Category :

Izzuddīn bin Abdissalām asy-Syāfi’iy (w. 660 H.) menyebut tujuh manfaat dīniyyah dari ibadah puasa:

رفع الدرجات، تكفير الخطيئات، كسر الشهوات، تكثير الصدقات، توفير الطاعات، شكر عالم الخفيات، الانزجار عن المعاصي والمخالفات.

(Raf’ud darajāt, takfīrul khathīāt, kasrusy syahawāt, taktsīrush shadaqāt, taufīruth thā’āt, syukru ‘Ālim al-khafiyyāt, al-inzijāru ‘an al-ma’āshī wa al-mukhālafāt)

Meninggikan derajat. Menggugurkan macam kesalahan, mengendalikan syahwat, memperbanyak sedekah, mengoptimalkan ragam bentuk ketaatan, bersyukur kepada Allah yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi, menjauhkan diri dari maksiat dan seluruh pelanggaran.

Sulaiman bin al-Asy’ats atau dikenali sebagai Abu Daud as-Sijistāniy (w. 275 H) -dalam sebuah riwayat darinya- berkata,

Aku telah menulis dari Sunnah Rasulullāh shallallāhu ‘alaihi wa sallam sejumlah lima ratus ribu hadis. Kemudian aku pilih darinya apa yang dimuat dalam kitab ini (Sunan Abi Daud) sebanyak 4480 hadis. Cukuplah bagi seorang untuk memedomani empat hadis saja dalam beragama:

– الأعمال بالنيات

Setiap amalan terpaut dengan niatnya.

– من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعني

Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang bukan urusannya.

– لا يكون المؤمن مؤمنا حتى ليرضى لأخيه ما يرصى لنفسه

Tidaklah sempurna iman seorang hingga ia meridhai bagi saudaranya apa yang ia ridhai bagi dirinya.

– الحلال بين والحرام بين

Perkara halal telah jelas dan perkara haram juga telah jelas.

Sumber: Alee Massaid

Keledai Ajaib

Ibnu Katsir menyebutkan kisah Syaikh Muhammad bin Manshur al-Qubari,
Beliau pernah menjual keledainya ke seseorang.

Setelah berlangsung beberapa hari, pembeli ini datang ke beliau dan komplain,

ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﺇﻥ ﺍﻟﺪﺍﺑﺔ ﻻ ﺗﺄﻛﻞ ﻋﻨﺪﻱ ﺷﻴﺌﺎ

“Wahai tuanku, keledai ini tidak mau makan apapun makanan yang aku punya.”

ﻓﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ : ﻣﺎ ﺗﻌﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻨﺎﺋﻊ

Syaikh Muhammad bin Manshur lalu memandanginya dan bertanya, “Apa pekerjaan kamu?”

Jawab pembeli,

ﺭﻗﺎﺹ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻮﺍﻟﻲ

“Saya penari di kerajaan.”

Jawab Syaikh,

ﺇﻥ ﺩﺍﺑﺘﻨﺎ ﻻ ﺗﺄﻛﻞ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ. ﻭﺩﺧﻞ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻓﺄﻋﻄﺎﻩ ﺩﺭﺍﻫﻤﻪ

Keledai ini tidak mau makan dari hasil yang haram.

Beliaupun masuk ke rumahnya dan mengembalikan uangnya.

Al-Bidayah wa an-Nihayah, 17/456

Duhai orang yang gemar bermaksiat kepada Allah apalagi secara terang-terangan, gemar mengumbar aurat, dan lainnya, apalagi menjadi contoh buruk yang ditiru keburukannya, segeralah bertaubat kepada Allah.
Sebelum datang kepadamu musibah karena dosa-dosamu itu. Apakah berupa musibah di dunia ataukah terlebih di akhirat untuk mencuci dosa itu.

Akan tiba saatnya tubuhmu yang sehat menjadi sakit. Wajahmu yang rupawan menjadi berubah. Tubuhmu yang indah menjadi berubah. Kekuatanmu hilang berubah menjadi kelemahan di makan penyakit atau usia. Rambutmu yang hitam dan rapi menjadi putih atau kusut. Kulitmu yang indah menjadi keriput atau tak terawat lagi dan seterusnya.

Buang jauh-jauh bisikan iblis yang mengajarkanmu untuk menyia-nyiakan masa muda, tobat nanti ketika tua. Karena tak ada jaminan umurmu akan sampai tua.

Simaklah perkataan yang masyhur dari seorang penyair berikut:

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ

• Berbekallah engkau dengan ketaqwaan (karena) sesungguhnya engkau tidak tahu jika telah tiba malam hari apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari.

وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ وَكَمْ مِنْ سَقِيْمٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ

• Betapa banyak orang sehat tiba-tiba meninggal (Allah cabut nyawanya) tanpa didahului sakit. Dan betapa banyak orang sakit parah disangka akan meninggal dunia ternyata masih hidup.

وكـم مـن عــــروس زيـنـــــوها لـزوجــــــــها وقـــد نـســجـت أكـفــانـها وهـي لا تــــدري

• Betapa banyak mempelai wanita yang dihias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki ternyata kain kafannya sedang ditenun (dijahit) dan dia dalam kondisi tidak menyadarinya.

فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا فَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

• Betapa banyak pemuda di pagi dan petang hari masih tertawa, tiba-tiba (setelahnya) tubuh mereka sudah dimasukkan ke dalam liang lahat.

Sumber status facebook: Ustadz Robi Maulana Az-Zahrani