Apakah seseorang disyaratkan harus mengetahui jenis pahala dari suatu amal saleh agar bisa meraihnya? Misalnya, mengetahui seberapa besar jumlahnya atau apa bentuk pahalanya?
Sama sekali tidak disyaratkan. Oleh karena itu, bisa jadi seseorang melakukan suatu amalan, yang ia sangka pahalanya kecil, padahal di sisi Allah ‘Azza wa Jalla, pahala amalan tersebut amatlah besar. Sebagaimana sabda Nabi ‘alaihis shalatu wassalam : “Sungguh, ada seseorang yang mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah tanpa ia anggap penting, tapi Allah menetapkan keridhaan-Nya bagi orang tersebut hingga hari ia berjumpa dengan-Nya kelak.” Satu kalimat yang ia anggap sepele, menjadi sebab Allah melimpahkan keridhaan-Nya kepada orang tersebut.
Sebagian ulama mengatakan bahwa kalimat itu adalah ucapan seorang muslim demi membela kehormatan saudaranya di hadapan penguasa. Namun, tampaknya ini hanyalah salah satu contoh saja. Saat kehormatan saudara seimanmu dijatuhkan di hadapan penguasa, lalu Anda berdiri dan membelanya, ini termasuk amalan dengan ganjaran pahala yang sangat luar biasa.
Contoh lainnya adalah mendamaikan pihak-pihak yang sedang berselisih. Amalan ini memiliki pahala yang amat besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat Imam Ahmad dan selainnya. Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang derajatnya lebih utama daripada shalat, puasa, dan sedekah?” “(Yaitu) mendamaikan hubungan antara pihak-pihak yang berselisih.” Mendamaikan perselisihan memiliki derajat yang lebih tinggi daripada shalat, puasa, dan sedekah sunnah. Sebagaimana firman-Nya: “Tidak ada kebaikan pada banyak bisikan (percakapan rahasia) mereka, kecuali bisikan dari orang yang menyuruh bersedekah, berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa yang melakukan itu karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang sangat besar.” (QS. An-Nisa: 114).
Orang yang mendamaikan perselisihan mungkin tidak membayangkan betapa dahsyat pahala yang ia dapatkan, padahal itu adalah pahala yang sangat agung, melebihi pahala shalat, sedekah, dan puasa sunnah. Sering kali seseorang melakukan amal yang ia anggap remeh, tapi Allah Ta’ala mencatat pahala yang besar karenanya, bahkan menetapkan keridhaan-Nya bagi orang tersebut, disebabkan amal yang ringan tersebut.
Seperti dalam kisah Ibunda Aisyah, saat beliau menceritakan tentang seorang wanita yang datang meminta makanan. Aisyah berkata: “Lalu aku memberinya tiga butir kurma.” Wanita itu memberikan masing-masing satu butir kurma kepada kedua putrinya, lalu ia mengambil kurma ketiga, ia masukkan ke mulutnya sendiri. Namun, kedua putrinya justru meminta kurma terakhir itu darinya. Ibu itu pun membelah kurma tersebut menjadi dua bagian, lalu memberikannya kepada kedua putrinya tanpa memakan sedikit pun. Wanita itu mungkin tidak menganggap spesial perbuatannya tersebut. Tatkala Aisyah menceritakannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menjamin surga baginya berkat amalan itu.” Padahal wanita itu tidak memedulikan amalan tersebut. Hanya karena kedua putrinya meminta kurma tersebut, lalu ia membelahnya menjadi dua bagian untuk mereka tapi Allah menjamin surga baginya karena perbuatan itu.
Ini membuktikan bahwa amal ringan yang mungkin tidak seseorang sadari dampaknya, ternyata membuahkan pahala yang amat luar biasa. Sebaliknya, seseorang bisa saja melakukan kemaksiatan, yang ia anggap sepele, tapi akibatnya ternyata sangat fatal. Seperti orang yang sesumbar: “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan!” Hanya satu kalimat yang ia ucapkan begitu saja tanpa dipikirkan. Namun, Allah Ta’ala berfirman: “Siapakah yang berani bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan? Sungguh, Aku telah mengampuninya dan Aku hapus seluruh amal kebaikanmu.” (HR. Muslim). Ia mengucapkan satu kalimat yang menghancurkan dunia dan akhiratnya.
Oleh karena itu, setiap insan haruslah selalu waspada. Bisa jadi ia melakukan maksiat yang ia anggap remeh, tapi ternyata dosanya di sisi Allah sangat besar. Sebaliknya, bisa jadi ia melakukan kebaikan yang ia anggap remeh, tapi pahalanya begitu besar.
