KUNCI HATI TENANG DAN MENTAL KUAT DI ZAMAN PENUH KETAKUTAN – Syaikh Abdul Aziz bin Rayyis Ar-Rayyis

Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku, setan memiliki tujuan besar dan kesungguhan luar biasa untuk menanamkan rasa takut ke dalam hati orang-orang beriman, yakni setan menanamkan rasa takut kepada selain Allah ke dalam hati orang-orang beriman.

Sebab, sebesar rasa takutnya kepada selain Allah, sebesar itu pula iman dan tauhidnya melemah. Apabila seorang mukmin takut kepada selain Allah, rasa takut itu menjadi pintu masuk bagi setan.

Seperti rasa sedih, setan sangat berambisi membuat orang-orang beriman bersedih, sebagaimana Allah Subhanahu berfirman, “Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu hanyalah dari setan agar orang-orang yang beriman bersedih.” (QS. Al-Mujadilah: 10) Setan benar-benar berambisi membuat orang-orang beriman bersedih.

Ibnul Qayyim rahimahullah Ta’ala menyebutkan dalam kitab Madarijus Salikin dan Thariqul Hijratain, bahwa Allah tidak menyukai kesedihan, kesedihan melemahkan iman, sedangkan setan menyukai kesedihan. Mengapa? Karena kesedihan menyibukkan seorang hamba dari ketaatan kepada Allah, melemahkan dirinya dan melemahkan hatinya. Demikian pula dengan rasa takut.

Maka, wahai orang-orang beriman, waspadalah terhadap rasa takut kepada selain Allah. Manusia hari ini hidup dalam kepanikan, kegelisahan, ketakutan akan masa depan, dan berbagai kekhawatiran yang sebenarnya tidak ada, belum lagi kekhawatiran terhadap hal-hal yang memang mungkin terjadi. Namun, ketika iman dan tauhid telah kuat di dalam hati, ia tidak takut kecuali kepada Allah.

Ketika seseorang berselisih dengan teman atau mitra dalam mencari rezeki, jangan ia menganggap bahwa rezekinya telah berakhir. Hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memperlakukan mitranya. Jika kerja sama itu berlanjut, alhamdulillah. Jika tidak, boleh jadi Allah telah menjauhkannya dari suatu keburukan.

Ketika ia berselisih dengan istrinya, ia merasa dunia telah sempit dan segalanya berakhir. Padahal, boleh jadi Allah menghendaki kebaikan melalui perpisahan mereka, dan boleh jadi Allah menghendaki kebaikan dengan terjalinnya kembali hubungan yang jauh lebih baik setelah itu.

Maka, janganlah seseorang berlebihan dalam kekhawatiran. Anaknya sakit, ia pun panik. Ia terkena kanker atau penyakit lainnya semisal kanker. Ia merasa, “Sudah berakhir. Semuanya telah berakhir.” Tidak, belum berakhir! Engkau seorang mukmin. Kehidupan dunia adalah negeri ujian dan tempat persinggahan. Dunia ini tidak ada apa-apanya.

Demi Allah Yang Maha Agung, orang yang meninggal karena penyakit seperti kanker dan penyakit lainnya, dari satu sisi, lebih baik keadaannya daripada orang yang meninggal secara mendadak. Sebab, sakit yang dilaluinya menjadi penghapus dosa dan peringatan baginya untuk mengoreksi dirinya.

Adapun orang yang meninggal secara mendadak, dari satu sisi ia tidak memperoleh kesempatan seperti ini. Allah Maha Pengasih dan Maha Lembut kepada hamba-hamba-Nya. Maka berbaik sangkalah kepada Allah. “Sedangkan segolongan lain telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah, seperti sangkaan jahiliah.” (QS. Ali ‘Imran: 154)

Maka, wahai saudara-saudaraku, janganlah kalian takut kecuali kepada Allah. Jangan takut terhadap masa depan, kemiskinan, maupun penyakit, juga ketakutan atas dirimu, anakmu, dan selainnya. Seluruh urusan adalah milik Allah.

Jika engkau menengok kembali perjalanan hidupmu, niscaya engkau mendapati perkara-perkara yang dahulu sangat engkau sesali, namun engkau mendapati ternyata menyimpan kebaikan yang tak pernah terlintas di benakmu.

