Jaminan Allah untuk Ibu Hamil

Jaminan Allah untuk Ibu Hamil مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ. مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ . ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ Dari apakah Allah menciptakan manusia?dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. kemudian Dia memudahkan jalannya. (QS. Abasa: 18 – 20) Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan, ثم يسر عليه خروجه من بطن أمه “Kemudian Allah mudahkan jalannya ketika keluar …

Baca selengkapnya…Jaminan Allah untuk Ibu Hamil

Diselamatkan karena Banyak Bertasbih

Diselamatkan karena Banyak Bertasbih Allah bercerita tentang Nabi Yunus, وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ . إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ. فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ ”Sesungguhnya Yunus termasuk para rasul Allah. (ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan, Kemudian dia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. (QS. As-Shaffat: 139 – 141) …

Baca selengkapnya…Diselamatkan karena Banyak Bertasbih

Berdoa tanpa Meminta

Berdoa tanpa Meminta Ketika Nabi Yunus ‘alaihis salam berada di puncak kesedihannya, beliau berdoa kepada Allah, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ”Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87). Adakah beliau meminta sesuatu dalam doa itu? Tidak. Namun simak …

Baca selengkapnya…Berdoa tanpa Meminta

Manusia Berhutang Budi kepada Malaikat

Jasa Malaikat kepada Manusia Para malaikat banyak berdzikir memuji Allah, dan banyak memohon ampunan. Bukan untuk diri mereka sendiri, karena mereka tidak memiliki dosa. Mereka banyak beristighfar dan mohon ampun untuk manusia. وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِ Para malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. …

Baca selengkapnya…Manusia Berhutang Budi kepada Malaikat

Menolak Kebenaran, Umumnya Karena tidak Paham

Menolak Kebenaran, Umumnya Karena tidak Paham Jika seseorang memahami dengan seksama, dia tidak akan menolak kebenaran. Umumnya mereka yang menolak kebenaran, karena tidak memberi ruang sejenak bagi akalnya untuk merenungkan kebenaran itu. بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ كَذَلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum …

Baca selengkapnya…Menolak Kebenaran, Umumnya Karena tidak Paham

Antara Dzikir dan Syukur

Antara Dzikir dan Syukur Manusia yang paling mudah bersyukur adalah mereka yang paling sering berdzikir. فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152). Sebagian ulama menegaskan, dzikir adalah pintu gerbang syukur.