Apabila seseorang lupa menunaikan Zakat Fitrah hingga batas waktunya berlalu, apakah ia dimaafkan karena lupa? Dan apakah ia wajib mengqadhanya?
Ya, ia wajib mengqadhanya (membayarnya) seketika saat ia teringat. Kapan pun ia teringat tentang Zakat Fitrah itu, ia harus segera mengqadhanya.
Bahkan jika ia teringat setelah hari raya, Zakat fitrah yang telah terlewat waktunya harus tetap diqadha.
Sebagai contoh, jika seseorang lupa membayar Zakat Fitrah pada tahun lalu, dan baru teringat sekarang, ia baru teringat bahwa ia belum menunaikan Zakat Fitrah tersebut, maka ia wajib membayar Zakat Fitrah tersebut sekarang juga, dan ia dimaafkan atas kelalaiannya tersebut.
=====
إِذَا نَسِيَ إِخْرَاجَ زَكَاةِ الْفِطْرِ بَعْدَ وَقْتِهَا هَلْ يُعْذَرُ بِالنِّسْيَانِ؟ وَهَلْ يَقْضِي؟
نَعَمْ يَقْضِي مِنْ حِينِ الذِّكْرِ مَتَى مَا تَذَكَّرَ زَكَاةَ الْفِطْرِ قَضَاهَا
حَتَّى لَوْ كَانَ ذَلِكَ بَعْدَ يَوْمِ الْعِيْدِفَزَكَاةُ الفِطْرِ إِذَا فَاتَتْ تُقْضَى
مَثَلًا لَوْ أَنَّ شَخْصًا نَسِيَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنَ الْعَامِ الْمَاضِي وَتَذَكَّرَهَا الْآنَ تَذَكَّرَ الْآنَ أَنَّهُ لَمْ يُخْرِجْ زَكَاةَ الْفِطْرِ فَيُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ الْآنَ وَهُوَ مَعْذُورٌ بِالنِّسْيَانِ