=====
هَلْ يُشْتَرَطُ لِتَرَتُّبِ الثَّوَابِ عَلَى الْعَمَلِ الصَّالِحِ أَنْ يَعْرِفَ الْعَامِلُ مَا هُوَ الثَّوَابُ قَدْرُهُ وَنَوْعُهُ
لَا يُشْتَرَطُ ذَلِكَ وَلِذَلِكَ قَدْ يَعْمَلُ الْإِنْسَانُ عَمَلًا يَظُنُّ أَنَّ ثَوَابَهُ قَلِيلٌ وَلَكِنَّ ثَوَابَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَظِيمٌ كَمَا قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ كَلِمَةٌ مَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَكْتُبُ اللَّهُ بِسَبَبِها رِضْوَانَهُ عَلَى هَذَا الشَّخْصِ
قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِنَّهَا الْكَلِمَةُ الَّتِي يَذُبُّ بِهَا الْمُسْلِمُ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ فِي مَجْلِسِ السُّلْطَانِ وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ هَذَا مِثَالٌ مِثَالٌ يَعْنِي مِثَالٌ لَهَا أَنْ يُتَكَلَّمَ فِي عِرْضِ أَخِيكَ فِي مَجْلِسِ السُّلْطَانِ وَتَقُومُ وَتُدَافِعُ عَنْهُ هَذَا مِنْ أَعْظَمِ مِمَّا يَكُونُ مِنَ الْأَجْرِ الْمُتَرَتِّبِ عَلَى هَذَا
أَيْضًا الْإِصْلَاحُ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ هَذَا أَجْرُهُ عَظِيمٌ جِدًّا كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ أَخْرَجَهُ عِنْدَ أَحْمَدَ وَغَيْرِهِ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ أَنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ وَالصَّدَقَةِ؟ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ أَعْلَى دَرَجَةً مِنَ الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ وَالصَّدَقَةِ كَمَا قَالَ سُبْحَانَهُ لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ رُبَّمَا لَا يَتَصَوَّرُ عَظِيمَ الْأَجْرِ الْمُتَرَتِّبِ عَلَى ذَلِكَ وَهُوَ أَجْرٌ عَظِيمٌ جِدًّا أَعْظَمُ مِنْ أَجْرِ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَالصَّوْمِ فَقَدْ يَعْمَلُ الْإِنْسَانُ الْأَعْمَالَ الَّتِي لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا لَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَكْتُبُ بِسَبَبِهَا أُجُورًا عَظِيمَةً بَلْ قَدْ يَكْتُبُ رِضْوَانَهُ بِسَبَبِ ذَلِكَ الْعَمَلِ الْيَسِيرِ
يَعْنِي فِي قِصَّةِ عَائِشَةَ لَمَّا ذَكَرَتْ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْهَا تَسْتَطْعِمُهَا قَالَتْ فَأَعْطَيْتُهَا ثَلَاثَ تَمَرَاتٍ أَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنِ ابْنَتَيْهَا تَمْرَةً وَأَخَذَتِ التَّمْرَةَ الثَّالِثَةَ رَفَعَتْهَا إِلَى فِيهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَأَخَذَتِ التَّمْرَةَ وَشَقَّتْهَا شِقَّيْنِ وَأَعْطَتْهَا ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ شَيْئًا وَيَعْنِي هِيَ مَا أَلْقَتْ بَالًا لِهَذَا الْعَمَلِ لَمَّا أَخْبَرَتْ عَائِشَةُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ مَعَ أَنَّهَا مَا أَلْقَتْ بَالًا لِهَذَا مُجَرَّدُ أَنَّ ابْنَتَيْهَا اسْتَطْعَمَتْهَا هَذِهِ التَّمْرَةَ وَشَقَّتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا نِصْفَيْنِ أَوْجَبَ اللَّهُ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ
هَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ الْعَمَلَ يَسِيرٌ يَعْنِي قَدْ لَا يَعْلَمُ الْإِنْسَانُ مَاذَا يَتَرَتَّبُ عَلَيْهِ وَالْمُتَرَتِّبُ عَلَيْهِ أَجْرٌ عَظِيمٌ أَيْضًا فِي الْمُقَابِلِ قَدْ يَعْمَلُ الْإِنْسَانُ الْمَعْصِيَةَ وَهُوَ يَظُنُّ أَنَّ الْمُتَرَتِّبَ عَلَيْهَا يَسِيرٌ لَكِنَّ الْمُتَرَتِّبَ عَلَيْهَا عَظِيمٌ كَمَا قَالَ رَجُلٌ وَاللَّهِ لَا يَغْفِرُ اللَّهُ لِفُلَانٍ يَعْنِي كَلِمَةً أَلْقَاهَا وَلَمْ يُلْقِ لَهَا بَالًا قَالَ اللَّهُ مَنْ ذَا الَّذِي يَتَأَلَّى عَلَيَّ أَلَّا أَغْفِرَ لِفُلَانٍ لِفُلَانٍ وَقَدْ غَفَرْتُ لَهُ وَأَحْبَطْتُ عَمَلَكَ قَالَ كَلِمَةً أَوْبَقَتْ دُنْيَاهُ وَآخِرَتَهُ
وَلِهَذَا فَعَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَكُونَ حَذِرًا قَدْ تَكُوْنُ المَعْصِيَةُ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَكُونُ ذَنْبُهَا عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا وَقَدْ تَكُونُ حَسَنَةً لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَكُونُ أَجْرُهَا جَزِيلًا