Pahami Hakikat Syirik Kecil Ini – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Pahami Hakikat Syirik Kecil Ini – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama Syirik Kecil pada hakikatnya sangat detail pembahasannya. Sebagian ulama menyebutkan beberapa kaidahnya. Sebagai contoh, sebagian ulama itu mengatakan, “Segala hal yang menjadi perantara menuju Syirik Besar merupakan Syirik Kecil.” Akan tetapi, kaidah ini masih menimbulkan permasalahan. Sebagai contoh, Membangun mausoleum (monumen) di atas kuburan, serta …

Baca selengkapnya…Pahami Hakikat Syirik Kecil Ini – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Rahasia “Aku Tidak Tahu ” – Syaikh Abdus Salam Asy – Syuwai’ir – #NasehatUlama

Rahasia “Aku Tidak Tahu ” – Syaikh Abdus Salam Asy – Syuwai’ir – #NasehatUlama

Syekh mengatakan bahwa orang yang ditanya jika ia tidak tahu, lalu ia berkata, “Aku tidak tahu.” Baik dia seorang guru atau mufti. Syekh berkata, “Sungguh ilmu tentang itu (yang ia tak tahu) akan segera dia dapatkan.” Entah dari dirinya sendiri yang mempelajari lagi hal itu, atau dari si penanya tersebut, yang terkadang bertanya kepada ulama lain lalu membahasnya, yang dengan cara itu kemudian ilmu itu didapat.

Perkataan ini, tidaklah diucapkan oleh penulis, kecuali berdasarkan pengalamannya. Perkataan ini sungguh merupakan kebenaran yang benar-benar keluar dari lubuk hati Syekh. Saya tidak tahu ada orang lain yang mendahului Syekh dalam hal ini, kecuali jika ada sesuatu yang belum, karena memang, tidak diragukan bahwa ini butuh penelitian yang luas.

“Di antaranya, jika seseorang diam pada masalah yang tidak dia tahu, hal itu menunjukkan bahwa dia bisa dipercaya, amanah, dan berilmu pada masalah-masalah yang dijawab dengan yakin.” Ya.

“Sebagaimana orang yang dikenal berani berkata pada sesuatu yang tidak dia ketahui, itu akan menimbulkan keraguan pada semua yang dia katakan, bahkan pada masalah-masalah yang sudah jelas.”

Ya, ini adalah perkataan yang bagus, ada sebagian orang yang terkadang enggan mengatakan “Aku tidak tahu” karena ia takut disebut orang yang tidak berilmu. Padahal sebaliknya, jika Anda berkata, “Aku tidak tahu” artinya apa yang pernah Anda ucapkan adalah berdasarkan ilmu dan keyakinan, dan membuat pendengar berkesimpulan bahwa Anda berbicara dengan ilmu, bukan sekedar kira-kira atau asal bicara, justru sebaliknya, ini membuat perkataan Anda lebih kuat dan bermakna dalam hati-hati manusia, daripada Anda berbuat sebaliknya.

Justru ini yang mengantarkan Anda pada kebalikan dari apa yang Anda sangka, jika Anda berkata tentang syariat Allah tanpa ilmu. Syekh berkata, “Seperti seorang pembicara yang dikenal sebagai seorang orator, bagus perkataannya dan cerdas akalnya, orang ini tidak berbicara kecuali pada kesempatan yang tepat untuk berbicara, atau akan diam pada kesempatan yang tepat untuk diam.” Baiklah.

================================================================================

يَقُولُ الشَّيْخُ إِنَّ الْمَسْؤُولَ إِذَا تَوَقَّفَ

قَالَ لَا أَعْلَمُ مُعَلِّمًا أَوْ مُفْتِيًا

قَالَ: فَمَا أَسْرَعُ أَنْ يَأْتِيَهُ عِلْمُ ذَلِكَ

إِمَّا مِنْ مُرَاجَعَتِهِ هُوَ يُرَاجِعُ بِنَفْسِهِ

وَإِمَّا أَنْ يَكُونَ هَذَا السَّائِلُ

قَدْ يُرَاجِعُ غَيْرَهُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَيَبْحَثُ

فَحِيْنَئِذٍ تُحَصِّلُ إِلَيْهِ مَعْلُومَةٌ

وَهَذِهِ الْكَلِمَةُ مَا تَكَلَّمَ بِهَا الْمُؤَلِّفُ إِلَّا عَنِ التَّجْرِبَةِ

هَذِهِ الْكَلِمَةُ فِي غَايَةِ الصِّدْقِ

خَرَجَتْ مِنْ قَلْبِ الشَّيْخِ تَمَامًا

وَلَا أَعْلَمُ أَنَّ أَحَدًا سَبَقَ الشَّيْخَ فِي هَذَا الشَّيْءِ

إِلَّا أَنْ يَكُونُ وَقَفَ عَلَى مَا لَمْ

وَهُوَ لَا شَكَّ أَنَّهُ وَاسِعُ اطِّلَاعٍ نَعَمْ

وَمِنْهَا: أَنَّهُ إِذَا تَوَقَّفَ عَمَّا لَا يَعْرِفُ

كَانَ دَلِيلًا عَلَى ثِقَتِهِ وَأَمَانَتِهِ وَإِتْقَانِهِ

فِيمَا يَجْزِمُ بِهِ مِنَ الْمَسَائِلِ

نَعَمْ

كَمَا أَنَّ مَنْ عُرِفَ مِنْهُ الْإِقْدَامُ

عَلَى الْكَلَامِ فِيمَا لَا يَعْلَمُ

كَانَ ذَلِكَ دَاعِيًا لِلرَّيْبِ فِي كُلِّ مَا يَتَكَلَّمُ بِهِ

حَتَّى فِي الْأُمُورِ الْوَاضِحَةِ

نَعَمْ هَذَا كَلَامٌ جَيِّدٌ يَكُونُ مِنْ بَعْضِ النَّاسِ

قَدْ يَمْتَنِعُ مِنْ قَوْلِ: لَا أَعْلَمُ

خَشْيَةَ أَنْ يُقَالَ أَنَّهُ لَا عِلْمَ عِنْدَهُ

يَكُونُ بِالْعَكْسِ إِنَّكَ إِذَا قُلْتَ لَا أَعْلَمُ

مَعْنَاهُ أَنَّ مَا تَكَلَّمْتَ فِيهِ بِعِلْمٍ وَجَزَمْتَ بِهِ

يَأْخُذُ عَنْكَ الْمُسْتَمِعُ رَأْيًا أَنَّكَ تَكَلَّمْتَ بِعِلْمٍ

لَا بِظَنٍّ وَخَرَسٍ

بِالْعَكْسِ هَذَا أَقْوَى وَأَوْقَعُ بِكَلَامِكَ

فِي نُفُوسِ النَّاسِ مِنْ غَيْرِهِ

فَإِنَّ هَذَا مِنْ مُجَازَاتِكَ بِعَكْسِ مَا تَظُنُّ

إِنْ تَكَلَّمْتَ فِي الشَّرْعِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِغَيْرِ عِلْمٍ

قَالَ مِثْلُ الْمُتَكَلِّمِ الَّذِي يُعْرَفُ أَنَّهُ خَطِيبٌ

يُحْسِنُ الْكَلَامَ وَصَاحِبُ عَقْلٍ

فَهَذَا لَا يَتَكَلَّمُ إِلَّا فِي الْأَمَاكِنِ الَّتِي يَحْسُنُ فِيهَا الْكَلَامُ

وَيَسْكُتُ فِي الْمَوَاضِعِ الَّتِي يَحْسُنُ فِيهَا السُّكُوتُ

نَعَمْ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Awas Syirik Tersembunyi! – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Awas Syirik Tersembunyi! – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Di antara hal yang dapat menumbuhkan rasa takut dalam hati adalah, meskipun seorang muslim dapat selamat dari Syirik Besar, namun sulit sekali baginya untuk selamat dari Syirik Kecil.

Syirik Kecil ini dapat menyelinap masuk ke dalam hati tanpa terasa. Maka, orang yang bertauhid sangat besar ketakutannya terhadap Syirik Besar dan Syirik Kecil, dan hatinya dapat hidup dengan hadis ini, hadis tentang syirik dan rasa takut dari syirik, termasuk hal paling besar yang dapat menghidupkan hati, karena ia dapat menjadikan seorang muslim selalu berhati-hati dari kebergantungan kepada selain Allah.

Sebagaimana kamu menghindari doa kepada selain Allah, memohon pertolongan kepada selain-Nya, dan beribadah kepada selain-Nya, kamu juga harus benar-benar menghindari Syirik Kecil, baik itu yang tampak atau yang tersembunyi. Dan kamu harus berusaha menjadikan dirimu benar-benar ikhlas dan bergantung kepada Allah semata. Oleh sebab itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hal yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah Syirik Kecil.” Para Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu Syirik Kecil?” Beliau menjawab, “Riya.” (HR. Ahmad)

================================================================================

مِمَّا يَبْعَثُ الْخَوْفَ فِي الْقُلُوبِ

أَنَّ الْمُسْلِمَ وَإِنْ سَلِمَ مِنَ الشِّرْكِ الْأَكْبَرِ

فَلَا يَكَادُ يَسْلَمُ مِنَ الشِّرْكِ الْأَصْغَرِ

هَذَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ الَّذِي يَتَسَلَّلُ عَلَى الْقُلُوبِ بِلَا شُعُورٍ

