Gembira Karena Dosa

GEMBIRA KARENA DOSA

Ibnu Abbas mengatakan,

وفرحك بالذنب إذا ظفرت به أعظم من الذنب وحزنك على الذنب إذا فاتك أعظم من الذنب

“Rasa gembira karena berhasil berbuat dosa itu lebih besar dosanya dibandingkan perbuatan dosa itu sendiri. Rasa sedih karena gagal berbuat dosa adalah dosa yang lebih besar dibandingkan perbuatan dosa itu sendiri.” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam al-Hilyah dalam ad-Da’ wad Dawa’ karya Ibnul Qoyyim hlm 57)

“Amal atau perbuatan hati itu lebih besar dampaknya dibandingkan amal lahiriah tanpa bermaksud meremehkan amal dengan anggota badan”

Berbuat maksiat dan merasakan kegembiraan dan kepuasan dengan maksiat, itu dosanya lebih besar dibandingkan dengan bermaksiat tanpa menikmatinya.

Berbuat maksiat tanpa menikmatinya, itu dosanya lebih besar, dibandingkan melakukan maksiat dalam kondisi hati cemas, takut, berdebar-debar dan malu.

Terkadang ada orang berencana untuk melakukan maksiat lantas gagal karena kesempatan tidak mendukung.

Rasa sedih dan kecewa karena gagal bermaksiat itu bernilai dosa.

Bahkan dosanya lebih besar dibandingkan dosa sukses melakukan maksiat yang direncanakan tadi.

Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
  • KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989