Makna hadits “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya”, sebagaimana telah kita bahas pada pelajaran sebelumnya, adalah ia akan dihimpun dalam golongan mereka dan dikum
pulkan bersama mereka. Bahwa ia akan berada dalam kelompok mereka dan dibersamakan dengan mereka.
Oleh karena itu, diriwayatkan dari Anas bahwa ia berkata: “Aku mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga mencintai Abu Bakar dan Umar.” Namun, muncul sebuah persoalan dalam hal ini, sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama. Yaitu, apakah maksud dari “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya” berarti ia akan menempati derajat yang sama di surga kelak?
Sehingga, barang siapa yang mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan berada di derajat yang sama dengan beliau? Dan barang siapa yang mencintai Abu Bakar serta Umar akan berada di derajat yang sama dengan mereka berdua? Jawabannya adalah tidak. Bukan itu maksudnya. Sebab, penduduk surga itu memiliki derajat yang bertingkat-tingkat. Jarak antara dua derajat saja sejauh jarak antara langit dan bumi.
Sekadar rasa cinta tidak lantas menyebabkan seseorang diangkat dari kedudukannya menuju derajat yang sangat tinggi, yaitu derajat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta derajat Abu Bakar dan Umar. Akan tetapi, maksudnya adalah ia akan sama-sama berada di dalam surga.
Oleh karena itu, Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata saat menjawab persoalan ini: “Dengan pemahaman ini, gugurlah bantahan yang menyatakan bahwa kedudukan mereka itu berbeda-beda.
Lalu bagaimana mungkin terwujud ‘kebersamaan’ dalam hadits: ‘Seseorang akan bersama orang yang dicintainya’?” Maka, sebagai jawaban atas persoalan tersebut, dapat dikatakan: Sesungguhnya kebersamaan itu terwujud hanya dengan sekadar berkumpul dalam suatu hal. Bahwa kebersamaan terwujud cukup dengan adanya kesamaan dalam suatu perkara tertentu, dan tidak mengharuskan kesamaan dalam segala hal.
Maka, apabila telah ditetapkan bahwa semuanya masuk ke dalam surga, telah terwujudlah ‘kebersamaan’ tersebut, meskipun tingkat derajat mereka berbeda-beda. Ini adalah jawaban atas permasalahan ini. Atas dasar itu, makna seseorang bersama orang yang dicintainya adalah ia akan sama-sama berada di dalam surga, dan tidak mengharuskan ia berada di derajat yang sama persis.
Ia berada di surga bersama mereka, yakni dibangkitkan dalam golongan mereka dan ditempatkan di surga bersama-sama, meskipun berbeda tingkatannya. Hadits ini harus dipahami dengan pemahaman yang benar. Sebab, sebagian penceramah terkadang menyampaikan hadits ini dan menyebutkan keutamaan cinta, lalu mengira maksudnya adalah mereka akan menempati satu derajat yang sama di surga. Hal ini tidak benar. Bukan itu maksudnya. Maksud yang benar adalah mereka semua akan sama-sama menghuni surga, tapi derajat mereka berbeda-beda.
=====
وَمَعْنَى الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ كَمَا مَرَّ مَعَنَا فِي الدَّرْسِ السَّابِقِ أَنَّهُ يَكُونُ فِي زُمْرَتِهِمْ وَمُلْحَقًا بِهِمْ أَنَّهُ يَكُونُ فِي زُمْرَتِهِمْ وَمُلْحَقًا بِهِمْ
وَلِهَذَا رُوِيَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ فَأَنَا أُحِبُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُحِبُّ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَلَكِنْ يَرِدُ عَلَى هَذَا إِشْكَالٌ ذَكَرَهُ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ وَهُوَ هَلِ الْمَقْصُودُ أَنَّهُ أَنَّ الْمَرْءَ مَعَ مَنْ أَحَبَّ أَنَّهُ يَكُونُ فِي مَنْزِلَتِهِ فِي الْجَنَّةِ
فَمَنْ أَحَبَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ فِي مَنْزِلَتِهِ وَمَنْ أَحَبَّ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ يَكُونُ فِي مَنْزِلَتِهِمَا؟ الْجَوَابُ لَا لَيْسَ هَذَا الْمَقْصُود لِأَنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ دَرَجَاتُهُمْ مُتَفَاوِتَةٌ وَمَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
وَمُجَرَّدُ الْمَحَبَّةِ لَا تَقْتَضِي رَفْعَهُ مِنْ دَرَجَتِهِ إِلَى هَذِهِ الدَّرَجَةِ الْعَلِيَّةِ دَرَجَةِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَدَرَجَةِ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَلَكِنِ الْمَقْصُودُ أَنَّهُ يَكُونُ فِي الْجَنَّةِ أَنَّهُ يَكُونُ فِي الْجَنَّةِ
وَلِهَذَا قَالَ الْحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ يُجِيبُ عَنْ هَذَا الْإِشْكَالِ قَالَ وَبِهَذَا يَنْدَفِعُ إِيرَادُ أَنَّ مَنَازِلَهُمْ مُتَفَاوِتَةٌ
فَكَيْفَ تَصِحُّ الْمَعِيَّةُ الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ؟ فَيُقَالُ يَعْنِي فِي الْجَوَابِ عَنْ هَذَا الْإِشْكَالِ إِنَّ الْمَعِيَّةَ تَحْصُلُ بِمُجَرَّدِ الِاجْتِمَاعِ فِي شَيْءٍ إِنَّ الْمَعِيَّةَ تَحْصُلُ بِمُجَرَّدِ الِاجْتِمَاعِ فِي شَيْءٍ مَاوَلَا تَلْزَمُ فِي جَمِيعِ الْأَشْيَاءِ
فَإِذَا اتَّفَقَ أَنَّ الْجَمِيعَ دَخَلُوا الْجَنَّةَ صَدَقَتِ الْمَعِيَّةُ وَإِنْ تَفَاوَتَتِ الدَّرَجَاتُ هَذَا هُوَ الْجَوَابُ عَنْ هَذَا الْإِشْكَالِ وَعَلَى ذَلِكَ فَمَعْنَى أَنَّ الْمَرْءَ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَعْنِي أَنَّهُ يَكُونُ فِي الْجَنَّةِ وَلَا يَلْزَمُ أَنْ يَكُونَ فِي نَفْسِ الدَّرَجَةِ
إِنَّمَا يَكُونُ فِي الْجَنَّةِ مَعَهُمْ يَعْنِي يُحْشَرُ فِي زُمْرَتِهِمْ وَيُلْحَقُ بِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانُوا مُتَفَاوِتِينَ فِي الدَّرَجَاتِ فَلَا بُدَّ أَنْ يُفْهَمَ هَذَا الْحَدِيثُ الْفَهْمَ الصَّحِيحَ لِأَنَّ بَعْضَ الْوُعَّاظِ قَدْ يَذْكُرُ هَذَا الْحَدِيثَ وَيَذْكُرُ فَضْلَ الْمَحَبَّةِ ثُمَّ يَعْنِي يَظُنُّ أَنَّ الْمَقْصُودَ أَنَّهُمْ يَكُونُونَ عَلَى دَرَجَةٍ وَاحِدَةٍ فِي الْجَنَّةِ وَهَذَا غَيْرُ صَحِيحٍ لَيْسَ هَذَا هُوَ الْمَقْصُودُ وَإِنَّمَا الْمَقْصُودُ أَنَّهُمْ يَكُونُونَ فِي الْجَنَّةِ لَكِنْ دَرَجَاتُهُمْ مُتَفَاوِتَةٌ