Memerangi Kemiskinan = Memerangi Aurat

Memerangi Kemiskinan = Memerangi Aurat

Ketika Adam dimasukkan ke dalam surga, beliau mendapat jaminan: Tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang, karena tidak memiliki pakaian.

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى ( ) إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى

Kami berkata: “Hai Adam, Sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. ( ) Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. (QS. Thaha: 117 – 118)

Banyak orang koar-koar memperjuangkan anti kemiskinan, perangi kelaparan. Tapi mereka kurang semangat memerangi ’penampakan’ aurat, atau bahkan menjadi pendukungnya.

Nikmat makanan dirasakan oleh manusia dan binatang. Nikmat menutup aurat, tidak bisa dirasakan oleh ’binatang’ [dalam tanda kutip].