Poin ketiga puluh sembilan: Hendaknya dikatakan kepada kaum ateis materialis itu,
Siapakah yang menciptakan sekian banyak makhluk yang agung ini? Siapakah yang menyempurnakan penciptaannya dengan begitu menakjubkan?
Siapakah yang mengatur berbagai pergerakannya yang menakjubkan, yang pikiran tercengang melihat keindahan dan keteraturan sistemnya?
Maka kaum ateis akan menjawab, “Semua ini hanyalah hasil kebetulan dan kerja alam yang buta, yang tidak memiliki ilmu, kemampuan, kehendak, maupun sifat-sifat lainnya.”
Inilah pernyataan yang mereka ungkapkan secara terang-terangan, mengikuti orang-orang yang membangkang dari kalangan pemuka mereka yang sesat.
Maka pada saat itu akan jelas bagimu bahwa akal mereka lebih dekat kepada akal orang-orang gila daripada kepada akal anak-anak kecil yang belum mampu berpikir.
Seandainya alam-alam yang sangat ini dibiarkan selama satu jam saja, bahkan sesaat saja, bergantung kepada kebetulan dan kekacauan, niscaya langit dan bumi akan lenyap dan seluruh alam menjadi kacau.
“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Dan sungguh, jika keduanya lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya setelah Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir: 41).
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Semoga selawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga, dan seluruh sahabat beliau.
Amma ba’du. Pada poin ini, beliau rahimahullah menjelaskan dalil lain di antara berbagai dalil yang membantah perkataan kaum ateis, mengajak mereka memperhatikan ketepatan dan kesempurnaan penciptaan alam ini, dengan presisi yang luar biasa, kesempurnaan yang begitu tinggi, dan keteraturan yang menakjubkan.
Mereka diajak untuk memperhatikan ketepatan dan kesempurnaan alam ini, lalu ditanyakan, “Siapakah yang menciptakan ciptaan yang begitu sempurna, menakjubkan, dan agung ini?”
Jawaban mereka, yang dibangun di atas akidah mereka yang rusak, adalah bahwa semua ini hanyalah hasil kebetulan dan hasil kerja alam.
Ketepatan yang begitu sempurna dan presisi di seluruh alam dengan keteraturannya yang menakjubkan ini, semua itu dianggap sebagai hasil kebetulan dan hasil kerja alam.
Padahal mereka sendiri tidak akan menerima jika sesuatu yang nilainya sedikit saja di bawah semua ini dikatakan sebagai hasil kebetulan atau hasil kerja alam.
Namun rusaknya akal membuat perkataan mereka, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh rahimahullah, sangat menyerupai perkataan orang-orang gila yang tidak menggunakan akalnya.
Sebab bagaimana mungkin pernyataan seperti ini muncul dari akal yang lurus dan pikiran yang sehat?
Kesimpulannya, kesempurnaan, presisi yang begitu tinggi, kokohnya penciptaan, dan keteraturan makhluk-makhluk ini dalam perjalanan dan pergerakannya, semuanya merupakan bukti yang jelas bahwa hal itu merupakan ketetapan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, Subhanahu wa Ta’ala,
Yang “memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan.” (Lihat QS. As-Sajdah: 7). Subhanahu wa Ta’ala.
“(Begitulah) ciptaan Allah yang menyempurnakan segala sesuatu.” (Lihat QS. An-Naml: 88).
Keadaannya sebagaimana yang disebutkan Syaikh rahimahullah Ta’ala: seandainya alam-alam yang agung ini dibiarkan selama satu jam saja, bahkan dibiarkan sesaat saja, kepada kebetulan dan kekacauan yang mereka klaim sebagai sesuatu yang mengadakan alam ini, dan bahwa semua ini merupakan hasil darinya, seandainya alam ini dibiarkan sesaat saja kepada kebetulan atau apa yang mereka klaim sebagai “alam”, niscaya alam ini akan kacau, bagian-bagiannya saling bertabrakan dan berbenturan, dan binasalah seluruh makhluk yang ada di dalamnya.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Dan sungguh, jika keduanya lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya setelah Allah.” (QS. Fathir: 41).
Maka kesempurnaan alam ini, baik dalam penciptaan, penetapan, maupun pengaturannya, serta kesempurnaan dalam mewujudkannya, merupakan salah satu bukti atas keesaan Allah, dan dalil yang menunjukkan adanya Pencipta alam semesta ini dan Yang mengadakannya dengan penciptaan yang menakjubkan, Subhanahu wa Ta’ala.
