Jangan Terkecoh Malam ke-27! Ini 4 Amalan Utama di Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah salah satu karunia yang hanya Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada umat ini, umat lain tidak. Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

Terkait Lailatul Qadar, kita memiliki beberapa pembahasan. Pembahasan pertama: Kapan waktu terjadinya? Sebagian ulama seperti Ibnu Mas’ud berpendapat bahwa ia ada di sepanjang tahun; siapa yang Shalat Malam sepanjang tahun, ia akan mendapati Lailatul Qadar. Namun, terdapat banyak hadits yang menegaskan bahwa ia ada di bulan Ramadan. Jadi, ia adalah salah satu malam di bulan Ramadan.

Terdapat pula banyak riwayat lainnya—meskipun tidak sebanyak riwayat yang menyebut Ramadan secara umum—bahwa Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir. Ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membatasi waktunya hanya pada 10 malam terakhir, bukan pada malam-malam lainnya.

Namun, kapan tepatnya di 10 malam terakhir itu? Ada hadits yang menyebutkan malam ke-21. Ada pula yang menyebutkan malam ke-22. Riwayat lain menyebutkan malam ke-23. Ada yang menyebutkan malam ke-24. Ada pula malam ke-25. Bahkan ada yang menyebutkan malam ke-26, 27, hingga malam terakhir.

Mengapa bisa berbeda-beda? Karena perhitungan malamnya bisa jadi dari malam ganjil. Saat Nabi bersabda: “Carilah ia pada malam-malam ganjil,” maka malam ganjil ini bisa dihitung dari awal bulan, bisa pula dihitung dari akhir bulan. Jika bulan berjumlah 30 hari, maka ganjil dari awal bulan adalah malam ke-21, 23, 25, 27, (dan 29). Namun, jika dihitung dari akhir bulan, maka ganjilnya bisa jatuh pada malam ke-30, 28, dan seterusnya. Jadi, setiap malam di 10 malam terakhir berpotensi menjadi Lailatul Qadar.

Allah telah menyembunyikan waktu pastinya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Waktu tepatnya tidak diketahui oleh Nabi. Nabi sempat mengetahuinya, tapi lalu dibuat lupa oleh Allah. Maka, bagaimana mungkin ada orang yang bisa memastikan waktunya jika Nabi saja tidak tahu? Memang ada sahabat seperti Ubay bin Ka’ab yang sangat yakin pada malam ke-27 karena tanda tertentu. Kita katakan bahwa itu adalah kemungkinan terbesarnya.

Oleh karena itu, lebih baik bagi seorang muslim untuk mencarinya di 10 malam terakhir. Apa yang bisa dilakukan pada malam tersebut? Ada 2 yang sahih dari Nabi mengenai keutamaan Lailatul Qadar. Pertama, dilipatgandakannya nilai ibadah. Kedua, “Barang siapa Shalat Malam pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim). Inilah dua keutamaannya.

Lalu amalan apa saja yang dapat dikerjakan? Yaitu amalan yang telah diajarkan oleh Nabi. Amalan pertama adalah Shalat Malam. “Barang siapa Shalat Malam pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala…”Sangat disunahkan Shalat Malam pada Lailatul Qadar atau di 10 malam terakhir. Bahkan para ulama berkata untuk meneladani para sahabat: Dianjurkan bagi orang yang ingin tidur di masjid pada 10 malam terakhir, agar tidurnya dalam posisi duduk bersila. Tujuannya agar ia tidak tidur terlalu nyenyak dan bisa menghabiskan malam dengan banyak shalat. Jadi, hendaknya mengurangi tidur. Dulu, Nabi mengencangkan sarungnya dan menghidupkan 10 malam terakhir, serta membangunkan keluarganya. Ini amalan pertama, yaitu shalat.

Amalan kedua, disunahkan menetap di masjid, yakni beriktikaf. Haditsnya telah kalian ketahui sendiri, hadits Abu Said: Nabi beriktikaf di awal bulan pertengahan, dan akhir. Namun, amalan terakhir yang Nabi rutinkan adalah iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadan.

