ini tidak akan mudah berputus asa, tidak bersedih, dan tidak berkeluh kesah.

Iman kepada takdir memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22). Kemudian Allah berfirman setelah itu: “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” (QS. Al-Hadid: 23).

Iman kepada takdir dapat memperbaiki hati, mendidik hati, dan menjadikannya tetap seimbang. Tentu, ia bisa merasa sedih atau cemas, tapi ia sadar bahwa ia memiliki sarana untuk bangkit. Ia memiliki sebab-sebab keselamatan dan Allah yang akan menolongnya. Ia memiliki harapan dan selalu kembali kepada-Nya. Ia berlindung dan bersegera kembali kepada Allah. Bertawakal kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menyelamatkan kita dari segala keburukan dan fitnah, melindungi kita dari keburukan hawa nafsu dan tipu daya setan, serta dari segala bisikan jahatnya. Kita memohon kepada Allah agar mengampuni kita dan orang tua kita,serta memperbaiki amalan dan hati kita.

Wallahu a’lam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, juga kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau.

=====

وَيُسْلِمُهُ إِلَى مَرَضٍ خَطِيرٍ جِدًّا لَوِ اسْتَرْسَلَ مَعَ هَذِهِ الْوَسَاوِسِ وَهَذِهِ الْمَخَاوِفِ هَذَا الْمَرَضُ اسْمُهُ الْإِبْلَاسُ مُبْلِسُونَ

وَالْإِبْلَاسُ حَالَةٌ خَطِيرَةٌ جِدًّا حَالَةٌ نَفْسِيَّةٌ خَطِيرَةٌ جِدًّا عِنْدَمَا يَشْعُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّهُ وَاقِعٌ فِي مَصَائِبَ أَوْ يَخَافُ مِنْ مَصَائِبَ أَوْ يَخَافُ مِنْ أَشْيَاءَ يَعْنِي مُخِيفَةٍ جِدًّا مُرْعِبَةٍ لَهُ وَلَا يَرْجُو مِنْ أَحَدٍ الْخَلَاصَ مِنْهَا

هَذَا يُقَالُ أَبْلَسَ الْإِفْلَاسُ مِنَ الْمَالِ أَمَّا الْإِبْلَاسُ فَهُوَ أَنْ يَشْعُرَ أَنَّهُ لَا أَحَدَ يُنَجِّيهِ لِأَنَّهُ لَمْ يَلْجَأْ إِلَى اللهِ وَلَمْ يَعْمُرْ قَلْبَهُ بِمَعْرِفَةِ اللهِ أَوْ عِنْدَهُ مَعْرِفَةٌ ضَعِيفَةٌ عِنْدَهَا يُبْلِسُ

وَالْإِبْلَاسُ حَالَةٌ مِنَ الْإِحْبَاطِ وَشُعُورٌ تَجْعَلُ الْإِنْسَانَ نَعُوذُ بِاللهِ فِي حَالَةٍ نَفْسِيَّةٍ مُرْعِبَةٍ قَلِقَةٍ خَائِفَةٍ تَرَى أَمَامَهَا طَرِيقًا أَسْوَدَ لَا تَرْجُو خَلَاصًا لَا تَرْجُو وَلَيْسَ لَهَا مَنْ تَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَتَعْتَمِدُ عَلَيْهِ أَوْ تَرْجُوهُ لِلْخَلَاصِ مِنْ ذَلِكَ هَذَا أَمْرٌ خَطِيرٌ جِدًّا

وَلَكِنْ عِلَاجُ هَذِهِ الْأَمْرَاضِ كُلِّهَا إِنَّمَا هِيَ بِمَعْرِفَةِ اللهِ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَعُبُودِيَّةِ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَحُسْنِ الظَّنِّ بِاللهِ وَحُسْنُ الظَّنِّ الَّذِي اُسْتُفِيْدَ مِنْ أَسْمَاءِ اللهِ وَصِفَاتِهِ هَذَا هُوَ الَّذِي يُصْلِحُ الْقَلْبَ ثُمَّ الدُّعَاءُ وَاللُّجُوءُ إِلَى اللهِ وَدُعَاؤُهُ وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِيْنَ

يَسْتَعِينُ بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ بِالدُّعَاءِ بِالْعِبَادَةِ بِالصَّدَقَةِ يَعْنِي يُقْبِلُ عَلَى اللهِ يَفْعَلُ كُلَّ فِعْلٍ يَرَى أَنَّهُ يُرْضِي اللهَ يُرْضِي اللهَ يَسْتَغْفِرُ الاِسْتِغْفَارُ شَأْنُهُ عَظِيمٌ فِي مَنْعِ الْعُقُوبَاتِ وَفِي تَخْلِيصِ الْقَلْبِ مِنَ الرَّانِ وَمِنَ الظُّلْمَةِ وَمِنَ الْوَسَاوِسِ وَالْأُمُورِ النَّفْسِيَّةِ الْخَطِيرَةِ الَّتِي قَدْ تُفْسِدُهُ كَالْغِلِّ وَالْحَسَدِ وَالْقُنُوطِ وَالْيَأْسِ وَالْحَزَنِ وَالْغَلَطِ

هَذِهِ كُلُّهَا آفَاتٌ يَشْرَحُهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا سَلَكَ سَبِيلَ الْإِيمَانِ وَالْتَجَأَ إِلَى الرَّحْمَنِ سَيَجِدُ خَيْرًا عَظِيمًا سَيَجِدُ قَلْبًا مُسْتَبْشِرًا مُسْتَنِيرًا مُقْبِلًا عَلَى اللهِ فَرِحًا بِمَا عِنْدَ اللهِ يَرْجُو اللهَ

هَذَا قَلْبٌ قَوِيٌّ لِأَنَّهُ لَجَأَ إِلَى الْقَوِيِّ هَذَا قَلْبٌ مُثَبَّتٌ وَهَذَا قَلْبٌ يَرْبِطُ اللهُ عَلَيْهِ فَلَا يَيْأَسُ وَلَا يَحْزَنُ وَلَا يَجْزَعُ

الْإِيمَانُ بِالْقَدَرِ أَمْرُهُ عَظِيمٌ مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ ثُمَّ قَالَ لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ

الْإِيمَانُ بِالْقَدَرِ يُصْلِحُ الْقَلْبَ يُهَذِّبُ الْقَلْبَ يَجْعَلُهُ مُتَوَازِنًا نَعَمْ يَحْزَنُ يَقْلَقُ لَكِنْ يَشْعُرُ أَنَّ عِنْدَهُ وَسَائِلَ وَعِنْدَهُ أَسْبَابَ الْخَلَاصِ وَعِنْدَهُ مَنْ يُخَلِّصُهُ عِنْدَهُ مُسْتَبْشِرٌ يَرْجِعُ إِلَيْهِ يَلْجَأُ إِلَى اللهِ يَفِرُّ إِلَى اللهِ يَتَوَكَّلُ عَلَى اللهِ يَسْتَعِينُ بِاللهِ

نَسْأَلُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُخَلِّصَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ وَفِتْنَةٍ وَيُعِيذَنَا مِنْ شَرِّ أَنْفُسِنَا وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَيُصْلِحَ لَنَا أَعْمَالَنَا وَقُلُوبَنَا

اللهُ أَعْلَمُ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.