Syaikh kami yang mulia, semoga Allah memberkahi Anda. Sudah menjadi tabiat manusia mengalami futur (melemahnya semangat). Lantas, bagaimana cara mengatasinya dan mencegahnya? Mohon berikan faedah kepada kami. Semoga Allah memberkahi Anda.
Segala puji bagi Allah. Selawat dan salam semoga tercurah kepada sebaik-baik ciptaan Allah, keluarga dan para sahabat beliau, serta siapa pun yang mengikuti petunjuk beliau.
Amma ba’du. Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Dan katakanlah, ‘Beramallah kalian, maka Allah akan melihat amal kalian…’” (QS. At-Taubah: 105) Allah Jalla wa ‘Ala juga berfirman, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-‘Ankabut: 69) Allah menjadikan alam ini berjalan dengan prinsip timbal balik. Allah berfirman, “Penuhilah janji-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 40)
Nabi juga bersabda, “Al-Mufarridun telah mendahului.” Para sahabat bertanya, “Siapakah Al-Mufarridun?” Nabi menjawab, “Laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim).
Dan Allah memuji orang-orang yang menjauhkan lambung mereka dari tempat tidur dan menginfakkan harta mereka, lalu berfirman tentang mereka, “Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa kenikmatan yang menyenangkan hati…” (QS. As-Sajdah: 17)
Berdasarkan hal ini, seseorang hendaknya bersungguh-sungguh melawan berbagai penyebab futur. Di antara penyebab futur adalah makan terlalu kenyang. Penyebab lainnya adalah tidak memberi tubuh istirahat yang cukup. Termasuk pula penyebabnya, terlalu sibuk dengan hal-hal sepele. Serta bergaul dengan teman-teman buruk dan lemah semangatnya.
Di antara penyebab futur lainnya, mengejar syahwat yang ada di depan mata dan tidak berminat pada kedudukan-kedudukan yang sangat tinggi. Jadi, ada berbagai penyebab futur.
Apabila seorang pelajar muslim memahami dan mempelajari hal ini, ia akan mengetahui manfaat bersungguh-sungguh dan bahaya futur. Karena itu, Rabb kita Jalla wa ‘Ala berfirman kepada Nabi-Nya agar berlindung kepada-Nya dari kemalasan. “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia.” (Lihat HR. Bukhari no. 6369, dengan lafaz yang berbeda).
Karena semua ini membahayakan. Kemalasan menghalangi seseorang dari ilmu, menghalanginya dari berbagi, dan menghalanginya dari berkarya. Karena itu, seorang muslim hendaknya terlebih dahulu menjaga kesehatan tubuhnya agar tetap bersemangat.
Hendaknya ia juga memahami manfaat kesungguhan dan amal, serta meninggalkan kemalasan dan futur. Ia juga perlu memahami bahwa tubuh adalah ciptaan Allah yang memerlukan istirahat.
Ia juga hendaknya mengatur waktu, karena dirinya memiliki hak, keluarganya memiliki hak, dan pasangannya pun memiliki hak. Hendaknya pula ia mengatur waktunya agar mampu menunaikan berbagai kewajiban yang dibebankan kepadanya, serta berusaha menunaikannya dengan tepat dan sebaik mungkin.
Seorang penuntut ilmu dan siapa pun yang ingin produktif harus memberi tubuhnya istirahat, agar dapat terus berkarya, baik dengan tidur, bersantai, maupun makan yang baik. Kurangi bergaul, kecuali dengan orang yang dapat kau buat lebih baik atau yang membuatmu lebih baik.
Dengan hal-hal ini, seseorang akan lebih banyak mengambil manfaat dari hidupnya dan produktivitasnya pun meningkat. Dan yang paling sering kami sampaikan bahwa penghalang-penghalang yang menghambat itu adalah manusia, harta, diri sendiri, dan setan.
Dan semua obat untuk mengatasinya terdapat dalam dalil-dalil, dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Banyak pula karya yang membahasnya.
Kita memohon kepada Allah Jalla wa ‘Ala agar memberi kita pandangan yang jelas tentang kebenaran, dan menganugerahi kita kemampuan untuk mengikutinya, serta memberi kita pandangan yang jelas tentang kebatilan dan menganugerahi kita kemampuan untuk menjauhinya, dan agar perkara itu tidak menjadi samar bagi kita.
Sungguh, Allah adalah sebaik-baik Dzat yang dimintai dan Maha Kuasa atas semua itu. Semoga Allah melimpahkan selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau.
=====
شَيْخَنَا الْفَاضِلَ، بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ مِنْ طَبِيعَةِ الْإِنْسَانِ أَنْ يُصِيبَهُ الْفُتُورُ فَمَا السَّبِيلُ إِلَى عِلَاجِ ذَلِكَ وَالْوِقَايَةِ مِنْهُ؟ أَفِيدُونَا بَارَكَ اللهُ فِيكُمْ
الْحَمْدُ لِلهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُولُ وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ الْآيَةَ وَيَقُولُ جَلَّ وَعَلَا: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَجَعَلَ هَذَا الْكَوْنَ يُحْكَمُ بِقَانُونِ الْمُعَاوَضَةِ قَالَ: وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ
وَقَالَ: سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ
وَمَدَحَ الَّذِينَ يُبْعِدُونَ جُنُوبَهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ وَيَبْذُلُونَ أَمْوَالَهُمْ فَقَالَ فِي حَقِّهِمْ: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ
وَبِنَاءً عَلَى هَذَا يَنْبَغِي لِلْإِنْسَانِ أَنْ يُكَابِدَ وَسَائِلَ الْفُتُورِ فَمِنْ وَسَائِلِ الْفُتُورِ الِامْتِلَاءُ مِنَ الطَّعَامِ وَمِنْ وَسَائِلِ الْفُتُورِ عَدَمُ إِعْطَاءِ الْجِسْمِ الرَّاحَةَ الْكَافِيَةَ وَمِنْ وَسَائِلِ الْفُتُورِ التَّعَلُّقُ بِالتَّوَافِهِ وَمِنْ وَسَائِلِ الْفُتُورِ صُحْبَةُ الْأَشْرَارِ وَضِعَافِ الْهِمَمِ
وَمِنْ وَسَائِلِ الْفُتُورِ الرَّغْبَةُ فِي الشَّهْوَةِ الْحَاضِرَةِ وَالزُّهْدُ فِي الْمَقَامَاتِ الْعُلْيَا الَّتِي هِيَ عَالِيَةٌ فَهُنَاكَ وَسَائِلُ
فَإِذَا فَهِمَ الطَّالِبُ الْمُسْلِمُ وَتَعَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ يَعْرِفُ مَا فِي الِاجْتِهَادِ وَمَا فِي الْفُتُورِ مِنَ الضَّرَرِ وَلِذَلِكَ رَبُّنَا جَلَّ وَعَلَا قَالَ لِنَبِيِّهِ إِنَّهُ يَسْتَعِيذُ مِنَ الْكَسَلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَمِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَمِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
لِأَنَّ هَذِهِ أُمُورٌ مُضِرَّةٌ، فَالْكَسَلُ يَمْنَعُ الْإِنْسَانَ مِنَ الْعِلْمِ وَيَمْنَعُهُ مِنَ الْبَذْلِ، وَيَمْنَعُهُ مِنَ الْإِنْتَاجِ فَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَعْتَنِيَ بِصِحَّةِ بَدَنِهِ أَوَّلًا حَتَّى يَكُونَ نَشِيطًا
وَيَنْبَغِي أَنْ يَعْتَنِيَ بِالْعِلْمِ فِي فَائِدَةِ الِاجْتِهَادِ وَالْعَمَلِ وَتَرْكِ التَّكَاسُلِ وَالْفُتُورِ وَيَنْبَغِي أَيْضًا أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ الْجِسْمَ مَخْلُوقٌ وَيَحْتَاجُ إِلَى نَوْعٍ مِنَ الرَّاحَةِ
كَمَا أَنَّهُ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يُنَظِّمَ الْوَقْتَ لِأَنَّ لِلنَّفْسِ حَقًّا، وَلِلْأَهْلِ حَقًّا، وَلِلزَّوْجِ حَقًّا فَيَنْبَغِي أَنْ يُنَظِّمَ وَقْتَهُ حَتَّى يَسْتَطِيعَ أَنْ يُؤَدِّيَ الْوَاجِبَاتِ الْمَفْرُوضَةَ عَلَيْهِ وَيُسَدِّدَ وَيُقَارِبَ
وَلَا بُدَّ لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَالَّذِي يُرِيدُ أَنْ يُنْتِجَ أَنْ يُعْطِيَ لِجِسْمِهِ رَاحَةً حَتَّى يَسْتَطِيعَ أَنْ يُنْتِجَ مِنَ النَّوْمِ وَمِنَ الِاسْتِجْمَامِ وَمِنَ الْأَكْلِ الْجَيِّدِ وَمِنْ قِلَّةِ مُخَالَطَةِ غَيْرِ مَنْ تَرْفَعُهُ أَوْ يَرْفَعُكَ
بِهَذِهِ الْأُمُورِ الْإِنْسَانُ يَسْتَفِيدُ فِي حَيَاتِهِ وَيَكْثُرُ إِنْتَاجُهُ وَأَكْثَرُ مَا قُلْنَا إِنَّ الْمُعَوِّقَاتِ الَّتِي تُعَوِّقُ هِيَ النَّاسُ وَالْمَالُ وَالنَّفْسُ وَالشَّيْطَانُ
وَكُلُّ عِلَاجِ ذَلِكَ مَوْجُودٌ فِي النُّصُوصِ وَفِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَفِيهِ تَآلِيفُ كَثِيرَةٌ
نَرْجُو اللهَ جَلَّ وَعَلَا أَنْ يُبَصِّرَنَا بِالْحَقِّ وَيَرْزُقَنَا اتِّبَاعَهُ وَأَنْ يُبَصِّرَنَا بِالْبَاطِلِ وَيَرْزُقَنَا اجْتِنَابَهُ وَأَنْ لَا يَجْعَلَ الْأَمْرَ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا
إِنَّهُ خَيْرُ مَسْؤُولٍ وَالْقَادِرُ عَلَى ذَلِكَ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