Al-Qur’an memiliki rasa manis, yang didapati oleh pembacanya bila ia mengupayakan sebab-sebab untuk meraihnya.
Banyak orang hari ini berkata, “Aku membaca Al-Qur’an, tapi tidak mendapati pengaruhnya di hatiku…” “Aku membaca Al-Qur’an, tetapi tidak mendapati rasa manis, tidak merasakan manisnya!”
Kami katakan: Demi Allah, Al-Qur’an itu manis rasanya! Demi Allah, Al-Qur’an itu berpengaruh pada hati! Namun, ini bagi orang yang menempuh jalannya.
Engkau tidak akan mendapati manisnya Al-Qur’an sampai engkau menempuh jalan lurus yang menjadikanmu termasuk orang-orang yang meraih kebahagiaan terbesar ini di dunia. Rambu pertama jalan ini: engkau meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah, bahwa Allah berbicara dengannya, sehingga engkau merasakan, saat membacanya, bahwa ini kalam Allah.
Bila engkau menghafal sebagian Al-Qur’an, engkau merasakan bahwa itu kalam Allah. Ini membuahkan di hatimu rasa mulia, cinta, dan takut. Engkau merasa mulia karena membaca kalam Allah, karena membawa kalam Allah di dadamu. Dan engkau takut tidak menunaikan hak kalam Allah!
Itu mendorongmu bersungguh-sungguh menaati Allah, mengagungkan syiar-syiar Allah, dan menjauhi apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu engkau mendapati semua itu sebagai rasa manis di dadamu.
Rambu berikutnya: engkau mengetahui dengan yakin bahwa Al-Qur’an adalah penyembuh (syifa’). Al-Qur’an adalah penyembuh. Al-Qur’an bukan sekadar obat, melainkan penyembuh. Obat, kadang seseorang sembuh karenanya, kadang tidak. Adapun Al-Qur’an adalah penyembuh. Penyembuh bagi penyakit lahiriah maupun batiniah.
Engkau mengetahui dengan yakin bahwa hatimu disembuhkan dengan Al-Qur’an, lalu engkau membacanya dalam keadaan mengetahui dan meyakini ini, karena Allah berfirman, “Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82)
=====
فَالْقُرْآنُ لَهُ حَلَاوَةٌ يَجِدُهَا مَنْ يَقْرَأُهُ إِذَا بَذَلَ الْأَسْبَابَ لِهَذِهِ الْحَلَاوَةِ
كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الْيَوْمَ يَقُولُ أَحَدُهُمْ: إِنِّي أَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَلَا أَجِدُ فِي قَلْبِي أَثَرًا إِنِّي أَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَلَا أَجِدُ حَلَاوَةً، وَلَا أَشْعُرُ بِحَلَاوَةٍ
فَنَقُولُ: وَاللَّهِ إِنَّ لِلْقُرْآنِ حَلَاوَةً وَاللَّهِ إِنَّ الْقُرْآنَ مُؤَثِّرٌ فِي الْقُلُوبِ لَكِنْ لِمَنْ سَلَكَ الطَّرِيقَ
إِنَّكَ لَنْ تَجِدَ لِلْقُرْآنِ حَلَاوَةً، حَتَّى تَسْلُكَ الطَّرِيقَ الْمُسْتَقِيمَ الَّذِي يَجْعَلُكَ مِنْ أَهْلِ هَذِهِ السَّعَادَةِ الْعُظْمَى فِي الدُّنْيَا وَأَوَّلُ مَعَالِمِ هَذَا الطَّرِيقِ: أَنْ تَعْتَقِدَ أَنَّ الْقُرْآنَ كَلَامُ اللَّهِ، أَنَّ اللَّهَ تَكَلَّمَ بِهِ فَتَشْعُرَ وَأَنْتَ تَقْرَأُ أَنَّهُ كَلَامُ اللَّهِ
إِذَا حَفِظْتَ شَيْئًا مِنَ الْقُرْآنِ شَعَرْتَ أَنَّهُ كَلَامُ اللَّهِ فَيُثْمِرُ هَذَا فِي قَلْبِكَ: شَرَفًا، وَمَحَبَّةً، وَخَوْفًا تَشْرُفُ بِأَنَّكَ تَقْرَأُ كَلَامَ اللَّهِ، تَحْمِلُ فِي صَدْرِكَ كَلَامَ اللَّهِ وَتَخَافُ أَلَّا تَقُومَ بِحَقِّ كَلَامِ اللَّهِ
فَيَدْفَعُكَ ذَلِكَ إِلَى أَنْ تَجْتَهِدَ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَتَعْظِيمِ شَعَائِرِ اللَّهِ، وَالْبُعْدِ عَنْ مَحَارِمِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَتَجِدُ ذَلِكَ حَلَاوَةً فِي صَدْرِكَ
وَمِنْ مَعَالِمِ هَذَا الطَّرِيقِ: أَنْ تَعْلَمَ عِلْمَ الْيَقِينِ أَنَّ الْقُرْآنَ شِفَاءٌ أَنَّ الْقُرْآنَ شِفَاءٌ لَيْسَ الْقُرْآنُ دَوَاءً، بَلِ الْقُرْآنُ شِفَاءٌ الدَّوَاءُ، قَدْ يُشْفَى بِسَبَبِهِ الْإِنْسَانُ وَقَدْ لَا يُشْفَى أَمَّا الْقُرْآنُ فَشِفَاءٌ شِفَاءٌ لِلْأَمْرَاضِ الْحِسِّيَّةِ وَالْمَعْنَوِيَّةِ
تَعْلَمُ عِلْمَ الْيَقِينِ أَنَّ الْقُرْآنَ يُشْفَى بِهِ قَلْبُكَ فَتَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَأَنْتَ تَعْلَمُ هَذَا وَتَعْتَقِدُ هَذَا لِأَنَّ اللَّهَ قَالَ وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا