Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata: “Salah satu faktor terbesar bagi lapangnya dada dan tenangnya hati adalah dengan memperbanyak zikir mengingat Allah. Sebab, zikir memiliki pengaruh yang luar biasa dalam melapangkan dada, menenangkan hati, serta mengusir kegundahan maupun kesedihannya. Allah Ta’ala berfirman: ‘Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.’ (QS. Ar-Ra’ad: 28).
Maka, zikir kepada Allah memiliki dampak yang nyata dalam meraih ketenangan ini karena keistimewaan yang terkandung di dalamnya, juga karena pahala serta balasan yang diharapkan oleh seorang hamba.” Benar, zikir kepada Allah Azza wa Jalla merupakan salah satu sebab terbesar yang mendatangkan kelapangan dada, rasa tenteram dalam hati, serta ketenangan hati, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’ad: 28)
Maka, zikir, tanpa ragu, adalah ketenangan bagi hati. Oleh karena itu, cara yang paling bermanfaat bagi seorang hamba, saat menghadapi berbagai beban pikiran, kesedihan, serta rasa pedih di hatinya, adalah dengan memperbanyak zikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu sering membaca doa saat dalam kesulitan: LAA ILAAHA ILLALLAAHUL ‘AZHIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIM, LAA ILAAHA ILLALLAAHU ROBBUS SAMAAWAATI WA ROBBUL ARDHI, WA ROBBUL ‘ARSYIL ‘AAZHIIM
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Agung, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Santun,
tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan semesta langit, Tuhan bumi dan Tuhan Arsy yang agung.
Kalimat tauhid, tahlil, dan zikir kepada Allah Azza wa Jalla, inilah sebagai wasilah yang dapat mengusir kegelisahan.Rahasia dari perkara ini adalah: bahwa hati ini diciptakan semata-mata untuk beribadah dan menyibukkan diri dengan ibadah kepada Allah.
Jika ia disibukkan dengan perkara lain, ia akan merasa gelisah dan terombang-ambing. Maka obatnya adalah dengan mengembalikannya pada tujuan penciptaannya, yaitu menyibukkannya dengan hal yang memang menjadi tujuan utamanya, yakni berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Zikir yang paling agung adalah dengan empat kalimat yang paling dicintai Allah, yaitu: SUBHAANALLAAH, WALHAMDULILLAAH, WALAA ILAAHA ILLALLAAH, WALLAAHU AKBAR. Kalimat-kalimat ini bersumber dari Al-Qur’an, maka perbanyaklah mengucapkannya. Perbanyak pula membaca Al-Qur’an, istighfar, dan amalan zikir lainnya.
Jika seorang hamba diberi taufik dan jiwanya telah sibuk dengan zikir, maka tak akan ada lagi beban pikiran yang tersisa. Sebesar apa pun masalah yang menghimpit, ia tidak akan menetap, melainkan akan tersingkir dan sirna sepenuhnya dari hatinya secara total, dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Oleh karena itu, salah satu wasilah terbesar untuk mendatangkan ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan hati, serta kelapangan dada adalah dengan memperbanyak zikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Zikir memiliki manfaat yang sangat banyak dan luar biasa. Salah satu ulama terbaik yang membahas dan merinci manfaat zikir adalah Al-Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullah dalam pendahuluan kitabnya, Al-Wabil Ash-Shayyib. Beliau menyebutkan di bagian pengantar bahwa zikir mengingat Allah memiliki lebih dari 100 manfaat. Beliau rahimahullah pun merinci lebih dari 70 manfaat di antaranya.Salah satu poin yang beliau sebutkan adalah bahwa zikir mampu melapangkan dada serta mengusir segala kegelisahan, kesedihan, dan duka lara.
Dalam hadis pun terdapat banyak doa saat menghadapi kesulitan, yang disyariatkan bagi seorang Muslim untuk membacanya saat tertimpa masalah berat. Di antaranya adalah doa yang nanti akan dibahas oleh Syaikh rahimahullah, seperti hadis Abu Bakrah tentang doa orang yang tertimpa kesulitan: ALLAAHUMMA ROHMATAKA ARJUU, FALAA TAKILNII ILAA NAFSII THOFATA ‘AININ, WA ASHLIH LII SYA’-NII KULLAHU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA. Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, dan perbaikilah segala urusanku. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. (HR. Abu Daud).
Ada pula berbagai doa lainnya, seperti doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang tidaklah dibaca oleh orang yang dirundung duka melainkan Allah akan angkat kesulitannya: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHOOLIMIIN, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al-Anbiya: 87).
Kesimpulannya, zikir adalah tempat kembali bagi seorang Muslim di tengah badai kesulitan. Perbanyaklah zikir mengingat Allah Azza wa Jalla, niscaya segala kesukaran akan tersingkir, serta kegalauan dan kesedihan akan sirna dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.
