Dapat Musibah Karena Ucapan

Dapat Musibah Karena Ucapan

 البلاء موكل بالقول لو سخرت من 

كلب لخشيت أن أحول كلبا

“Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Sering kali musibah itu terjadi gara-gara ucapan. Andai aku mengolok-olok anjing aku khawatir aku diubah menjadi anjing.” (Hasyiyah Showi ‘alal Jalalain 4/143, Darul Fikr)

Jika mengolok-olok hewan saja berbahaya apalagi mengolok-olok manusia apalagi mengolok-olok muslim apalagi mengolok-olok muslim yang taat. 

Telah menjadi hukum Allah di realita dunia ini bahwa siapa yang mengolok-olok sesuatu tidak akan mati sampai melakukan hal yang jadi bahan olok-olokan bahkan yang lebih jelek dari hal tersebut. 

Oleh karena itu Ibnu Mas’ud khawatir jika mengolok-olok anjing beliau akan diubah menjadi anjing.

Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.

Tolak Bala’ Ayo Perbanyak Memohon Ampun

Tolak Bala’ Ayo Perbanyak Memohon Ampun

Ketika menjelaskan QS Al-Anfal: 33, Ibnu Abbas radhiallaahu ‘anhuma menjelaskan

 كان فيهم أمانان : النبي – صلى الله عليه وسلم – والاستغفار ، فذهب النبي – صلى الله عليه وسلم – وبقي الاستغفار .

“Umat Muhammad itu memiliki dua pengaman dari bencana yang merata yaitu keberadaan Sang Nabi dan memohon ampunan. Sang Nabi telah wafat. Tersisa satu pengaman dari bencana yang merata yaitu memohon ampunan.” (Tafsir Ibnu Katsir untuk QS Al-Anfal: 33)

Kiat penting tolak dan penghilang bala’ adalah istighfar. 

Yang dimaksud dengan istighfar di sini bukan hanya bacaan “astaghfirullah… ” namun semua ucapan memohon ampunan kepada Allah baik dengan redaksi di atas, “rabbighfirli” atau lainnya. 

Tolak bala’ itu bukan dengan bikin sayur lodeh atau sejenisnya yang tidak Nabi tuntunkan bahkan cenderung mengarah kepada kemusyrikan.

“Penghilang bala’ adalah memperbanyak istighfar untuk mengingatkan kita bahwa sumber bencana adalah ulah perbuatan kita semua.” 

Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.

Jangan Kamu Remehkan

Jangan Kamu Remehkan

Abu Bakar Ash-Shiddiq mengatakan,

لا يحقرن أحد أحدا من المسلمين فإن صغير المسلمين عند الله كبير

“Janganlah seorang muslim meremehkan muslim yang lain, karena seorang muslim yang ‘biasa’ itu memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.” (Ihya Ulumuddin 4/137)

Muslim yang paling rendah kadar keimanannya sekalipun adalah penghuni surga asalkan imannya tidak batal dengan berbagai pembatal keimanan.

Muslim yang paling rendah kadar imannya, Allah siapkan kenikmatan surga semisal dunia plus sepuluh kali lipatnya.

Kaum muslimin mendapatkan kemenangan karena doa dan kekhusyukan orang-orang miskin.

Boleh jadi seorang muslim yang secara lahiriah kualitas keislamannya biasa saja namun hatinya lebih lembut, doa dan ibadahnya lebih khusyu’, sedekahnya lebih besar dan lebih ikhlas dst.

Oleh karenanya tidak selayaknya kita meremehkan seorang muslim.

Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.

Dua Hadis yang Mencakup Seluruh Bab

Utsman bin Said meriwayatkan dari Abu Ubaid:

“Seluruh perkara akhirat dirangkum oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah kalimat,

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

‘Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami (agama) ini maka hal itu tertolak,’

Dan seluruh perkara dunia dalam satu kalimat,

إنما الأعمال بالنيات

‘Seluruh amalan tergantung kepada niat,’

Kedua hadis tersebut mencakup seluruh bab.”

Ustadz Alee Masaid

Berikan Pekerjaan kepada Orang yang Sibuk

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Allah akan menolong hamba-Nya selama sang hamba membantu saudaranya. (HR. Muslim)

Ibnul Qayim menceritakan,

كان شيخ الإسلام ابن تيمية يسعى في حوائج الناس سعياً شديداً؛ لأنه يعلم أنه كلما أعان غيره أعانه الله ؛
و لذا تجد ‏الكسالى أكثر الناس هماً وغماً وحزناً، ليس لهم فرح ولا سرور، بخلاف أرباب النشاط و الجد في العمل – أي عمل كان

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sangat rajin membantu banyak orang. Karena beliau yakin, ketika beliau membantu orang lain, Allah akan menolong beliau.

Karena itu, anda bisa lihat para pemalas adalah orang yang paling sering resah, bingung, sedih… mereka bukan wajah bahagia. Berbeda dengan keadaan mereka yang rajin dan pekerja keras dalam usaha apapun.

__Raudhatul Muhibbin_

# Ustadz Ammi Nur Baits

Bukti Anda Menghormati Syariat Allah

Menghormati Shalat

عن سفيان بن عيينة رحمه الله أنه قال : ” لا تكن مثل العبد السوء لا يأتي حتى يُدعَى , ائت الصلاة قبل النداء ، قال رجل : من توقير الصلاة أن تأتي قبل الإقامة ” رواه أبو نعيم في ” حلية الأولياء ” 7/285

Sufyan bin Uyainah rahimahullahu mengatakan, “Janganlah seperti budak yang buruk, tidak datang kecuali setelah dipanggil. Datanglah ke masjid sebelum adzan”. Ada yang mengatakan, “Diantara bentuk menghormati sholat adalah datang sebelum iqomah dikumandangkan” (Hilyatul Auliya 7/285)