Category :

Sesibuk Apa Dirimu Sobat?

ذكر الحافظ ابن عساكر في كتابه القيم ( تاريخ دمشق ) ( 16 / 250 ) :

…عن قيس بن أبي حازم قال : قال خالد بن الوليد : لقد شغلني الجهاد في سبيل الله عن كثير من قراءة القرآن.

Dari Qois bin Abi Hazim, Khalid bin Walid mengatakan, “Jihad fi sabilillah sungguh telah menyibukkanku untuk bisa banyak membaca al Quran” [Riwayat Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, sanadnya shahih]

Dalam riwayat lain Kholid bin Walid radhiallahu ‘anhu setelah selesai mengimami shalat dia menghadap ke makmumnya dan mengucapkan seperti kalimat diatas.

Jihad fi sabilillah adalah sebuah amalan yg sangat agung. Namun sahabat mulia Kholid bin Walid sangat gusar karena tersibukkan olehnya untuk bisa membaca alquran..

Kita tengok saat ini, diri kita, aku atau anda atau mereka..sesibuk apakah kita hingga jarang membaca kalamullah..

Sesibuk apakah kita…dalam negeri yg aman ini..seumur hidup hanya hafal al fatihah dan qulhu saja..

Sesibuk apakah kita…
Dunia?
Mengejar karir?
Keluarga?
Jabatan?

Atau sibuk dg dunia maya…

Mari kita renungkan!!!

*Abu Najmah Minanurrohman*

Mereka Termasuk Bagian Dari setan…

قال الإمام #ابن_بطة الحنبلي :

ومن نصر الخطأ فهو من حزب الشيطان …

[ الإبانة الكبرى ]

Telah berkata al imam Ibnu Bathah al hambali, “Dan barang siapa yang membantu orang yg berbuat salah (maksiat/dosa) maka dia termasuk dari golongan setan… (Al-Ibanah al-Kubra)

Ada potensi bahaya bagi orang2 yang bekerja memuluskan pelaku kemaksiatan..semacam pencatat riba dan saksinya, atau lawyer yg membantu pelaku kejahatan/koruptor agar bebas hukum..tdk hanya itu saja orang menjerumuskan ataupun menfasilitasi kemaksiatan dia termasuk setan jenis manusia.

Namun berbeda dengan orang mempunyai jiwa keimanan, tentu dia akan mengingkari segala kemaksiatan, kekufuran, dan mencegah pelakunya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا ، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ « تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ، فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ »

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?

Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952; Muslim, no. 2584)

*Abu Najmah Minanurrohman*