=====
قَالَ رَحِمَهُ اللهُ: وَمِنْ أَكْبَرِ الْأَسْبَابِ لِانْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَطُمَأْنِينَتِهِ الْإِكْثَارُ مِنْ ذِكْرِ اللهِ فَإِنَّ لِذَلِكَ تَأْثِيرًا عَجِيبًا فِي انْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَطُمَأْنِينَتِهِ وَزَوَالِ هَمِّهِ وَغَمِّهِ قَالَ تَعَالَى أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
فَلِذِكْرِ اللهِ أَثَرٌ عَظِيمٌ فِي حُصُولِ هَذَا الْمَطْلُوبِ لِخَاصِّيَّتِهِ وَلِمَا يَرْجُوهُ الْعَبْدُ مِنْ ثَوَابِهِ وَأَجْرِهِ نَعَمْ ذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ أَعْظَمِ الْأَسْبَابِ الْجَالِبَةِ لِانْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَأُنْسِ الْقَلْبِ وَطُمَأْنِينَتِهِ كَمَا قَالَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
فَذِكْرٌ بِلَا رَيْبٍ طُمَأْنِينَةٌ لِلْقَلْبِ وَلِهَذَا مِنْ أَنْفَعِ مَا يَكُونُ لِلْعَبْدِ فِي هُمُومِهِ وَغُمُومِهِ وَآلَامِهِ أَنْ يُكْثِرَ مِنْ ذِكْرِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانَ يَقُولُ فِي الْكَرْبِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمُ
هَذَا التَّوْحِيدُ وَالتَّهْلِيلُ وَالذِّكْرُ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ هُوَ الطَّارِدُ لِلْقَلَقِ سِرُّ هَذِهِ الْمَسْأَلَةِ أَنَّ هَذَا الْقَلْبَ خُلِقَ لِعِبَادَةِ اللهِ وَلِيَنْشَغِلَ بِعِبَادَةِ اللهِ
فَإِذَا شُغِلَ بِأُمُورٍ أُخْرَى قَلِقَ وَاضْطَرَبَ فَدَوَاؤُهُ أَنْ يُعَادَ لِمَا خُلِقَ لِأَجْلِهِ وَأَنْ يُشْغَلَ بِالشَّيْءِ الَّذِي خُلِقَ لِأَجْلِهِ وَهُوَ ذِكْرُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَأَعْظَمُ مَا يَكُونُ الذِّكْرُ بِالْكَلِمَاتِ الْأَرْبَعَةِ الَّتِي هِيَ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَهِيَ مِنَ الْقُرْآنِ فَيُكْثِرُ مِنْ هَذِهِ الْكَلِمَاتِ وَيُكْثِرُ أَيْضًا مِنْ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَغَيْرِ ذَلِكَ
هَذَا إِذَا وُفِّقَ الْعَبْدُ لَهُ وَانْشَغَلَتْ بِهِ نَفْسُهُ لَمْ يَبْقَ عِنْدَهُ هَمٌّ مَهْمَا كَبُرَ حَجْمُ الْهَمِّلَا يَبْقَى بَلْ يَنْزَاحُ وَيَزُولُ عَنْ قَلْبِهِ زَوَالًا تَامًّا بِإِذْنِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَلِهَذَا مِنْ أَعْظَمِ مَا تُسْتَجْلَبُ أَوْ يُسْتَجْلَبُ بِهِأُنْسُ الْقَلْبِ وَرَاحَتُهُ وَسُرُورُهُ وَانْشِرَاحُ الصَّدْرِ الْإِكْثَارُ مِنْ ذِكْرِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَالذِّكْرُ لَهُ فَوَائِدُ عَظِيمَةٌ كَثِيرةٌ جِدًّا مِنْ أَحْسَنِ مَنْ تَكَلَّمَ وَعَدَّدَ فِي فَوَائِدِ الذِّكْرِ الْإِمَامُ ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ فِي مُقَدِّمَةِ كِتَابِهِ الْوَابِلِ الصَّيِّبِ قَالَ فِي الْمُقَدِّمَةِ إِنَّ ذِكْرَ اللهِ لَهُ أَكْثَرُ مِنْ ١٠٠ فَائِدَةٍ وَعَدَّ رَحِمَهُ اللهُ مَا يَزِيدُ عَلَى الـ ٧٠ فَائِدَةً مِنْ فَوَائِدِ الذِّكْرِ مِنْ ضِمْنِ الْفَوَائِدِ الَّتِي عَدَّهَا أَنَّهُ جَالِبٌ لِانْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَطَارِدٌ لِلْهُمُومِ وَالْغُمُومِ وَالْأَحْزَانِ
وَفِي السُّنَّةِ أَدْعِيَةٌ لِلْكَرْبِ كَثِيرَةٌ جَاءَتْ يَعْنِي يُشْرَعُ أَنْ يَقُولَهَا الْمُسْلِمُ عِنْدَ الْكَرْبِ مِنْهَا مَا سَيَأْتِي عِنْدَ الشَّيْخِ رَحِمَهُ اللهُ مِثْلُ حَدِيثِ أَبِي بَكْرَةَ دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
وَجَاءَتْ أَدْعِيَةٌ عَدِيدَةٌ دَعْوَةُ ذِي النُّونِ مَا دَعَا بِهَا مَكْرُوبٌ إِلَّا فَرَّجَ اللهُ كَرْبَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
فَالْحَاصِلُ أَنَّ الذِّكْرَ مَفْزَعٌ لِلْمُسْلِمِ فِي كُرُبَاتِهِ يُكْثِرُ مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَتَنْزَاحُ عَنْهُ الْكُرَبُ وَتَزُولُ الْهُمُومُ وَالْغُمُومُ بِإِذْنِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى