Wahai saudaraku! Ketika Anda berdiri untuk shalat, Anda akan merasakan pergulatan batin dengan dirimu sendiri. Sebuah pergulatan, nafsu Anda membisikkan: “Cepatlah! Cepatlah! Cepatlah!”
Namun, janganlah Anda ikuti! Katakanlah: “Aku sadar bahwa aku tidak akan meraih manfaat dari duniaku kecuali pada saat shalat ini!” Dengan amalan ini! Jika Anda menghadirkan perasaan ini, bahwa Anda tidak akan memetik manfaat dari hidupmu ini kecuali dengan amalan shalat dan yang semisalnya.
Apakah Anda akan lari darinya seperti menghindari singa, atau justru merasa tenang? Jawablah, wahai jemaah! Tentu Anda merasa tenang!
Wahai saudaraku, renungkanlah ini! Saat Anda bertakbir “Allahu Akbar!”, nafsu Anda kembali berbisik: “Ayo, cepat! Selesaikan segera!” Pada saat itu, katakanlah pada diri Anda: “Tenanglah! Tenanglah!” “Tenanglah, karena aku tidak memiliki bekal dari hidupku kecuali amalan ini.” “Tidak ada yang berguna bagiku di alam kubur, saat kematianku, maupun pada hari kiamat kelak kecuali amalan ini.”
Tenanglah, wahai saudaraku! Ingatlah ketika Anda sedang shalat, kepada siapa Anda sedang bermunajat? Kepada siapa Anda bermunajat, wahai saudaraku? Anda sedang bermunajat kepada Zat yang paling Anda cintai, yaitu Allah ‘Azza wa Jalla.
Tidakkah Anda tahu bahwa saat Anda mengucap: “Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin,” Allah Ta’ala menjawab dari atas langit yang tujuh: “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”
Tidakkah Anda tahu, saat Anda membaca: “Ar-Rohmaaanir rohiim,” Dia berfirman: “Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.”
Tidakkah Anda tahu, saat Anda membaca: “Maaliki yaumiddiin,” Dia berfirman: “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.”
Ini semua adalah kebenaran yang nyata! Tidakkah Anda tahu saat Anda membaca: “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,” Allah berfirman: “Ini adalah urusan antara Aku dan hamba-Ku, terbagi menjadi dua bagian.”
Tidakkah Anda tahu, saat Anda membaca: “Ihdinash shiroothol mustaqiim,” Allah berfirman: “Ini adalah untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”
Apakah Anda menemukan kebaikan yang lebih banyak dari ini? Bagaimana mungkin Anda lari dari berdiri di hadapan Zat yang sedang mengajak Anda bicara, sedangkan Dia Maha Kuasa atas segalanya?
Wahai saudaraku, kenalilah diri Anda! Kenalilah hakikat diri Anda, dan untuk tujuan apa Anda diciptakan?
Demi Allah, sekiranya kita benar-benar merasakan hal ini, niscaya segala ibadah akan terasa ringan, dan seluruh dunia ini pasti akan terasa tidak berharga bagi kita. “Seandainya dunia ini senilai dengan sayap nyamuk, niscaya Tuhan tidak akan memberi minum darinya kepada orang kafir.” “Namun demi Allah, dunia itu lebih hina di sisi-Nya daripada kepakan sayap nyamuk itu.” Demikianlah yang dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah, dan sungguh benar apa yang beliau katakan.
=====
فَأَنْتَ يَا أَخِي عِنْدَمَا تَقُومُ تُصَلِّي تَجِدُ عِرَاكًا مَعَ نَفْسِكَ مُصَارَعَةً نَفْسُكَ تَقُولُ: عَجِّلْ عَجِّلْ عَجِّلْ
لَكِنْ لَا تُطِعْهَا قُلْ: أَنَا أَعْلَمُ أَنِّي لَا أَنْتَفِعُ مِنْ دُنْيَايَ إِلَّا فِي هَذِهِ اللَّحْظَةِ وَبِهَذَا الْعَمَلِ وَإِذَا شَعَرْتَ هَذَا الشُّعُورَ وَأَنَّكَ لَنْ تَنْتَفِعَ مِنْ حَيَاتِكَ إِلَّا بِهَذَا وَأَمْثَالِهِ
هَلْ تَفِرُّ مِنْهُ فِرَارَكَ مِنَ الْأَسَدِ أَوْ تَطْمَئِنُّ؟ أَجِيبُوا يَا جَمَاعَةُ تَطْمَئِنُّ
يَا أَخِي، فَكِّرْ فِي هَذَا عِنْدَمَا تَقُولُ اللهُ أَكْبَرُ تَجِدُ شَيْئًا فِي نَفْسِكَ يَلَا مَشِ مَشِ قُلْ يَا أَخِي هَوْنًا هَوْنًا هَوْنًا مَا لِي مِنْ حَيَاتِي إِلَّا هَذَا مَا يَنْفَعُنِي فِي قَبْرِي وَلَا عِنْدَ مَوْتِي وَلَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا هَذَا
اطْمَئِنَّ يَا أَخِي ثُمَّ اذْكُرْ وَأَنْتَ فِي صَلَاتِكَ مَنْ تُنَاجِي مَنْ تُنَاجِي يَا أَخِي تُنَاجِي أَحَبَّ شَيْءٍ إِلَيْكَ وَهُوَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّكَ إِذَا قُلْتَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ قَالَ اللهُ تَعَالَى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَاوَاتٍ قَالَ حَمِدَنِي عَبْدِي
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّكَ إِذَا قُلْتَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قَالَ أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّكَ إِذَا قُلْتَ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ قَالَ مَجَّدَنِي عَبْدِي
كُلُّ هَذَا حَقٌّ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّكَ إِذَا قُلْتَ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ قَالَ اللهُ هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّكَ إِذَا قُلْتَ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ قَالَ اللهُ هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ
هَلْ تَجِدُ خَيْرًا أَكْثَرَ مِنْ هَذَا؟ كَيْفَ تَفِرُّ مِنْ أَنْ تَقِفَ بَيْنَ يَدَيْ مَنْ يُنَاجِيكَ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
يَا أَخِي اعْرِفْ نَفْسَكَ اعْرِفْ نَفْسَكَ وَلِمَاذَا خُلِقْتَ
وَاللهِ لَوْ كُنَّا نَشْعُرُ هَذَا الشُّعُورَ لَهَانَتْ عَلَيْنَا الْعِبَادَاتُ وَلَا رَخُصَتْ عَلَيْنَا الدُّنْيَا كُلُّهَا لَوْ سَاوَتِ الدُّنْيَا جَنَاحَ بَعُوضَةٍ لَمْ يَسْقِ مِنْهَا الرَّبُّ ذَا الْكُفْرَانِ لَكِنَّهَا وَاللهِ أَحْقَرُ عِنْدَهُ مِنْ ذَا الْجَنَاحِ الْقَاصِدِ الطَّيَرَانِ هَكَذَا يَقُولُ ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ وَصَدَقَ