6 Obat untuk Hati yang Sakit- Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili #NasehatUlama

Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, wahai Syaikh kami, dan memberkahi Anda. Apa obat sombong dan hasad bagi orang yang mendapati sedikit dari sifat tersebut di dalam hatinya, tanpa ia menampakkannya ataupun melakukan sesuatu berdasarkan dorongan sifat tersebut?

[OBAT PERTAMA] Obat bagi seluruh penyakit hati, obat yang paling agung untuk semuanya adalah Al-Qur’an Al-Karim. Al-Qur’an adalah penyembuh. Tidak ada sesuatu yang dapat mengobati hati semisal Al-Qur’an.

Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dengan tadabur. Yakinlah, hatimu akan menjadi lembut. Dan yakinlah, hatimu akan menjadi sehat.

[OBAT KEDUA] Hal kedua, membaca hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sirah kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[OBAT KETIGA] Hal ketiga, membaca kisah kehidupan para Salafus Saleh, semoga keridaan Allah tercurah kepada mereka.

[OBAT KEEMPAT] Hal keempat, bersahabat dengan orang-orang saleh. Sebab, dari orang-orang saleh seseorang dapat memperoleh berbagai sifat baik yang sebelumnya tidak ada pada dirinya.

[OBAT KELIMA] Hal kelima, memperbanyak doa, terutama di waktu malam. Saudaraku, tidak ada yang dapat mendatangkan rahmat, tidak ada pula yang dapat mendatangkan ampunan, serta tidak ada yang dapat mendatangkan berbagai kebaikan, yang semisal dengan doa yang dipanjatkan di tengah malam.

Apabila engkau menyendiri bersama Allah di waktu malam, dan mengerjakan Salat Malam karena Allah, lalu engkau mengerjakan Salat Witir, engkau berdoa di dalam salat dan setelah salat yang engkau kerjakan, demi Allah, berbagai kebaikan, rahmat, keberkahan, dan ampunan akan didatangkan melalui amalan yang agung ini.

[OBAT KEENAM]Faktor lain yang dapat melembutkan hati adalah seseorang mengingat kematian, apa yang terjadi setelah kematian, mengingat apa yang ada di sisi Allah,serta mengingat hukuman yang Allah tetapkan bagi orang-orang yang sombong.

Kemudian ketahuilah—semoga Allah memberimu taufik—bahwa di antara bentuk taufik Allah ialah ketika seseorang mendapati suatu sifat buruk dalam dirinya, ia tidak membiarkan sifat itu terwujud dalam perbuatannya. Ia melawan dirinya agar tidak bertindak berdasarkan dorongan sifat tersebut.

Boleh jadi seseorang memiliki sifat kikir, tetapi ia tidak menuruti sifat kikirnya itu. Orang seperti ini berada di atas kebaikan, dan ia terus berusaha mengobati dirinya. Yang menjadi petaka ialah ketika engkau menuruti kekikiran itu.

Boleh jadi ada kesombongan dalam diri seseorang, tetapi ia tidak menurutinya. Justru ia memperlakukan orang lain dengan rendah hati, meskipun masih terdapat kesombongan di dalam hatinya, dan ia terus berusaha mengobati dirinya. Ini termasuk taufik Allah kepada seorang hamba.

Sebagai penutup, saya katakan: Sesungguhnya apabila seseorang menyerahkan hajatnya kepada Allah, niscaya ia akan segera mendapatkan jawaban. Yang terpenting, engkau benar-benar meminta tolong kepada Allah dengan jujur dan ikhlas. Barang siapa bersama Allah, Allah ‘Azza wa Jalla akan bersamanya. Barang siapa jujur kepada Allah, Allah akan membuktikan kejujurannya.

Seperti sahabat yang berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak keluar bersamamu demi mendapatkan harta rampasan…Namun aku keluar bersamamu agar terkena anak panah dari sini dan menembus keluar dari sini.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika ia benar-benar jujur kepada Allah, Allah akan mewujudkan apa yang ia nyatakan dengan jujur.” Setelah pertempuran, ia pun dicari. Ia ditemukan dalam keadaan terkena anak panah tepat pada bagian yang sebelumnya ia tunjuk, anak panah itu menembus keluar pada bagian yang juga ia tunjuk.

Ia benar-benar jujur kepada Allah. Yang terpenting, jujurlah kepada Allah. Sebagian besar kekurangan kita terletak pada kurangnya kejujuran kepada Allah.

=====

أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكُمْ شَيْخَنَا وَبَارَكَ فِيكُمْ مَا هُوَ عِلَاجُ الْكِبْرِ وَالْحَسَدِ لِمَنْ يَجِدُ فِي قَلْبِهِ شَيْئًا مِنْهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُظْهِرَهُ أَوْ أَنْ يَعْمَلَ بِهِ؟

عِلَاجُ أَمْرَاضِ الْقُلُوبِ كُلِّهَا أَعْظَمُ عِلَاجٍ لِذَلِكَ الْقُرْآنُ الْكَرِيمُ الْقُرْآنُ شِفَاءٌ مَا عُولِجَتِ الْقُلُوبُ بِمِثْلِ الْقُرْآنِ

أَكْثِرْ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ بِتَدَبُّرٍ ثِقْ أَنَّ قَلْبَكَ سَيَلِينُ وَثِقْ أَنَّ قَلْبَكَ سَيَسْلَمُ

الْأَمْرُ الثَّانِي قِرَاءَةُ أَحَادِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسِيرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

وَالْأَمْرُ الثَّالِثُ قِرَاءَةُ سِيَرِ السَّلَفِ الصَّالِحِ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِمْ

وَالْأَمْرُ الرَّابِعُ: مُصَاحَبَةُ الْأَخْيَارِ فَإِنَّ الْأَخْيَارَ يَكْتَسِبُ مِنْهُمُ الْإِنْسَانُ أُمُورًا قَدْ لَا تَكُونُ فِيهِ

وَالْأَمْرُ الْخَامِسُ: كَثْرَةُ الدُّعَاءِ وَلَا سِيَّمَا فِي اللَّيْلِ يَا أَخِي مَا اسْتُجْلِبَتِ الرَّحْمَةُ وَمَا اسْتُجْلِبَتِ الْمَغْفِرَةُ وَمَا اسْتُجْلِبَتِ الْخَيْرَاتُ بِمِثْلِ دُعَاءٍ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ

إِذَا خَلَوْتَ بِاللهِ فِي اللَّيْلِ وَصَلَّيْتَ لِلهِ وَأَوْتَرْتَ تَدْعُو فِي صَلَاتِكَ وَتَدْعُو بَعْدَ صَلَاتِكَ وَاللهِ تُسْتَجْلَبُ الْخَيْرَاتُ وَالرَّحَمَاتُ وَالْبَرَكَاتُ وَالْمَغْفِرَةُ بِهَذَا الْأَمْرِ الْعَظِيمِ

أَيْضًا مِمَّا يُرَقِّقُ الْقُلُوبَ أَنْ يَتَذَكَّرَ الْإِنْسَانُ الْمَوْتَ وَمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَأَنْ يَتَذَكَّرَ مَا عِنْدَ اللهِ وَيَتَذَكَّرَ مَا جَعَلَهُ اللهُ مِنْ عُقُوبَةٍ لِلْمُتَكَبِّرِينَ

ثُمَّ اعْلَمْ -وَفَّقَكَ اللهُ- أَنَّ مِنَ التَّوْفِيقِ أَنَّ مَنْ وَجَدَ فِي نَفْسِهِ صِفَةً قَبِيحَةً أَلَّا يُنْفِذَهَا أَنْ يُجَاهِدَ نَفْسَهُ أَلَّا يَعْمَلَ بِهَا

قَدْ يَكُونُ الْإِنْسَانُ شَحِيحًا، قَدْ يَكُونُ شَحِيحًا لَكِنَّهُ لَا يُطِيعُ شُحَّهُ فَهَذَا عَلَى خَيْرٍ وَيُعَالِجُ نَفْسَهُ الْبَلَاءُ أَنْ تُطِيعَ الشُّحَّ

قَدْ يَكُونُ فِي نَفْسِ الْإِنْسَانِ كِبْرٌ لَكِنَّهُ لَا يُطِيعُهُ بَلْ يُعَامِلُ النَّاسَ بِتَوَاضُعٍ وَإِنْ وُجِدَ الْكِبْرُ فِي قَلْبِهِ وَيُعَالِجُ نَفْسَهُ وَهَذَا مِنْ تَوْفِيقِ اللهِ لِلْعَبْدِ

وَأَقُولُ خَاتِمًا إِنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا وَضَعَ حَاجَتَهُ عِنْدَ اللهِ اسْتُجِيبَ لَهُ قَرِيبًا الْمُهِمُّ أَنْ تَلْجَأَ إِلَى اللهِ بِصِدْقٍ وَإِخْلَاصٍ وَمَنْ كَانَ مَعَ اللهِ كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مَعَهُ وَمَنْ صَدَقَ اللهَ صَدَقَهُ اللهُ

ذَاكَ الصَّحَابِيُّ الَّذِي قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ مَا خَرَجْتُ مَعَكَ مِنْ أَجْلِ الْغَنِيمَةِ وَإِنَّمَا خَرَجْتُ أَنْ أُصَابَ مِنْ هُنَا وَيَخْرُجَ مِنْ هَاهُنَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنْ يَصْدُقِ اللهَ يَصْدُقْهُ اللهُ فَتُفُقِّدَ بَعْدَ الْمَعْرَكَةِ فَوُجِدَ وَقَدْ أُصِيبَ بِسَهْمٍ مِنَ الْمَكَانِ الَّذِي أَشَارَ إِلَيْهِ وَخَرَجَ مِنَ الْمَكَانِ الَّذِي أَشَارَ إِلَيْهِ

صَدَقَ اللهَ الْمُهِمُّ اصْدُقِ اللهَ أَكْثَرُ الْخَلَلِ عِنْدَنَا فِي عَدَمِ الصِّدْقِ مَعَ اللهِ

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.