Demikian pula dalam berbagai kisah manusia. Ada yang diberhentikan dari pekerjaannya, lalu orang-orang menyangka rezekinya telah berakhir, namun ternyata dibukakan baginya rezeki yang sangat besar.

Sang Maha Pemberi Rezeki adalah Allah. Apa yang telah ditetapkan untukmu pasti akan datang kepadamu. Ketahuilah, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim, jika kemiskinan ditakdirkan atasmu, maka itu adalah kebaikan bagimu, karena engkau bukan dipersiapkan untuk dunia, melainkan untuk akhirat. Dan jika penyakit ditakdirkan atasmu, maka itu adalah kebaikan bagimu, karena Allah menghendakimu untuk akhirat. Demikian seterusnya.

Aku memohon kepada Allah agar meliputi kami dan kalian dengan rahmat-Nya serta menganugerahkan keyakinan kepada kita. Dialah Yang Maha Penyayang di antara para penyayang, dan semoga kita tidak takut kecuali kepada Allah Subhanahu.

Apakah ini berarti kita meninggalkan sebab-sebab (ikhtiar)? Tentu tidak. Hari ini kita justru menghadapi krisis berupa sikap berlebihan terhadap sebab-sebab, dengan dalih bahwa kita tidak boleh meninggalkan sebab-sebab (ikhtiar).

=====

لِذَا يَا إِخْوَانِي إِنَّ لِلشَّيْطَانِ مَقْصَدًا كَبِيرًا وَاجْتِهَادًا عَظِيمًا فِي أَنْ يَغْرِسَ الْخَوْفَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ أَنْ يَغْرِسَ الْخَوْفَ مِنْ غَيْرِ اللهِ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ

لِأَنَّهُ بِقَدْرِ مَا يَخَافُ مِنْ غَيْرِ اللهِ يَضْعُفُ الْإِيمَانُ وَيَضْعُفُ التَّوْحِيدُ فَإِذَا خَافَ الْمُؤْمِنُ مِنْ غَيْرِ اللهِ صَارَ مَدْخَلًا لِلشَّيْطَانِ

كَالْحُزْنِ الشَّيْطَانُ حَرِيصٌ عَلَى أَنْ يُحْزِنَ أَهْلَ الْإِيمَانِ كَمَا قَالَ سُبْحَانَهُ إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا فَالشَّيْطَانُ حَرِيصٌ عَلَى أَنْ يُحْزِنَ أَهْلَ الْإِيمَانِ

قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِ مَدَارِجِ السَّالِكِينَ وَطَرِيقِ الْهِجْرَتَيْنِ إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْحُزْنَ وَالْحُزْنُ يُضْعِفُ الْإِيمَانَ، وَالشَّيْطَانُ يُحِبُّ الْحُزْنَ لِمَاذَا؟ إِنَّهُ يَشْغَلُ الْعَبْدَ عَنْ طَاعَةِ اللهِ يُضْعِفُهُ وَيُضْعِفُ قَلْبَهُ، وَمِنْ ذَلِكَ الْخَوْفُ

فَيَا أَهْلَ الْإِيمَانِ إِيَّاكُمْ وَالْخَوْفَ مِنْ غَيْرِ اللهِ وَالنَّاسُ يَعِيشُونَ الْيَوْمَ هَلَعًا وَجَزَعًا وَخَوْفًا مِنَ الْمُسْتَقْبَلِ وَأَوْهَامًا لَا وُجُودَ لَهَا فَضْلًا عَنِ الْأَوْهَامِ الَّتِي قَدْ تَكُونُ لَكِنْ إِذَا قَوِيَ الْإِيمَانُ فِي الْقَلْبِ وَقَوِيَ التَّوْحِيدُ لَا يَخْشَى إِلَّا اللهَ

اخْتَلَفَ مَعَ صَاحِبِهِ وَشَرِيكِهِ فِي طَلَبِ رِزْقِهِ لَا يَعُدُّ الرِّزْقَ انْتَهَى يَتَّقِي اللهَ فِي شَرِيكِهِ إِنْ تَمَّ فَالْحَمْدُ لِلهِ، مَا تَمَّ فَلَعَلَّ اللهَ قَدْ صَرَفَهُ عَنْ شَرٍّ

