Kiat Menumbuhkan Prasangka Baik Kepada Allah – Syaikh Bin Baz #NasehatUlama

Ketika seseorang memperbagus amalannya niscaya hatinya tenang, ketika dia memperbagus amalannya prasangkanya terhadap Tuhannya akan menjadi baik. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku akan bersamanya apabila dia mengingat Aku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka ketika dia memperbagus amalannya, bersungguh-sungguh dalam beramal dan memperbaiki amalannya niscaya akan muncul prasangka baik kepada Allah. Dan ketika amalannya buruk, buruk pula prasangkanya. Maka wajib bagi orang yang beriman untuk bertakwa kepada Allah, mengagungkan Allah, menjauhi larangan-larangan Allah dan melaksanakan semua yang Allah wajibkan atas dirinya.  Dan di antara tanda-tandanya adalah seseorang akan memberikan perhatian pada shalatnya dan menjaganya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Dijadikan penyejuk hatiku adalah ketika sedang mengerjakan shalat.” (HR. Tirmidzi)

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barang siapa menjaga shalatnya maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat, dan barang siapa tidak menjaganya tidak ada baginya cahaya, petunjuk ataupun keselamatan dan pada hari kiamat dia akan dikumpulkan bersama Fir’aun, Haman, Qarun dan Ubai bin Khalaf.” (HR. Ahmad dan yang lainnya)

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sebuah amalan dari amal-amal seorang hamba yang akan dihitung pertama kali adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik maka telah beruntung dan selamat dan apabila buruk shalatnya sungguh dia celaka dan merugi, sungguh dia celaka dan merugi.” (HR. Tirmidzi)

Dan disebutkan dalam hadis lain, “Perkara yang pertama kali akan hilang dari agama kalian adalah perkara amanah dan perkara yang akan hilang paling akhir dari agama kalian adalah perkara shalat.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Maka apabila Anda meng-hisab diri Anda sendiri, bersungguh-sungguh dalam beramal karena Allah, menjaga shalat berjamaah dan memperbagus amalan-amalan Anda, saat itulah prasangka yang baik kepada Allah akan muncul. Dan Anda akan tenang dengan apa yang telah Allah janjikan untuk para walinya berupa keselamatan dan kebahagiaan.

Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus: 62) (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (QS. Yunus: 63) Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. (QS. Yunus: 64)

Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah, bertakwa dan istikamah di atas agamanya, mereka itulah wali-wali Allah. Maka barang siapa memperbaiki amalannya dan bersungguh-sungguh dalam beramal niscaya akan baik prasangkanya kepada Allah dan barang siapa buruk amalannya niscaya akan buruk pula prasangkanya. Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan kehendak Allah.  Baiklah.

===============

مَتَى أَحْسَنَ الْعَمَلَ اطْمَئَنَّ، مَتَى أَحْسَنَ الْعَمَلَ حَسُنَ ظَنُّهُ بِرَبِّهِ

يَقُولُ الله جَلَّ وَعَلَا

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ وَأَنَا مَعهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

فَمَتَى أَحَسَنَ الْعَمَلَ وَ جَدَّ فِي الْعَمَلِ وَأَصْلَحَ فِي الْعَمَلِ حَسُنَ ظَنُّهُ بِالله

وَمَتَى سَاءَتِ الْأَعْمَالُ سَاءَتْ ظُنُوْنُهُ

فَالْوَاجِبُ عَلَى الْمُؤْمِنِ أَنْ يَتَّقِيَ الله وَأَنْ يُعَظِّمَ الله وَ أَنْ يَحْذَرَ مَحَارِمَ الله وَأَنْ يُؤَدِّيَ مَا أَوْجَبَ الله عَلَيْهِ

وَمِنْ عَلَامَاتِ ذَلِكَ الْعِنَايَةُ بِالصَّلَاَةِ وَالْمُحَافَظَةُ عَلَيْهَا، يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاَةِ
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

يَقُولُ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُوْرٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُوْنَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَ أُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ
رَوَاهُ أَحْمَدُ وَغَيْرُهُ

يَقُولُ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ

فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ… فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

وَفِي الْحَدَيْثِ الْآخَرِ أَيْضًا
أَوَّلُ مَا تَفْقِدُونَ مِنْ دِينِكُمُ الْأَمَانَةُ وَآخِرُ مَا تَفْقِدُونَ مِنْهُ الصَّلَاةُ
رَوَاهُ ابْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ

فَإِذَا حَاسَبَتَ نَفْسَكَ وَجَاهَدْتَهَا لله وَ حَافَظْتَ عَلَى الصَّلَوَاتِ فِي الْجَمَاعَةِ وَأَحْسَنْتَ فِي أَعْمَالِكَ عِنْدَ هَذِهِ يَحْسُنُ ظَّنُّكَ بِالله

وَتَطْمَئِنُّ إِلَى مَا وَعَدَ بِهِ أَوْلِيَاءَهُ مِنَ النَّجَاةِ وَالسَّعَادَةِ

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ الله لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
يُوْنُسُ – الآيَةُ 62

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
يُوْنُسُ – الآيَةُ 63

لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ
يُوْنُسُ – الآيَةُ 64

هُمُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَاتَّقَوْا وَاسْتَقَامُوْا عَلَى دِينِهِمْ هُمْ أَوْلِيَاءُ الله

فَمَنْ أَحْسَنَ الْعَمَلَ وَجَاهَدَ نَفْسَهُ فِي الْعَمَلِ حَسُنَ ظَنُّهُ بِالله وَ مَنْ سَاءَتْ أَعْمَالُهُ سَاءَتْ ظُنُوْنُهُ

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله

نَعَمْ

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.