فَيَعْظُمُ خَوْفُ الْمُوَحِّدِ مِنَ الشِّرْكِ الْأَكْبَرِ وَالْأَصْغَرِ

وَيَحْيَى قَلْبُهُ بِهَذَا الْحَدِيثِ

حَدِيثٍ عَنِ الشِّرْكِ وَالْخَوْفِ مِنَ الشِّرْكِ هَذَا مِنْ أَعْظَمِ مَا يُحْيِي الْقُلُوبَ

لِأَنَّهُ يَجْعَلُ المُسْلِمَ عَلَى حَذَرٍ دَائِمٍ

مِنْ أَيِّ تَعَلُّقٍ بِغَيْرِ اللهِ

كَمَا أَنَّكَ تَحْذَرُ كُلَّ الْحَذَرِ مِنْ دُعَاءِ غَيْرَ اللهِ وَالِاسْتِغَاثَةِ بِغَيْرِ اللهِ وَصَرْفِ الْعِبَادَةِ لِغَيْرِ اللهِ

كَذَلِكَ تَحْذَرُ كُلَّ الْحَذَرِ مِنَ الشِّرْكِ الْأَصْغَرِ

مِنْ ظَاهِرِهِ مِنْ خَفِيِّهِ

وَتُجَاهِدُ نَفْسَكَ عَلَى تَمَامِ الْإِخْلَاصِ وَالتَّعَلُّقُ بِاللهِ وَحْدَهُ جَلَّ جَلَالُهُ

وَلِهَذَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ

قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ؟ قَال الرِّيَاءُ

Apa Itu Syirik Besar – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Apa Itu Syirik Besar – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Syirik Besar—sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian ulama— adalah menyamakan selain Allah Ta’ala dengan Allah, dalam suatu hal yang menjadi kekhususan Allah. Pengertian ini mencakup seluruh jenis syirik, yaitu syirik dalam rububiyah, dalam nama-nama dan sifat-sifat Allah, dan dalam ibadah (uluhiyah).

“Menyamakan selain Allah dengan Allah…” ini adalah Syirik Besar. “…dalam suatu hal yang menjadi kekhususan Allah.” Ini sebenarnya adalah pengertian Syirik Besar secara umum. Maka, jika kamu ingin lebih merincinya lagi, maka dapat kamu katakan, syirik dalam ibadah adalah dengan mempersembahkan ibadah kepada selain Allah. Yakni kamu mempersembahkan ibadah kepada selain Allah, seperti menyembelih hewan untuk selain Allah, memohon pertolongan kepada selain Allah, dan berdoa kepada selain Allah; dan sihir juga termasuk dalam jenis ini, dari sisi bahwa sihir mengandung permohonan pertolongan kepada setan; dan orang-orang Nasrani yang beribadah kepada Nabi Isa ‘alaihis shalatu wassalam, dan mereka menjadikan pendeta dan rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, karena hati mereka menghamba kepada para rahib itu. Sebagai contoh, saat salah seorang dari mereka ingin bertobat, rahib akan menulis tanda bukti ampunan baginya, sehingga dalam hatinya terdapat penghambaan kepada rahib itu.

Demikian pula pengertian syirik dalam rububiyah, seperti jika ada orang yang mengaku ada sesuatu yang dapat menciptakan dan memberi rezeki bersama Allah, sebagaimana yang diyakini beberapa kelompok ekstrimis yang ekstrim dalam mengagungkan sebagian wali, sehingga ia berkata bahwa wali ini mampu menciptakan, dan mampu memberi rezeki, serta mengatur urusan alam semesta ini. Wal ‘iyadzu billah. Maka orang itu telah menjadikan sekutu bersama Allah dalam rububiyah.

Demikian juga pengertian syirik dalam nama-nama dan sifat-sifat Allah, yaitu dengan mengingkarinya, atau dengan menyifati makhluk dengan sifat-sifat itu, sebagaimana yang telah diketahui. Jadi, inilah yang berkaitan dengan Syirik Besar.