اخْتَلَفَ هُوَ وَزَوْجَتُهُ يَشْعُرُ الدُّنْيَا ضَاقَتْ وَانْتَهَتْ لَعَلَّ اللهَ أَرَادَ خَيْرًا بِفِرَاقِهَا وَلَعَلَّ اللهَ أَرَادَ خَيْرًا بِأَنْ يَحْصُلَ وِفَاقٌ بَعْدَ ذَلِكَ أَحْسَنَ وَأَحْسَنَ

فَلَا يُبَالِغُ الْإِنْسَانُ فِي الْهُمُومِ مَرِضَ وَلَدُهُ يَهْلَعُ أُصِيبَ بِالسَّرَطَانِ، بِهَذِهِ الْأَمْرَاضِ كَالسَّرَطَانِ وَغَيْرِهِ انْتَهَتْ انْتَهَى الْأَمْرُ مَا انْتَهَى أَنْتَ مُؤْمِنٌ حَيَاةُ الدُّنْيَا دَارُ الِابْتِلَاءِ وَدَارُ الْعُبُورِ لَيْسَتْ شَيْئًا

وَاللهِ الْعَظِيمِ، إِنَّ مَنْ مَاتَ بِأَمْرَاضٍ كَالسَّرَطَانِ وَغَيْرِهِ أَحْسَنُ مِنْ وَجْهٍ مِمَّنْ مَاتَ فَجْأَةً لِأَنَّ هَذَا مَرَّ بِكَفَّارَاتٍ وَصَارَ إِنْذَارًا لَهُ، وَيَرَى أَنْ يُرَاجِعَ نَفْسَهُ

أَمَّا الَّذِي مَاتَ فَجْأَةً فَمِنْ وَجْهٍ لَمْ يَتَيَسَّرْ لَهُ مِثْلُ هَذَا فَاللهُ رَحْمَنٌ، اللهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ، فَأَحْسِنِ الظَّنَّ بِاللهِ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ

فَيَا إِخْوَانُ لَا تَخَافُوا إِلَّا مِنَ اللهِ لَا الْخَوْفَ مِنَ الْمُسْتَقْبَلِ، لَا الْخَوْفَ مِنَ الْفَقْرِ، لَا الْخَوْفَ مِنَ الْمَرَضِ لَا الْخَوْفَ عَلَى نَفْسِكَ وَعَلَى وَلَدِكَ وَغَيْرِ ذَلِكَ الْأَمْرُ كُلُّهُ لِلهِ

وَلَوْ رَأَيْتَ فِي حَيَاتِكَ وَرَاجَعْتَهَا وَجَدْتَ أُمُورًا كُنْتَ مُتَحَسِّرًا لَهَا رَأَيْتَ فِيهَا خَيْرًا لَمْ يَخْطُرْ لَكَ بِالْبَالِ

وَكَذَا فِي أَخْبَارِ النَّاسِ وَقِصَصِهِمْ مِنْهُمْ مَنْ فُصِلَ مِنْ عَمَلِهِ فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهُ انْتَهَى رِزْقُهُ فَقَدْ فُتِحَ عَلَيْهِ رِزْقٌ عَظِيمٌ

الرَّزَّاقُ هُوَ اللهُ مَا كَتَبَ لَكَ سَيَأْتِيكَ وَاعْلَمْ كَمَا يَقُولُ ابْنُ الْقَيِّمِ: أَنَّهُ إِذَا قُدِّرَ عَلَيْكَ الْفَقْرُ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ لِأَنَّكَ لَسْتَ مُرَادًا لِلدُّنْيَا، إِنَّمَا مُرَادٌ لِلْآخِرَةِ وَإِنْ قُدِّرَ عَلَيْكَ الْمَرَضُ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ لِأَنَّ اللهَ يُرِيدُكَ لِلْآخِرَةِ وَهَكَذَا

أَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَعُمَّنَا وَإِيَّاكُمْ بِرَحْمَتِهِ وَأَنْ يَرْزُقَنَا الْيَقِينَ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ وَأَلَّا نَخَافَ إِلَّا مِنَ اللهِ سُبْحَانَهُ

هَلْ يَعْنِي هَذَا تَرْكَ الْأَسْبَابِ؟ كَلَّا الْيَوْمَ نَحْنُ نَعِيشُ أَزْمَةَ الْمُبَالَغَةِ فِي الْأَسْبَابِ بِحُجَّةِ عَدَمِ تَرْكِ الْأَسْبَابِ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.