Tawadhu Sejati

Tawadhu Sejati

Al-Hasan al-Bashri ditanya tentang pengertian tawadhu atau rendah hati. Jawaban beliau:

التواضع أن تخرج من منزلك ولا تلقى مسلما إلا رأيت له عليك فضلا

“Tawadhu adalah Anda keluar rumah dan manakala Anda berjumpa dengan seorang muslim Anda berkeyakinan bahwa dia memiliki kelebihan yang tidak Anda miliki.” (Ihya Ulumuddin 3/342)

Memiliki kelebihan dalam hal yang positif itu baik.

Akan tetapi merasa memiliki kelebihan dibandingkan orang lain itu tercela.

Hakekat sombong adalah merasa bangga dengan kelebihan yang dimiliki plus merendahkan orang lain.

Oleh karena itu rendah hati adalah merasa diri tidak memiliki kelebihan dibandingkan orang lain.

Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
  • KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989

Ujub Maksiat Tanpa Sadar

Fasiq dan Ujub

Sesungguhnya orang fasiq mengetahui dosa-dosa mereka dan membuat hatinya menderita. Sehingga dia bisa menangisi kesalahannya.

Adapun orang ujub dia tidak mengetahui kondisinya dalam keadaan bermaksiat. Bagaimana mungkin dia menangisi dosa-dosa yg kotor ini sementara dia tidak sadar dalam kondisi ujub?

Adapun tawadhu’ adalah orang yg bisa melihat dirinya dalam keadaan kecil dan merasa hina.

Allah berfirman,

﴿فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى﴾ النجم 32

Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dia-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

*Abu Najmah Syahidah