===============================================================================

الشِّرْكُ الْأَكْبَرُ كَمَا يَذْكَرُهُ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ

هُوَ تَسْوِيَةُ غَيْرِ اللهِ تَعَالَى بِاللهِ

فِي شَيْءٍ مِنْ خَصَائِصِ اللهِ

يَعْنِي هَذَا تَعْرِيفٌ يَجْمَعُ أَنْوَاعَ الشِّرْكِ

الشِّرْكُ فِي الرُّبُوبِيَّةِ وَفِي الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَفِي الْعِبَادَةِ

تَسْوِيَةُ غَيْرِ اللهِ بِاللهِ هَذَا التَّشْرِيكُ

فِي شَيْءٍ مِنْ خَصَائِصِ اللهِ

يَعْنِي هَذَا يَعْنِي فِي الْحَقِيقَةِ تَعْرِيفٌ يَعْنِي عَامٌ

فَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ تُفَصِّلَ تَقُولُ

الشِّرْكُ فِي تَوْحِيْدِ الْعِبَادَةِ الشِّرْكُ فِي الْعِبَادَةِ

يَكُونُ بِصَرْفِ الْعِبَادَةِ لِغَيْرِ اللهِ

تَصْرِفُ الْعِبَادَةَ لِغَيْرِ اللهِ

مِثْلُ الذَّبْحِ لِغَيْرِ اللهِ وَالِاسْتِغَاثَةِ بِغَيْرِ اللهِ

وَدُعَاءِ غَيْرِ اللهِ

وَالسِّحْرُ يَدْخُلُ فِي هَذَا مِنْ جِهَةِ أَنَّ السِّحْرَ فِيهِ اسْتِعَانَةُ بِالشَّيَاطِينِ

وَالنَّصَارَى مَثَلًا يُصَلُّونَ لِعِيسَى عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

وَاتَّخَذُوا أَحْبَارَهُم وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللهِ

لِأَنَّهُم يَعْنِي قُلُوبُهُمْ تَتَأَلَّهُ لِهَؤُلَاءِ الرُّهْبَانِ

لَمَّا يَأْتِي مَثَلًا يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ يَكْتُبُ الرَّاهِبُ صَكَّ الْغُفْرَانِ

فَيَكُونُ فِي قَلْبِهِ تَأَلُّهٌ لِهَذَا الرَّاهِبِ

وَكَذَلِكَ أَيْضًا يَدْخُلُ فِي الرُّبُوبِيَّةِ

يَعْنِي إِذَا ادَّعَى أَنَّ هُنَاكَ مَنْ يَخْلُقُ وَيَرْزُقُ مَعَ اللهِ

كَمَا عِنْدَ بَعْضِ الْغُلَاةِ

فَيَكُونُ يَعْنِي يَغْلُو فِي بَعْضِ الْأَوْلِيَاءِ يَقُولُ هَذَا الْوَلِيُّ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَخْلُقَ

يَسْتَطِيعُ أَنْ يَرْزُقَ وَيَتَحَكَّمَ وَيُدَبِّرَ أَمْرَ الْعَالَمِ وَالْعِيَاذُ بِاللهِ

فَهَذَا اتَّخَذَ شَرِيْكًا مَعَ اللهِ فِي الرُّبُوبِيَّةِ

وَكَذَلِك الشِّرْكُ فِي الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ

يَعْنِي بِتَعْطِيْلِهَا

بِوَصْفِ الْمَخْلُوْقِ بِهَا كَمَا هُوَ يَعْنِي مَعْلُومٌ

فَهَذَا يَعْنِي مَا يَتَعَلَّقُ بِالشِّرْكِ الْأَكْبَرِ

 

Berapa Umurmu yang Tersisa? – Syaikh Muhammad Al-Ma’yuf #NasehatUlama

Berapa Umurmu yang Tersisa? – Syaikh Muhammad Al-Ma’yuf #NasehatUlama Allah yang lebih tahu, berapa lagi usiamu yang tersisa, wahai hamba Allah! Manusia, masa-masanya berlalu, dan berakhir, tahun demi tahunnya, dalam kelalaian dan kealpaan. Dan hendaklah seseorang merenungi dirinya sendiri terlebih dahulu. Ia tidak mengetahui bagaimana masa depannya. Apakah tersisa satu malam, satu tahun, atau beberapa …

Baca selengkapnya…Berapa Umurmu yang Tersisa? – Syaikh Muhammad Al-Ma’yuf #NasehatUlama

Percaya Kesialan = Syirik – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama

Percaya Kesialan= Syirik – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama Adapun tathayyur akan kita bahas dalam kalimat, “Mereka tidak bertathayyur.” (pada hadis 70.000 orang yang masuk Surga tanpa hisab). Tathayyur adalah mempercayai kesialan (merasa sial karena suatu pertanda yang dilihat atau didengar). Dan akan ada beberapa hadis yang khusus membahasnya. Tathayyur termasuk Syirik Kecil, sebagaimana sabda Nabi …

Baca selengkapnya…Percaya Kesialan = Syirik – Syaikh Khalid Ismail #NasehatUlama