Amalan ketiga adalah berdoa. Aisyah bertanya: “Wahai Rasulullah, jika aku mendapati Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Nabi menjawab: “Ucapkanlah: ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNIIY
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, mencintai maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Amalan keempat adalah tilawah Al-Qur’an secara khusus. Karena pada malam-malam Ramadan ini, sangat dianjurkan secara khusus untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an.

Fokuslah pada 4 amalan ini dan kerjakanlah dengan maksimal. 4 amalan ini lebih utama dari amalan lain, karena adanya dalil yang mengkhususkannya. Sesuai kaidah yang kita pelajari bahwa waktu-waktu yang utama dianjurkan mengerjakan amalan yang ada dalil khususnya terkait waktu itu, kecuali pada waktu tertentu yang anjurannya bersifat umum, seperti 10 hari pertama bulan Zulhijah. Dengan demikian, kita telah mengetahui tentang Lailatul Qadar dan hukum-hukum yang berkaitan dengannya.

=====

لَيْلَةُ الْقَدْرِ مِمَّا امْتَنَّ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ دُونَ مَا عَدَاهَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

لَيْلَةُ الْقَدْرِ عِنْدَنَا فِيهَا عَدَدٌ مِنَ الْمَسَائِلِ أَوَّلُ هَذِهِ الْمَسَائِلِ مَتَى وَقْتُهَا؟ كَانَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ كَابْنِ مَسْعُودٍ يَقُولُ هِيَ فِي السَّنَةِ كُلِّهَا مَنْ قَامَ السَّنَةَ كُلَّهَا أَدْرَكَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَلَكِنْ جَاءَتْ أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ أَنَّهَا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فَهِيَ لَيْلَةٌ مِنْ لَيَالِي رَمَضَانَ

وَجَاءَتْ أَخْبَارٌ يَعْنِي كَثِيرَةٌ لَكِنَّهَا دُونَ الْأُولَى أَنَّهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فَجَاءَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَصْرُهَا عَلَى الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ دُونَ مَا عَدَاهَا

وَلَكِنْ أَيْنَ هِيَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ؟ جَاءَ حَدِيثٌ أَنَّهَا فِي الْحَادِي وَالْعِشْرِينَ وَجَاءَ فِي الثَّانِي وَالْعِشْرِينَ وَجَاءَ فِي الثَّالِثِ وَالْعِشْرِينَ وَجَاءَ فِي الرَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ وَجَاءَ فِي الْخَامِسِ وَالْعِشْرِينَ وَجَاءَ فِي السَّادِسِ وَالسَّابِعِ وَجَاءَ آخِرُ لَيْلَةٍ

كَيْفَ ذَاكَ؟ لِأَنَّ حِسَابَ اللَّيَالِي قَدْ يَكُونُ بِاعْتِبَارِ الْأَوْتَارِ لَمَّا قَالَ: تَحَرَّوْهَا فِي الْأَوْتَارِ الْأَوْتَارُ قَدْ تَكُونُ بِاعْتِبَارِ أَوَّلِ الشَّهْرِ، وَقَدْ تَكُونُ بِاعْتِبَارِ آخِرِهِ فَلَوْ كَانَ الشَّهْرُ تَامّاً فَالْأَوْتَارُ بِاعْتِبَارِ أَوَّلِهِ وَاحِدٌ وَعِشْرُونَ وَثَلَاثَةٌ وَعِشْرُونَ وَخَمْسَةٌ وَعِشْرُونَ وَسَبْعَةٌ وَعِشْرُونَ وَإِنْ كَانَ تَامّاً وَأَرَدْتَ الْأَوْتَارَ بِآخِرِهِ فَهِيَ ثَلَاثُونَ وَثَمَانِيَةٌ وَعِشْرُونَ وَهَكَذَا إِذاً كُلُّ لَيْلَةٍ مِنْ لَيَالِي الْعَشْرِ قَدْ تَكُونُ لَيْلَةً مِنْ لَيَالِي الْقَدْرِ

وَقَدْ أَخْفَى اللهُ ذَلِكَ عَنْ نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَفِيَتْ عَنْهُ فَإِنَّهُ قَدْ عَلِمَهَا ثُمَّ نُسِّيَهَا فَكَيْفَ لِامْرِئٍ أَنْ يَجْزِمَ بَعْدَ ذَلِكَ بِأَيِّ طَرِيقَةٍ أُخْرَى؟ نَعَمْ مِنَ الصَّحَابَةِ كَأُبَيٍّ كَانَ يَجْزِمُ لِأَمْرٍ مُعَيَّنٍ أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ فَنَقُولُ هِيَ الْأَحْرَى

وَلِذَا فَالْأَوْلَى بِالْمُسْلِمِ أَنْ يَتَحَرَّى هَذِهِ اللَّيْلَةَ فِي الْعَشْرِ كُلِّهَا مَا الَّذِي يُفْعَلُ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ؟ ثَبَتَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي فَضْلِهَا أَمْرَانِ الْأَمْرُ الْأَوَّلُ مُضَاعَفَةُ الْعِبَادَةِ وَالْأَمْرُ الثَّانِي أَنَّهُ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ هَذَانِ فَضْلَانِ

مَا الَّذِي يُفْعَلُ فِيهَا؟ يُفْعَلُ فِيهَا عِبَادَاتٌ وَرَدَتْ عَنِ النَّبِيِّ أَوَّلُهَا قِيَامُهَا: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً فَيُسْتَحَبُّ الصَّلَاةُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ أَوْ لَيَالِي الْعَشْرِ حَتَّى قَالَ الْعُلَمَاءُ اسْتِنَانًا بِالصَّحَابَةِ أَوِ اتِّبَاعاً بِالصَّحَابَةِ أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَنَامَ فِي الْعَشْرِ فِي الْمَسْجِدِ أَنْ يَنَامَ مُتَرَبِّعاً لِكَيْ لَا يَنْهَارَ وَلَا يَنَامَ فِي اللَّيْلِ لِكَثْرَةِ صَلَاتِهِ إِذاً يُقْلِلُ النَّوْمَ، النَّبِيُّ كَانَ يَشُدُّ الْمِئْزَرَ وَيُحْيِي لَيْلَهُ إِذَا جَاءَتِ الْعَشْرُ وَيُوقِظُ أَهْلَهُ هَذَا الْأَمْرُ الْأَوَّلُ وَهُوَ الصَّلَاةُ

الْأَمْرُ الثَّانِي أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ لُزُومُ الْمَسَاجِدِ الِاعْتِكَافُ الْأَمْرُ الثَّالثُ وَالْحَدِيثُ تَعْرِفُونَهُ فِي الِاعْتِكَافِ حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ اعْتَكَفَ مِنْ أَوَّلِ الشَّهْرِ وَوَسَطِهِ وَآخِرِهِ ثُمَّ كَانَ آخِرُ أَمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الِاعْتِكَافَ فِي آخِرِ الشَّهْرِ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْهُ

الْأَمْرُ الثَّالِثُ الدُّعَاءُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ أَدْرَكْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَاذَا أَقُولُ؟ قَالَ قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

الرَّابِعَةُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ خَاصَّةً وَلِذَلِكَ كَانَ هَذِهِ اللَّيَالِي مِنْ رَمَضَانَ يُسْتَحَبُّ فِيهَا قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَلَى سَبِيلِ الْخُصُوصِ

هَذِهِ الْأَرْبَعُ انْشَغِلْ بِهَا وَتَأَكَّدْ عَلَيْهَا وَهِيَ أَفْضَلُ مِنْ غَيْرِهَا مِنَ الْأَعْمَالِ هِيَ الَّتِي وَرَدَ فِيهَا اخْتِصَاصٌ وَقَدْ مَرَّ مَعَنَا الْقَاعِدَةُ أَنَّ الْأَزْمِنَةَ الْفَاضِلَةَ إِنَّمَا يُسْتَحَبُّ فِيهَا مَا وَرَدَ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا أَزْمِنَةً مُعَيَّنَةً جَاءَ مُطْلَقُ الْعَمَلِ كَالْعَشْرِ الْأَوَائِلِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ إِذاً عَرَفْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَمَا يَتَعَلَّقُ بِأَحْكَامِهَا

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.