Berzikir Tapi Pikiran Melayang, Dapatkah Pahala? Simak Penjelasannya! – Syaikh Sa’ad Al-Khatslan

Syaikh kami yang mulia, semoga Allah melimpahkan kebaikan bagi Anda. Ummu Ali dari Saudi bertanya mengenai zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla: “Tanpa kehadiran hati (khusyuk), apakah seseorang tetap mendapatkan pahala atas zikirnya?”

Ya, seorang muslim tetap mendapatkan pahala atas zikir kepada Allah Ta’ala meskipun tanpa kehadiran hati. Kehadiran hati memang sering kali tidak dapat dilakukan setiap saat, karena manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan. Manusia bisa ditimpa berbagai hal manusiawi seperti sakit, keresahan, serta pikiran yang terbagi, dan banyak perkara lain yang kerap dialami oleh seseorang. Sehingga, ia tidak selalu berada dalam kondisi ideal dengan hati yang sepenuhnya fokus saat berzikir.

Padahal, ia dianjurkan untuk senantiasa berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam segala keadaan, baik dengan kehadiran hati maupun tidak, berzikir tetaplah utama. Jika disertai kehadiran hati, tentu itu yang lebih sempurna. Jika dilakukan tanpa kehadiran hati sekalipun, ia tetap akan diberi pahala atas amal tersebut.

Sebagian orang, ketika ingin berzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, setan mendatanginya dan membisikkan: “Pikiranmu sedang kacau sekarang, hatimu tidak sedang fokus, (jangan berzikir).” Akhirnya ia pun meninggalkan zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla karena alasan tersebut. Sungguh, ini adalah bagian dari tipu daya setan yang terkutuk.

Maka kami katakan, hendaknya seseorang memperbanyak zikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap keadaan. “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42). “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin…” hingga firman-Nya, “…serta laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah…Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).

=====

أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ شَيْخَنَا الْكَرِيم شَيْخَنَا أُمُّ عَلِيٍّ مِنَ السُّعُودِيَّةِ تَسْأَلُ وَتَقُولُ بِالنِّسْبَةِ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِدُونِ حُضُورِ قَلْبٍ هَلْ يُؤْجَرُ الْإِنْسَانُ عَلَيْهِ؟

نَعَمْ يُؤْجَرُ الْمُسْلِمُ عَلَى ذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى وَلَوْ كَانَ بِدُونِ حُضُورِ قَلْبٍ وَحُضُورُ قَلْبٍ قَدْ لَا يَتَأَتَّى لِلْإِنْسَانِ فِي كُلِّ وَقْتٍ الْإِنْسَانُ بَشَرٌ مَا يَعْتَرِيهِ بَشَرٌ مِنَ الْمَرَضِ وَمِنَ الْهَمِّ وَانْشِغَالِ الذِّهْنِ وَأُمُورٌ كَثِيرَةٌ تَعْتَرِي الْإِنْسَانَ فَلَا يَكُونُ دَائِمًا عَلَى الْحَالَةِ الْمِثَالِيَّةِ الَّتِي يَكُونُ قَلْبُهُ حَاضِرًا مَعَ ذِكْرٍ

وَيَنْبَغِي أَنْ يَذْكُرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى كُلِّ حَالٍ سَوَاءً كَانَ بِحُضُورِ قَلْبٍ أَوْ بِدُونِ حُضُورِ قَلْبٍ إِنْ كَانَ بِحُضُورِ قَلْبٍ هَذَا هُوَ الْأَكْمَلُ وَإِنْ كَانَ بِغَيْرِ حُضُورِ قَلْبٍ فَهُوَ مَأْجُورٌ عَلَيْهِ

وَبَعْضُ النَّاسِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَذْكُرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَتَاهُ الشَّيْطَانُ قَالَ لَا أَنْتَ الْآنَ مَشْغُولُ الذِّهْنِ قَلْبُكَ غَيْرُ حَاضِرٍ فَيَتْرُكُ ذِكْرَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لِأَجْلِ ذَلِكَ وَهَذَا مِنْ حِيَلِ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَنَقُولُ يَنْبَغِي الْإِكْثَارُ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى كُلِّ حَالٍ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا إِنَّ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ إِلَى قَوْلِهِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.