UNTUKMU YANG MERASA BELUM MAKSIMAL BERBAKTI KEPADA ORANG TUA Syaikh Sa’ad Al-Khatslan #NasehatUlama

Sebagian orang sangat ingin berbakti kepada kedua orang tuanya, tetapi ada keadaan tertentu yang menghalanginya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Misalnya, ia tinggal jauh dari kedua orang tuanya demi mencari nafkah, atau kedua orang tuanya, maupun salah satunya, memiliki watak yang keras, sehingga ia tidak dapat berbakti kepadanya sebagaimana yang ia inginkan, atau keadaan semisal itu.

Maka kami katakan, apabila seorang anak, baik putra maupun putri, telah bersungguh-sungguh berbakti kepada kedua orang tuanya semaksimal kemampuannya, tetapi ia tetap tidak dapat mewujudkan apa yang ia mampu, maka Allah ‘Azza wa Jalla, setelah memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dalam firman-Nya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua…” (QS. Al-Isra: 23).

Kemudian Allah berfirman setelahnya, “Rabb kalian lebih mengetahui apa yang ada dalam hati-hati kalian… Jika kalian orang-orang yang saleh, maka sungguh Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.” (QS. Al-Isra: 25).

Ayat ini mengandung penghiburan bagi anak-anak, baik putra maupun putri. “Rabb kalian lebih mengetahui apa yang ada dalam hati-hati kalian…”Jika engkau telah bersungguh-sungguh berupaya semaksimal mungkin, tetapi engkau belum berhasil mewujudkan apa yang engkau inginkan dalam berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuamu, baik karena keadaan yang berada di luar kendalimu, atau karena engkau tidak mampu memenuhi hajat hidup kedua orang tuamu, maka sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengetahui apa yang ada dalam hatimu.

Allah Ta’ala mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Jika engkau ingin berbakti dan berbuat baik, tetapi belum mampu mewujudkan bakti dan kebaikan itu secara sempurna, maka Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu. “Rabb kalian lebih mengetahui apa yang ada dalam hati-hati kalian…” “Jika kalian orang-orang yang saleh,” yakni kalian ingin berbakti, “maka sungguh Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.” yakni Allah Ta’ala akan mengampuni kalian atas kekurangan yang mungkin terjadi dalam bakti kalian.

Hal ini menunjukkan bahwa seorang anak, baik putra maupun putri, hendaknya memiliki tekad yang kuat dalam dirinya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya semaksimal kemampuannya. Jika setelah itu masih terdapat kekurangan dalam baktinya, sedangkan Allah mengetahui apa yang ada dalam hati anak tersebut, bahwa ia benar-benar ingin berbakti, tetapi tidak mampu mewujudkannya, maka Allah Ta’ala akan mengampuninya.

“Rabb kalian lebih mengetahui apa yang ada dalam hati-hati kalian… Jika kalian orang-orang yang saleh, maka sungguh Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.” (QS. Al-Isra: 25).

=====

بَعْضُ النَّاسِ يَتَمَنَّى أَنْ يَبَرَّ بِوَالِدَيْهِ لَكِنْ تَكُونُ عِنْدَهُ بَعْضُ الظُّرُوفِ الَّتِي تَمْنَعُهُ مِنَ الْبِرِّ بِوَالِدَيْهِ كَأَنْ يَكُونَ بَعِيدًا عَنْهُمَا فِي سَبِيلِ طَلَبِ الرِّزْقِ أَوْ أَنَّ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا يَكُونُ عِنْدَهُ شِدَّةٌ فِي خُلُقِهِ فَلَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَبَرَّ بِهِ كَمَا يُرِيدُ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ

فَنَقُولُ إِذَا اجْتَهَدَ الْوَلَدُ مِنِ ابْنٍ أَوْ بِنْتٍ فِي بِرِّهِ بِوَالِدَيْهِ غَايَةَ مَا يَسْتَطِيعُ لَكِنَّهُ لَمْ يَتَمَكَّنْ مِنَ الْإِتْيَانِ بِمَا يَسْتَطِيعُ فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ بَعْدَمَا أَمَرَ بِبِرِّ الْوَالِدَيْنِ فِي قَوْلِهِ وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

قَالَ بَعْدَ ذَلِكَ رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

وَهَذِهِ الْآيَةُ فِيهَا سَلْوَةٌ لِلْأَوْلَادِ مِنْ أَبْنَاءٍ وَبَنَاتٍ رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِذَا اجْتَهَدْتَ غَايَةَ الِاجْتِهَادِ لَكِنَّكَ لَمْ تُحَقِّقْ مَا تُرِيدُ مِنْ بِرِّكَ لِوَالِدَيْكَ وَمِنَ الْإِحْسَانِ إِلَيْهِمَا إِمَّا بِسَبَبِ ظُرُوفٍ قَاهِرَةٍ أَوْ بِسَبَبِ أَنَّكَ لَمْ تَسْتَطِعْ أَنْ تُلَبِّيَ حَاجَاتِ وَالِدَيْكَ فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ

يَعْلَمُ اللهُ تَعَالَى مَا فِي نَفْسِكَ إِذَا كُنْتَ تُرِيدُ الْبِرَّ وَتُرِيدُ الْإِحْسَانَ لَكِنَّكَ لَمْ تَتَمَكَّنْ مِنْ أَنْ تُحَقِّقَ كَامِلَ الْبِرِّ وَالْإِحْسَانِ فَاللهُ أَعْلَمُ بِمَا فِي نَفْسِكَ رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ يَعْنِي تُرِيدُونَ الْبِرَّ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا يَغْفِرُ اللهُ تَعَالَى لَكُمْ مَا قَدْ يَحْصُلُ مِنْ تَقْصِيرٍ

وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ يَنْبَغِي لِلْوَلَدِ مِنِ ابْنٍ أَوْ بِنْتٍ أَنْ يَحْرِصَ فِي نَفْسِهِ عَلَى أَنْ يَبَرَّ بِوَالِدَيْهِ غَايَةَ مَا يَسْتَطِيعُ فَإِنْ حَصَلَ مِنْهُ قُصُورٌ بَعْدَ ذَلِكَ وَاللهُ يَعْلَمُ مِنْ نَفْسِ هَذَا الْوَلَدِ أَنَّهُ حَرِيصٌ عَلَى الْبِرِّ لَكِنَّهُ لَمْ يَتَمَكَّنْ فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.