=====
لِخَلْقِ هَذَا الْعَالَمِ بِهَذِهِ الدِّقَّةِ الْمُتَنَاهِيَةِ وَالْإِحْكَامِ الْبَالِغِ وَالِانْتِظَامِ الْعَجِيبِ
فَإِنَّ هَؤُلَاءِ يُدْعَوْنَ إِلَى النَّظَرِ فِي هَذَا الْإِحْكَامِ وَالْإِتْقَانِ لِهَذَا الْعَالَمِ وَيُقَالُ: مَنْ خَلَقَ هَذَا الْخَلْقَ الْمُتْقَنَ الْبَدِيعَ الْعَظِيمَ؟
فَجَوَابُهُمُ الْمُنْبَنِي عَلَى عَقِيدَتِهِمُ الْفَاسِدَةِ: أَنَّ هَذَا إِنَّمَا هُوَ أَثَرُ الْمُصَادَفَةِ وَأَثَرُ الطَّبِيعَةِ
هَذَا الْإِحْكَامُ الْبَالِغُ الدَّقِيقُ فِي الْعَالَمِ كُلِّهِ بِانْتِظَامِهِ الْعَجِيبِ كُلُّ ذَلِكَ أَثَرُ الْمُصَادَفَةِ وَأَثَرُ الطَّبِيعَةِ
مَعَ أَنَّ هَؤُلَاءِ لَا يَقْبَلُونَ دُونَ هَذَا بِقَلِيلٍ أَنْ يُقَالَ إِنَّهُ أَثَرُ الْمُصَادَفَةِ أَوْ أَثَرُ الطَّبِيعَةِ
لَكِنَّ فَسَادَ الْعُقُولِ جَعَلَ أَقْوَالَهُمْ مِثْلَمَا قَالَ الشَّيْخُ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ شَبِيهًا تَمَامًا بِأَقْوَالِ الْمَجَانِينِ الَّذِينَ لَا عُقُولَ لَهُمْ
وَإِلَّا كَيْفَ يَصِحُّ مِنْ عَقْلٍ مُسْتَقِيمٍ أَوْ مِنْ ذِي لُبٍّ قَوِيمٍ أَنْ يَقُولَ مِثْلَ هَذَا الْقَوْلِ؟
فَالْحَاصِلُ أَنَّ هَذَا الْإِتْقَانَ وَالدِّقَّةَ الْبَالِغَةَ وَالْإِحْكَامَ فِي الْخَلْقِ وَانْتِظَامَ هَذِهِ الْمَخْلُوقَاتِ فِي سَيْرِهَا وَحَرَكَتِهَا فِيهِ الدَّلَالَةُ الْبَيِّنَةُ عَلَى أَنَّ هَذَا مِنْ تَقْدِيرِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ
وَالْأَمْرُ مِثْلُ مَا ذَكَرَ الشَّيْخُ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى: لَوْ تُرِكَتْ هَذِهِ الْعَوَالِمُ الْعَظِيمَةُ سَاعَةً لَوْ تُرِكَتْ سَاعَةً وَاحِدَةً بَلْ لَحْظَةً وَاحِدَةً لِلْمُصَادَفَةِ وَالْفَوْضَوِيَّةِ الَّتِي يَدَّعُونَهَا هِيَ الْمُوجِدَةُ وَأَنَّ هَذَا أَثَرٌ مِنْ آثَارِهَا لَوْ تُرِكَ هَذَا لَحْظَةً وَاحِدَةً لِهَذِهِ الْمُصَادَفَةِ أَوِ الطَّبِيعَةِ الْمَزْعُومَةِ عِنْدَ هَؤُلَاءِ لَاضْطَرَبَ الْعَالَمُ وَاصْطَدَمَ بَعْضُهُ بِبَعْضٍ وَارْتَطَمَ بَعْضُهُ بِبَعْضٍ وَهَلَكَ كُلُّ مَنْ فِيهِ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَنْ تَزُولَا وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ
فَهَذَا الْإِتْقَانُ فِي الْعَالَمِ خَلْقًا وَتَقْدِيرًا وَتَدْبِيرًا وَالْإِحْكَامُ فِي إِيجَادِهِ هُوَ شَاهِدٌ مِنْ شَوَاهِدِ الْوَحْدَانِيَّةِ وَدَلِيلٌ عَلَى خَالِقِ هَذَا الْكَوْنِ وَمُبْدِعِ هَذَا الْعَالَمِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى