Cerminan Dirimu

Perilaku yang baik sangat penting untuk semua orang. Diantarnya cara Anda bersikap pada orang lain termasuk mewakili nilai-nilai karakter Anda dan menunjukkan identitas pribadi siapa Anda.

Contoh kecilnya lagi. cobalah ketika bertemu seseorang  dengan menjabat tangannya, ucapkanlah salam dan senyumlah dengan ketulusan.

Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi]

Cerminan tingkah laku tidak hanya dari perilaku badan tapi dari lisanpun itu akan mencermin kita.

Jadi, seberapapun ilmu Anda menjulang langit, tapi perilaku dan akhlak begitu buruk itu akan menjatuhkan harga diri. Dan orang tidak memerlukan apa-apa yang kamu punya kecuali hanya perasaan kebencian.

Karena ilmu dan akhlak adalah satu kesatuan. Dengan ilmu menguatkan hujjah dan dengan akhlak menjadikan hikmah.

– Akhukum Minanurrohman –

Belajarlah Adab Sebelum Mempelajari Ilmu

Pentingnya Adab Sebelum Mempelajari Ilmu

قال ابن المبارك رحمه الله: “تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً،وتعلمنا العلم عشرين”،

Ibnu Mubarok mengatakan, “Kami mempelajari adab selama 30 tahun, dan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

وقال ابن سرين: “كانوا يتعلمون الهديَ كما يتعلمون العلم” ..

Ibnu sirin berkata, “Dulu kami mempelajari bimbingan adab sebagaimana mempelajari ilmu.”

وروى ابن المبارك عن ابن الحسن قال: “نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث”

Ibnu Mubarok meriwayatkan dari Ibnul Hasan, beliau mengatakan, “Kami lebih membutuhkan banyak adab daripada banyaknya hadis”

وجاء في السير للذهبي عن عبد الله بن وهب قال: ما نقلنا من أدب مالك أكثر مما تعلمنا من علمه.

Dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala, karya Ad-Dzahabi  dari Abdullah bin Wahab, beliau mengatakan, “Apa yang kami catat dari Adab Imam Malik lebih dari apa yang kami pelajari dari ilmunya.”

ولقد كان أئمة السلف يوجهون طلابهم إلى تعلم الأدب قبل الخوض في غوالي العلم والخلاف، فهذا إمام دار

Dan sungguh ulama salaf mengarahkan muridnya untuk mempelajari adab sebelum memasuki ilmu tingkat lanjut dan khilafiyah. Dan ini dilakukan oleh oleh Imam Darul Hijrah (imam Malik) ketika mengatakan kepada pemuda Quraiys, ” Wahai anak saudaraku, pelajarilah Adab sebelum mempelajari Ilmu.”

Diterjemahkan oleh Abu Najmah Syahidah
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits